Yuk, Lindungi Kulit Tubuh dari Polusi dengan 3 Buah Ini

Bangun pagi-pagi buta untuk mengejar waktu mungkin bukan lagi jadi soal. Aktivitas super padat sudah jadi “makanan” sehari-hari. Tapi apa kabarnya jika beraktivitas dengan udara di Jakarta belakangan ini?

Terhitung dari Sabtu (10/8) polusi udara Jakarta tertinggi di dunia hingga mencapai angka mencapai 92,4 mikrogram per meter kubik partikel polutan. Jauh dari jumlah standar konsentrasi udara menurut WHO yakni 25 mikrogram per meter kubik selama 24 jam.

Selain perhatian terhadap nutrisi tubuh, baik juga lho memperhatikan bagian tubuh paling luar yakni kulit! Mungkin perkara sepele, tapi jika dibiarkan bisa bikin radikal bebas menempel di kulit. Sebelum terlambat, yuk mulai rutin konsumsi buah-buahan yang dapat melindungi kulitmu dari polusi!

1. PLUM

Buah plum termasuk genus Prunus domestica, sama halnya dengan buah peach dan almond. Buah ini banyak tumbuh di seluruh dunia, terutama Cina, US, Jepang dan Eropa. Memiliki khas kulit merah keunguan dan rasanya yang masam ternyata punya banyak julukan nama lokal seperti ‘Aloo Bukhara‘ dalam bahasa Hindi, ‘Alpagoda Pandu‘ dalam bahasa Telugu, ‘Alpakoda‘ dalam bahasa Tamil dan ‘Onagida Draakshe‘ di Kanada. Ada banyak julukan, ada banyak juga manfaat buah ini untuk kulit lho!

Kaya Antioksidan

Buah plum memiliki jumlah antioksidan cukup banyak, seperti memberikan perlindungan efektif terhadap sinar matahari dan menyembuhkan kerusakan yang diakibatkannya, misalkan kulit kasar dan keriput. Buah plum nantinya akan mendorong pertumbuhan sel-sel baru dan membuat kulitmu menjadi lebih muda.

[PESAN BUAH PLUM]

2. Pear

Buah Pear memiliki nama lain Pyrus communis tak akan menjadikanmu komunis kok! Hahaha Di negara kita, buah ini lebih kita kenal dengan sebutan buah pir. Biasanya berwarna kuning atau hijau muda dengan bercak kecoklatan pada porinya. Segar dan renyah ketika digigit, ternyata ada pula manfaat baik untuk lindungi kulit tubuhmu lho!

Mengatasi Jerawat dan Infeksi Kulit Lainnya

Buah Pear merupakan perawatan jerawatan yang direkomendasikan berkat tingginya kandungan vitamin dan mineral di dalamnya. Tidak hanya itu saja, Buah Pear juga mampu memperbaiki sistem imun tubuh dan memungkinkan kulit melawan jerawat dan infeksi kulit lainnya.

[PESAN BUAH PEAR]

3. Blueberry

Terkenal rasanya kecut segar dan kaya serat ternyata Buah Blueberry dapat mencegah kanker, masalah pencernaan dan gangguan yang berkaitan dengan penglihatan. Tak hanya itu, untuk menjaga kesehatan kulit konsumsi Buah Blueberry juga penting lho, Kulinas. Berikut manfaat Buah Blueberry bagi kesehatan kulit.

Mencegah Bahaya Radikal Bebas

Blueberry dapat mencegah terjadinya kerusakan karena radikal bebas. Radikal bebas merupakan produk-produk biokimia yang bereaksi di dalam tubuh, dan hal ini dapat menjadi racun bagi sel-sel tubuh ktia. Mereka dapat rusak dan tidak bisa disembuhkan/dikembalikan lagi. Blueberry membantu menghentikan kerusakan radikal tersebut dengan berkontribusi pada kondisi dan kesehatan sel-sel dalam tubuh.

Kalau sudah tahu manfaatnya, boleh dimulai kebiasaan baik untuk konsumsi buah ini nih! Meskipun hanya sedikit tapi sedikit-sedikit nanti kan juga terbiasa. Yuk Kulinas, mulai konsumsi buah-buahan demi kesehatan kulitmu mulai sekarang!

[PESAN BUAH BLUEBERRY]

SUMBER:
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190810092804-199-420056/sabtu-pagi-polusi-udara-jakarta-terburuk-di-dunia
https://wanita22.com/kesehatan-dan-kebugaran/plum-aloo-bukhara/
https://doktersehat.com/manfaat-buah-pir/
https://cintaihidup.com/15-manfaat-buah-blueberry-untuk-kesehatan-dan-kecantikan/


Mantapnya Bagi-bagi Kode Referral Kulina

Indra Nurhafidh
Akunting Pajak, Jakarta Pusat

Aslinya gue tahu Kulina udah dari jaman kuliah di Bogor, gara-gara dikasih tahu temen. Tapi apa boleh buat masih mahasiswa dan di Bogor pula, gue cuma bisa mendambakkan Kulina dari jauh.

Kalau gue bagi-bagi kode gue ke orang yang mau langganan Kulina, orang itu bisa dapat diskon. Nah guenya juga. Mantap gak tuh?

Aslinya gue tahu Kulina udah dari jaman kuliah di Bogor, gara-gara dikasih tahu temen. Tapi apa boleh buat masih mahasiswa dan di Bogor pula, gue cuma bisa mendambakkan Kulina dari jauh.

Lulus kuliah eh dapat kerjanya di Jakarta. Ya langsung ajaaa… gue langganan Kulina, karena udah dari lama penasarannya. Menurut gue Kulina cocok banget buat pekerja kantoran Jakarta yang basicnya anak kos. Pasti pada cari makan siang yang praktis dan murah, nilai lebih lagi kalau enak. Nilai lebih banget lagi kalau packagingnya keren. Dan itu semua ada di Kulina!

Selain kerja kantoran dari pagi sampai sore, gue juga punya profesi lain yang berangkat dari hobi yaitu, food blogger kalau malam. Hobi makan gue ini udah ada dari jaman dulu. Jadi gue suka review makanan-makanan di seputar Bogor — Jakarta (ya iyalah tinggalnya di dua kota itu, haha 😆). Jadi langganan di Kulina ini bantu gue banget saving budget for lunch biar pas makan malam gue bisa coba sana-sini tanpa takut kantong kering. Hehe.

Selain itu ya kelebihannya Kulina, ada sistem referralKalau gue bagi-bagi kode gue ke orang yang mau langganan Kulina, orang itu bisa dapat diskon. Nah guenya juga. Mantap gak tuh? Mungkin ya karena Kulina sering gue ulas, jadi makin banyak orang yang pakai kode referral gue tanpa gue kenal itu orangnya siapa. Haha. Tapi ya gapapa… kan semuanya dapat diskon. Baik banget ya Kulina. Sukses terus buat katering makan siang langganan ter-recommended di Jakarta…

Kulina Makes My Lunch Healthier

Sulaiman Syahrod
UI/UX Desaigner, Jakarta Selatan

Sebelum langganan makan siang di KulinaI used to sick because too much junk food for lunch. Saat istirahat makan siang, biasa minta tolong OB beliin ini itu yang dekat dan cepat and most of them are junk food.

But… setelah langganan Kulina, duniaku berubah. Haha. Aku lihat iklan Kulina di KRL. Penasaran, lalu coba mulai langganan. Sejak awal lunch box Kulina datang, aku langsung tertarik sama packagingnya yang oke punya. Aku pun punya hobi foto, jadi langsung deh jeprat-jepret lunch box Kulina. Dan ini udah jadi kebiasaan aku buat share foto makan siang di instastory instagram, almost everyday!

Mungkin gara-gara sering share di sosmed juga, jadi banyak yang pakai kode referralku. Walaupun aku belum kenal mereka siapa. Haha. Kulinapun noticeaku sering banget mention mereka di instastory. Sampai beberapa waktu yang lalu, tim Kulina datang ke kantorku buat ngobrol dan makan siang bareng. Ternyata orangnya seru-seru!

Di luar itu… makanan Kulina dimasak secara higienis dan setiap hari menunya ganti. Jadi gak akan sakit perut lagi, gak akan bosan tiap makan siang. Gak ada alasan buat gak jatuh hati deh sama Kulina!

Caraku Menghargai Waktu Makan Siangku, Ya dengan Langganan Kulina!

Lilis Puspita
24 Tahun, Asisten Bisnis Mikro, Jakarta Selatan

Menghargai Waktu Makan Siang

Emang ada kalanya realita beda sama jiwa kita sebenarnya. Aku aslinya anak yang suka banget jalan-jalan, makan, gak suka aturan ini-itu, berjiwa bebas gitulah bahasa gaulnya. Haha. Tapi realita membawaku kerja di tempat yang SOPnya jelas dan ketat. Bosan? Ya pasti muncul kadang-kadang.

Tapi keuntungan lain dari jiwa bebas yang bersemayam dalam diriku adalah… aku anaknya jadi suka hal yang simpel. Masalah kan selalu ada, jadi gak usah dibikin makin ribet. Kalau lagi bosan sama kerjaan ya tinggal ngemil. Karena hobi makan juga, makan dikit yang aku suka udah bisa bikin aku bahagia lagi. Hihi.

Selain ngemil, makan siang juga penting buat aku.

Makan siang itu ibarat momen aku bisa benar-benar break dari hal-hal kerjaan. Jadi, waktu dan makanan apa yang masuk ke perutku, harus appreciate this moment. Caraku menghargai waktu makan siangku, ya dengan langganan Kulina!

Aku baru satu tahun di Jakarta. Awal masuk kerja gak tahu mana-mana. Waktu istirahat siang juga cuma sebentar. Jadi tiap makan siang makannya itu lagi, itu lagi — yang ada di sekitaran kantor aja. Itu juga masih ditambah mikir dulu, hari ini makan apa ya?

Suatu hari aku lihat iklan Kulina di KRL. Langganan makan siang? Wah menarik nih kayaknya. Aku langsung cek web Kulina daaannn… pas lagi ada program diskon 20%. Aku hitung-hitung dulu tuh estimasi pengeluaran kalau langganan makan siang — maklum bawaan kerjaan 😝, dikurangi diskon 20%, ditambah lagi keuntungan udah sama ongkir, dan jaminan MENUNYA GANTI SETIAP HARI! Jelaaasss… untung di aku banget kalau langganan makan siang di Kulina.

Menghargai Waktu Makan Siang

So langsung aja deh aku mulai langganan Kulina, sampai sekarang. Cuma skip waktu cuti kerja aja! Appreciate lunch moment aku benar-benar jalan berkat Kulina. Makan siang gak perlu bingung lagi mau apa, makan siang udah diantar sampai kantor, tinggal buka box, terus makan. Bisa makan bareng teman-teman kantor lain yang langganan Kulina juga. Istirahat makan siang jadi menyenangkan 😙

Produktivitas Karyawan Meningkat Saat Mereka Bahagia, Ini Caranya

Halo rekan-rekan pengusaha dimana pun Anda berada. Apakah kalian sering memperhatikan kegiatan para karyawan Anda, dimana kadang-kadang mereka kembali dari tempat kerja, melebihi jam istirahat mereka? Hingga mengurangi waktu dan produktivitas kerja?

Apa Alasannya?

Sebagian besar akan menjawab, karena lama antri turun dari lift – jauh jalan ke tempat makan – antri lagi di restoran – dan jauh lagi jalan kembali ke kantor. Bukankah jam makan siang yang seharusnya digunakan untuk beristirahat dan mengisi energi, jadi malah membuang-buang waktu dan tenaga?

Apa Dampaknya?

Bahkan dimulai sejak sebelum waktu istirahat itu sendiri, para karyawan sudah lelah duluan membayangkan apa yang harus mereka lakukan di jam makan siang. Dan saat kembali dari makan siang, mereka sudah merasa lelah lagi karena perjalanan ke kantor. Hal ini tentu dapat berakibat buruk bagi kinerja dan produktivitas karyawan – yang mana berarti juga berakibat buruk pada produktivitas perusahaan.

Apa Kunci Produktivitas Karyawan?

Kebahagiaan. Ya, rasa bahagia yang dirasakan karyawan selama bekerja adalah kunci utama untuk meningkatkan produktivitasnya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para Ekonom dari Universitas Warwick, Inggris, yang dipublikasikan oleh IZA Journal of European Labor, kebahagiaan dapat meningkatkan produktivitas karyawan sampai 12%. Kebahagiaan seorang karyawan tidak melulu didapat dari gaji dan intensive tinggi, melainkan juga bisa ditunjukkan dari rasa kepeduliaan perusahaan terhadap karyawan dalam bentuk lain. Contohnya: ruang santai/game di dalam kantor, waktu hang out bareng setelah kerja, atau menyediakan makan siang bagi para karyawan.

Tapi harus langganan makan siang dimana?

Kamu bisa mendapatkannya di Kulina!

Kulina for Business adalah solusi makan siang, biar karyawan senang.

Kulina for Business di desain untuk membantu para pengusaha mengatur, menyediakan, hingga mengantarkan makan siang untuk para karyawan, sampai di kantor, sebelum jam 12 siang.

Caranya sederhana, cukup daftarkan perusahaanmu di Kulina.id, lalu top up saldo makan siang prabayar ke akun setiap karyawan dan biarkan mereka memilih makan siangnya sendiri, dari puluhan katering dan restoran yang telah bekerja sama dengan Kulina. Semua bisa pilih makanan sesuai selera.

Jadi gak ada lagi yang namanya buang-buang waktu saat jam istirahat. Makan siang karyawan sudah datang sebelum jam istirahat. Tepat jam 12, mereka tinggal makan. Sisa waktu yang ada bisa benar-benar digunakan untuk beristirahat, baca buku, main game, atau olah raga kecil.

Jam istirahat para karyawan sekarang akan benar-benar difokuskan untuk makan siang dan refreshing. Setelah jam makan siang, karyawan benar-benar kembali segar dan siap kembali bekerja. Produktivitas mereka pun meningkat!

Karyawan Senang, Perusahaan Senang

Tunggu apalagi, ayo coba fitur baru Kulina sekarang!

Kulina Antar Makan Siang Tepat Waktu

Retno Wulandari
Community and Social Media Influencer, Jakarta Selatan

Dulu pertama kali tahu Kulina dari iklan di FB. Kemudian memutuskan buat langganan, sampai sekarang. Aku tuh langganan dari jaman dulu masih ada aplikasi, sampai sekarang tinggal website aja.

Sedih sih, kadang ngerasa agak ribet kalau harus order atau apa-apa buka web dulu. Semoga besok aplikasi Kulina ada lagi ya! Walaupun Kulina yang dulu dan sekarang ada yang berkurang, satu doang, tapi nambahnya banyaaak. Aku makin suka.

Mulai dari menu yang dulu mayoritas ayam, sekarang udah variatif banget. Menunya juga rata-rata khas Indonesia. Design packagingnya makin kece badai dan food gradenya ituloh yang bikin hati tenang, karena ramah lingkungan.

Ada lagi yang bikin hati tenang dari Kulina yaitu… ketepatan waktunya buat antar lunch sampai di meja sebelum waktu istirahat siang. Anak agency macam aku gini udah gak mau lah keluyuran pas jam istirahat buat muter-muter cari makan. Waktu satu jam itu rasanya dikit banget sist… sayang sekali kalau masih dibuang-buang. Mendingan udah makan yang pasti-pasti aja dari Kulina, sama teman sekantor yang lain, sambil curhat, becanda, ketawa-tawa.

Sekarang antar teman satu kantor udah bisa pesan sendiri-sendiri dengan tetap dapat keuntungan pesan barengan. Gak perlu khawatir kayak dulu, jaman masih harus pesan berlima biar dapat harga murah. Dimana kalau yang satu gak mau makan, yang lain jadi gak ikut makan. Haha.

Betul sekali! Lewat gengs makanyang bakal kasih kita kembalian setiap hari, kalau ada lebih dari satu pelanggan di alamat pengantaran yang sama. Kembalian bisa dipakai buat pemesanan berikutnya yang jadi lebih murah. Hihi makin tenang hati ini kan, kalau dapat potongan-potongan harga begini 😆

Jadiii… pesannya sendirian, murahnya tetap barengan!

SELF AMBASSADOR KULINA

Irham Salman
Team Leader, Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta Selatan

Self ambassador? Apaan tuh? Haha pada bingung ya. Jadi gini, dimana-mana yang namanya brand ambassador itu kan seseorang yang merepresentasikan sebuah brand di depan khalayak. Nah mirip, cuma kalau self ambassador itu yang memutuskan dia sebagai perwakilan brand tersebut adalah dia sendiri atau lingkungan sekitarnya.

Itulah yang gue alamin sejak bulan September tahun lalu. Di kantor, gue lebih terkenal sebagai brand ambassador-nya Kulina. Teman-teman sekantor yang memutuskan demikian. Haha. Well, berarti gak self-proclaimed banget lah ya. Gak narsis-narsis amat gue, gitu 😏

Penasaran kok bisa gue sampai jadi self ambassador Kulina?

Oke, begini ceritanya… bulan September tahun lalu gue mulai langganan Kulina, masih seorang diri sekantor. Gue tahu Kulina dari instagram. Dan langsung memutuskan buat langganan setelah tahu ada katering makan siang yang sekeren Kulina. Gue sendiri memutuskan langganan karena emang kerepotan soal makan siang. Jam istirahat gue tuh gak selalu di waktu yang sama dan gak langsung utuh satu jam. Jadi gak bakal ada waktu buat cari-cari makan. Nah, kalau udah langganan makan siang gini kan enak. Makanan udah ada, selalu datang tepat waktu sebelum jam 12, begitu gue senggang tinggal makan. Nikmaaattt…

Mulai dari situ teman-teman sekantor lama-kelamaan hafal — itu pasti box makan siang buat Irham. Mereka lihat gue jadi santai soal makan siang, somereka mulai penasaran. Awalnya satu orang minta sesendok buat nyobain, terus jadi dua orang, jadi tiga orang… Jadi banyak orang deh tiap hari nyomot makan siang gue juga. Haha. Kebuktikan enaknya Kulina?

Sekarang teman-teman udah gak minta makan siang gua lagi. Why? Mereka semua udah langganan Kulina sendiri-sendiri! Hihi. Kembalian di kantor gua aja setiap hari udah mencapai angka maksimal Rp 5.000,00. Udah gitu ya, teman-teman gue ini kalau ada apa-apa yang berhubungan sama Kulina, pasti pada nyariinnya gue. Mulai dari tanya cara, komen menu, kasih kritik atau pujian, ngomongnya ke gue semua. Bukan ke CS Kulina. Haha. Itulah alasan gua jadi self ambassador Kulina!

Dan kemarin gue berkesempatan lunch bareng ditemenin sama Tim Kulina yang oke semua… Jadi gue bisa berbagi semua curhatan teman-teman sekantor tentang Kulina yang selama ini gua pendam sendiri. Kulina harus tahu banyak yang suka sama mereka! Keep up the good work, Kulina 😃 👊

Jubir Kulina 😙

Bong David
Swasta, Jakarta Pusat

Well, kemarin Kulina baru aja publish testimoni customer as self ambassador Kulina. Hari ini… ada lagi nih istilah lain yang arti sebenarnya mirip-mirip — as you can see on the title: Jubir Kulina!

Ada-ada aja dah istilah Kulinas-Kulinas tercinta ini… Kulina jadi makin sayang kaliaaannn :*
Jadi makin pingin tahu tentang kalian.
Jadi makin pingin ngertiin kalian.
Aih… udah so sweet banget belum Kulina?

Kuy lah baca testimoni Kulinas yang satu ini, biar kalian makin klepek-klepek sama Kulina. Fufufu…

***

Sebagai orang pertama yang langganan Kulina di kantor, otomatis aku jadi orang yang (bisa dibilang) paling berpengalaman sama Kulina. Otomatis, teman-teman kantor kalau ada yang mau ditanyain atau dikomenin soal Kulina… bakal bilangnya ke aku. Ya gimana ya, aku orang yang ngenalin Kulina ke mereka, ngajarin cara pesennya gimana, sampai bagi-bagi kode referral juga. Otomatis lagi, aku jadi jubir Kulina.

Aku sih senang-senang aja jadi jubir Kulina di kantor, untungnya buat aku juga banyak. Semakin banyak yang pakai kode referralku, semakin banyak aku dapat potongan. Haha. Gak cuma itu, ada berbagai hal yang membuatku memilih Kulina di antara katering langganan makan siang yang lain.Well, here the list…

Well, here the list…

  1. Jam istirahatku gak selalu pas jam 12. Dan kalau keluar makan gak tepat waktu, pasti kursi di warung-warung makan sekitaran kantor udah pada abis. Kalau mau antri ya lama banget keburu mati kelaparan. Haha. Kulina mengatasi permasalahan tersebut dengan selalu datang tepat waktu sebelum jam 12, tanpa aku perlu takut kehabisan tempat duduk.
  2. Warung makan di sekitaran kantor ya itu-itu aja, menunya ya udah pasti itu-itu juga. Kulina punya menu yang berganti setiap hari, yang gak bisa aku dapatkan di warung makan sekitar. So bye-bye bosan…
  3. Praktis. Udah pokoknya aku gak perlu ribet apa-apa tinggal duduk manis di kantor dapat makan siang enak.
  4. Meski cuaca gak mendukung sekalipun, cuaca paling bikin mager buat keluar cari makan datang, Kulina tetap melayani sepenuh hati memastikan customernya gak ada yang nunggu kelamaan.
  5. Harga bersahabat.
  6. Ada fitur skip yang aku suka banget. Solutif buat orang yang gak suka makan pedas kayak aku. Kalau ada menu makan pedas, tinggal aku lewati, bisa buat ganti esok hari.
  7. Last but not least, gak ada expired date untuk masa berlangganan — gak kayak katering langganan makan siang yang lain.

Wow, banyak juga ya kalau ditulis. Pantes aku jadi setia banget sama Kulina! 😄

Tetap Setia Langganan Kulina Meski Pindah Tempat Kerja

Arry Budi Kurnia
Human Capital IT BNI Pusat, Jakarta Selatan

Saya pertama langganan Kulina mulai dari menu Kulina masih banyak variannya. Ada Basic, Deluxe, Mak Nus, dan Healthy Bandit. Namanya juga masih coba, jadi mulai langganan dari menu yang Basic dulu. Eh, enak. Harga pas di kantong. Lanjut coba yang Deluxe — yang ternyata, menu-menunya lebih enak.

Problem tiap makan siang: bingung mau makan apa dan malas panas-panasan keluar buat makan, jadi terselesaikan semua berkat Kulina.

Sekarang menu Kulina tinggal satu, tapi fiturnya semakin berkembang dan bermanfaat buat bikin customer betah. Contohnya, ya saya yang sampai sekarang masih setia langganan Kulina. Walaupun sekarang sudah pindah kantor ke daerah Sudirman, makan siangnya ya tetap dengan Kulina.

Beruntung menu Kulina ganti setiap hari dan lauknya selalu beda, kadang ayam, daging sapi, dan juga ikan. Saya suka sekali makan ikan. Pernah dapat lauk tuna segala. Tapi favorit saya, tetap Dori.

Langganan Kulina Demi Jaga Kesehatan

Edwina
Karyawan Swasta, Jakarta Selatan

Pertama kali tahu Kulina itu dari cari-cari iseng di google tentang online catering, tahun 2016. Kulina yang muncul pertama. Sebenarnya udah suka lihatnya, tapi namanya juga cari-cari iseng jadi ya belum mulai langganan. Aku sendiri suka masak dan emang agak pilih-pilih makanan karena gak doyan ayam. Takut kalau ikut katering dan dapat ayam, malah gak kemakan, mubazir, kan sayang.

Langganan Kulina Demi Jaga Kesehatan

Sampai akhirnya tahun 2018 aku mulai tinggal sendiri, mulai malas masak, mulai sibuk ini-itu dan gak perhatiin pola makan — sampai akhirnya aku sakit. Dokter beneran peringatkan aku untuk jaga pola makan.

Aku kembali cari Kulina.

Setelah lihat web Kulina dan pelajari caranya, aku senang banget! Menu makan untuk 5 hari ke depan udah bisa kita cek di web. Udah gitu kalau gak suka menunya bisa skip dan masa berlangganan gak hangus, bisa diganti ke lain hari. Jadi aku gak bakal buang-buang makanan 😄

Setelah langganan pertama Bulan Februari kemarin untuk 5 hari. Aku langsung lanjut langganan untuk 20 hari. Habis Kulina kebersihannya terjamin, gizinya cukup, dan rasanya enaaakkk… Jadi gak ada alasan buat gak langganan kan?

Dan Kulina ngebantu aku banget buat balikin kesehatan. Pokoknya, sesibuk apapun kamu jangan acuh sama kesehatan ya. Kalau sibuk dan gak sempat mikirin makanmu sendiri, tenang, ada Kulina 👍