Jubir Kulina 😙

Bong David
Swasta, Jakarta Pusat

Well, kemarin Kulina baru aja publish testimoni customer as self ambassador Kulina. Hari ini… ada lagi nih istilah lain yang arti sebenarnya mirip-mirip — as you can see on the title: Jubir Kulina!

Ada-ada aja dah istilah Kulinas-Kulinas tercinta ini… Kulina jadi makin sayang kaliaaannn :*
Jadi makin pingin tahu tentang kalian.
Jadi makin pingin ngertiin kalian.
Aih… udah so sweet banget belum Kulina?

Kuy lah baca testimoni Kulinas yang satu ini, biar kalian makin klepek-klepek sama Kulina. Fufufu…

***

Sebagai orang pertama yang langganan Kulina di kantor, otomatis aku jadi orang yang (bisa dibilang) paling berpengalaman sama Kulina. Otomatis, teman-teman kantor kalau ada yang mau ditanyain atau dikomenin soal Kulina… bakal bilangnya ke aku. Ya gimana ya, aku orang yang ngenalin Kulina ke mereka, ngajarin cara pesennya gimana, sampai bagi-bagi kode referral juga. Otomatis lagi, aku jadi jubir Kulina.

Aku sih senang-senang aja jadi jubir Kulina di kantor, untungnya buat aku juga banyak. Semakin banyak yang pakai kode referralku, semakin banyak aku dapat potongan. Haha. Gak cuma itu, ada berbagai hal yang membuatku memilih Kulina di antara katering langganan makan siang yang lain.Well, here the list…

Well, here the list…

  1. Jam istirahatku gak selalu pas jam 12. Dan kalau keluar makan gak tepat waktu, pasti kursi di warung-warung makan sekitaran kantor udah pada abis. Kalau mau antri ya lama banget keburu mati kelaparan. Haha. Kulina mengatasi permasalahan tersebut dengan selalu datang tepat waktu sebelum jam 12, tanpa aku perlu takut kehabisan tempat duduk.
  2. Warung makan di sekitaran kantor ya itu-itu aja, menunya ya udah pasti itu-itu juga. Kulina punya menu yang berganti setiap hari, yang gak bisa aku dapatkan di warung makan sekitar. So bye-bye bosan…
  3. Praktis. Udah pokoknya aku gak perlu ribet apa-apa tinggal duduk manis di kantor dapat makan siang enak.
  4. Meski cuaca gak mendukung sekalipun, cuaca paling bikin mager buat keluar cari makan datang, Kulina tetap melayani sepenuh hati memastikan customernya gak ada yang nunggu kelamaan.
  5. Harga bersahabat.
  6. Ada fitur skip yang aku suka banget. Solutif buat orang yang gak suka makan pedas kayak aku. Kalau ada menu makan pedas, tinggal aku lewati, bisa buat ganti esok hari.
  7. Last but not least, gak ada expired date untuk masa berlangganan — gak kayak katering langganan makan siang yang lain.

Wow, banyak juga ya kalau ditulis. Pantes aku jadi setia banget sama Kulina! 😄

Tetap Setia Langganan Kulina Meski Pindah Tempat Kerja

Arry Budi Kurnia
Human Capital IT BNI Pusat, Jakarta Selatan

Saya pertama langganan Kulina mulai dari menu Kulina masih banyak variannya. Ada Basic, Deluxe, Mak Nus, dan Healthy Bandit. Namanya juga masih coba, jadi mulai langganan dari menu yang Basic dulu. Eh, enak. Harga pas di kantong. Lanjut coba yang Deluxe — yang ternyata, menu-menunya lebih enak.

Problem tiap makan siang: bingung mau makan apa dan malas panas-panasan keluar buat makan, jadi terselesaikan semua berkat Kulina.

Sekarang menu Kulina tinggal satu, tapi fiturnya semakin berkembang dan bermanfaat buat bikin customer betah. Contohnya, ya saya yang sampai sekarang masih setia langganan Kulina. Walaupun sekarang sudah pindah kantor ke daerah Sudirman, makan siangnya ya tetap dengan Kulina.

Beruntung menu Kulina ganti setiap hari dan lauknya selalu beda, kadang ayam, daging sapi, dan juga ikan. Saya suka sekali makan ikan. Pernah dapat lauk tuna segala. Tapi favorit saya, tetap Dori.

Sayur Asem, Kekayaan Sajian Nusantara dengan Filosofi Unik di Dalamnya

Tidak bisa dipungkiri, sayur dengan cita rasa asin dan asem satu ini sangat terasa sekali ke-Indonesiaannya.

Sayur Asem Kekayaan Sajian Nusantara

Sayur ini lahir di tanah Indonesia dan tidak mengalami akulturasi budaya dari manapun. Walaupun sekilas, rasa kuah sayur asem mirip dengan tomyam dari Thailand — tapi tomyam diisi dengan seafood, sedangkan sayur asem diisi dengan beragam jenis sayuran. Secara bumbu maupun cara memasak pun sama sekali berbeda.

Karena terlalu “Indonesia”, sayur asem bisa ditemui hampir di setiap daerah sepanjang Nusantara dengan berbagai variasi sesuai daerahnya. Masing-masing sayur asem di daerah memiliki bahan atau cara penyajian tertentu yang berbeda-beda.

Misalnya di Aceh, sayur satu ini dikenal dengan nama Sayur Asam Sunti. Sayur Asam Sunti menggunakan blimbing wuluh dan daun ubi jalar. Lalu di Sumatra, sayur asem di sana memiliki kuah yang lebih keruh, merah, dan agak berminyak.

Sayur Asem, Kekayaan Sajian Nusantara

Lanjut ke Pulau Jawa. Sayur asem Betawi memiliki kuah bening dengan isian kacang tanah yang masih terbungkus kulitnya. Bergeser ke Jawa Barat, masyarakat Sunda menyajikan sayur asem dengan isian yang lebih sedikit dan kacang tanah yang sudah terkelupas dari kulitnya. Sedangkan di Jawa Timur, sayur asem biasanya lebih pedas dan disajikan menjadi satu dengan nasinya. Bahkan hingga Kalimantan pun, ada sayur asem. Sayur asem di sini menggunakan terung asam (asam rimbang), kunyit, dan kepala ikan patin.

Huaduh… banyak sekali ya varian sayur asam. Ini rasanya langsung ngiler ini bayanging perpaduan asam, gurih, dan sedikit pedas dari sayur asem. Beuh… cocok banget dimakan siang-siang waktu panas 😎

Eh, tapi bagaimana asal mula sayur asem ya?

Sejarah Sayur Asem

Pada zaman dahulu kala (eeetdah 😆) saat kondisi Indonesia masih serba terbatas inilah sayur asam tercipta. Sayur asem hanya menggunakan bumbu seadanya yaitu, cabai dan asam. Isi sayurnya pun bebas menggunakan sayur apa saja yang mudah ditemukan di halaman rumah atau tanah sekitar.

Sayur asem dari Betawi dan Jawa Barat, sejak dulu menggunakan buah asam muda. Sedangkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah menggunakan asam fermentasi. Buah asam muda mudah ditemukan di sekitar tempat tinggal penduduk, sedangkan asam fermentasi harus dibuat di pabrik. Sebab inilah, para pakar kuliner Indonesia berasumsi bahwa sayur asem pertama kali dibuat di daerah Jawa Barat dan sekitarnya.

Sayur Asem Kekayaan Sajian Nusantara

Filosofi Sayur Asem

Coba kita lihat lagi ada apa saja di dalam sayur asem. Sangat beragam! Mulai dari daun bayam, terong, kacang melinjo atau kacang tanah, kacang panjang, hingga jagung. Itulah inti dari sayur asem, keberagaman — meski berbeda-beda tapi tetap bisa bersama hingga menampilkan rasa yang luar biasa. Memang asem, tapi juga segar.

Tidak hanya itu, saat makan sayur asem kita harus pelan-pelan dan bersabar. Mulai dari mengupas kacang melinjo atau kacang tanah, hingga memipil jagungnya demi mencicipi setiap sayur yang ada di dalamnya dan merasakan paduan cita rasa dari gabungan mereka semua.

Jadi sayur asem mengajarkan kita bahwa,

Hidup adalah perkara bagaimana kita menikmatinya.

Tsailaaahhh… Tsedap! 💃

Sumber:
https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/filosofi-semangkuk-sayur-asam
https://lifestyle.okezone.com/read/2017/08/22/298/1760761/food-story-sayur-asem-betawi-lahir-sejak-zaman-penjajahan-belanda-di-batavia

11 Fakta Unik Telur yang Kamu Belum Tahu

Hampir setiap hari makan telur, tapi tahu gak sih ada cerita apa aja dari sosok sebutir telur ini?

Telur makanan serba guna

Telur ayam adalah salah satu makanan yang paling banyak dikonsumsi semua orang di seluruh dunia. Telur ayam juga merupakan makanan yang serba guna, karena bisa disantap dengan makanan apapun. Tapi, tahukah kamu, ada beberapa fakta mengejutkan tentang telur ayam yang belum banyak diketahui masyarakat. Apakah kamu termasuk salah satu di antaranya? Yuk, kita cek sama-sama ada berapa fakta tentang telur yang sudah kamu ketahui.

1. Manfaat Telur

Telur ayam adalah makanan serba guna. Begitu banyak cara untuk bisa menikmati kelezatan telur ayam dan nutrisinya. Bisa direbus, digoreng, dimakan mentah, campuran jamu, disantap setengah matang, salah satu bahan penting dalam pembuatan kue, roti dan sebagainya, bahkan telur ayam bisa jadi perekat alami untuk makanan, dan masih banyak lagi kegunaan telur ayam untuk dijadikan santapan.

2. Protein

Telur mempunyai nilai kegunaan protein (net protein utilization) 100 persen. Bandingkan dengan daging ayam (80 persen) dan susu (75 persen).

3. Kulit Telur

Kulit telur terbuat dari kalsium karbonat yang juga merupakan bahan dasar utama beberapa jenis antacids. Sekitar 9–12 persen berat telur terdiri dari kulitnya. Kulit telur juga memiliki pori-pori sehingga oksigen bisa masuk dan karbon dioksida serta hawa lembab keluar.

Telur makanan serba guna

4. Putih Telur

Terbuat dari protein yang disebut albumen dan juga mengandung niasin (vitamin B3), riboflavin (vitamin B2), klorin, magnesium, potasium, sodium dan sulfur. Putih telur ini mengandung 57 persen dari protein telur.

5. Warna Putih Telur

Warna telur juga bervariasi sesuai usia dan faktor lainnya. Menurut Egg Safety Center, Amerika, warna putih telur yang agak keruh justru menandakan bahwa telur itu segar. Warna putih yang jernih menandakan telur itu berasal dari ayam yang sudah tua. Hindari mengonsumsi telur yang warna putih agak merah muda atau berubah warna lain.

6. Bercak Putih pada Putih Telur

Ketika telur dipecahkan dalam satu wadah, terdapat cairan putih yang terletak di dekat kuning telur dan disebut chalaza atau albumen. Ternyata fungsi dari cairan ini adalah menahan kuning telur agar tetap berada di tengah. Tak perlu khawatir, chalaza ini dapat dimakan, tapi dalam pembuatan beberapa kue, chalaza ini sering tidak digunakan, karena dianggap sama dengan putih telur.

Telur makanan serba guna

7. Kuning Telur

Warna kuning dari telur ditentukan oleh makanan ayam betina. Makin banyak padi-padian yang memiliki pigmen kuning dan oranye yang dimakan si ayam betina, makin kentallah warna kuning telurnya. Terkadang ada sedikit darah dalam telur. Darah ini berasal dari pembuluh darah di kuning telur yang pecah. Namun, telur ini tetap aman dikonsumsi.

8. Ayam Betina

Seekor ayam betina mampu bertelur 250–270 telur setiap tahunnya. Ketika ditetaskan, suhu telur sekitar 40,5 derajat celsius. Semakin dingin, cairan di dalamnya akan semakin mengendap dan terbentuk sel udara di antara dua lapisan telur.

9. Industri Telur

Iowa adalah industri telur ayam terbesar di Amerika. Hampir 15 miliar telur diproduksi Iowa setiap tahun. Industri telur ini memiliki lebih dari 8.000 karyawan dan menjadi pemasok utama telur ayam di berbagai wilayah, seperti Ohio, Indiana, dan Pennsylvania.

Telur makanan serba guna

10. Telur Favorit

Sebagian besar rakyat Amerika lebih menyukai telur ayam yang berwarna putih. Di Indonesia, telur ayam kebanyakan berwarna coklat.

11. Telur Ayam VS Telur Bebek

Dibandingkan dengan telur ayam, telur itik memiliki bau yang lebih amis dan kulitnya memiliki pori yang lebih besar sehingga lebih cocok dijadikan telur asin.

Wadidaw… banyak ya ternyata cerita-cerita unik dibalik sebutir telur. Kamu udah tahu berapa, Kulinas? Eh kalau belum tahu sama sekali ya gak apa-apa juga lo. Makanya Kulina tulis artikel ini buat kita baca-baca, buat tambah pengetahuan, dan buat tambah respect sama makanan.

Ya gak, ya gak? 😉

Sumber:
https://lifestyle.kompas.com/read/2010/09/15/11513939/10.fakta.menarik.tentang.telur
https://www.kaskus.co.id/thread/54a8d33fde2cf252788b4578/10-fakta-unik-dan-mengejutkan-tentang-telur-ayam/

Langganan Kulina Demi Jaga Kesehatan

Edwina
Karyawan Swasta, Jakarta Selatan

Pertama kali tahu Kulina itu dari cari-cari iseng di google tentang online catering, tahun 2016. Kulina yang muncul pertama. Sebenarnya udah suka lihatnya, tapi namanya juga cari-cari iseng jadi ya belum mulai langganan. Aku sendiri suka masak dan emang agak pilih-pilih makanan karena gak doyan ayam. Takut kalau ikut katering dan dapat ayam, malah gak kemakan, mubazir, kan sayang.

Langganan Kulina Demi Jaga Kesehatan

Sampai akhirnya tahun 2018 aku mulai tinggal sendiri, mulai malas masak, mulai sibuk ini-itu dan gak perhatiin pola makan — sampai akhirnya aku sakit. Dokter beneran peringatkan aku untuk jaga pola makan.

Aku kembali cari Kulina.

Setelah lihat web Kulina dan pelajari caranya, aku senang banget! Menu makan untuk 5 hari ke depan udah bisa kita cek di web. Udah gitu kalau gak suka menunya bisa skip dan masa berlangganan gak hangus, bisa diganti ke lain hari. Jadi aku gak bakal buang-buang makanan 😄

Setelah langganan pertama Bulan Februari kemarin untuk 5 hari. Aku langsung lanjut langganan untuk 20 hari. Habis Kulina kebersihannya terjamin, gizinya cukup, dan rasanya enaaakkk… Jadi gak ada alasan buat gak langganan kan?

Dan Kulina ngebantu aku banget buat balikin kesehatan. Pokoknya, sesibuk apapun kamu jangan acuh sama kesehatan ya. Kalau sibuk dan gak sempat mikirin makanmu sendiri, tenang, ada Kulina 👍

Turun Berat Badan Setelah Langganan Kulina

Ririn Dyah Ayu Aprilia
Jakarta Selatan

Sejak menikah 3 tahun yang lalu, berat badanku terus meningkat sampai bisa dibilang obesitas. Dan sekarang aku sama suami lagi program hamil, makanya dokter obgyn menyarankanku untuk atur pola makan supaya berat badan kembali ideal — minimal seperti tiga tahun yang lalu. Jadi obesitas ini bukan karena nikahnya 😫 tapi karena kalau di kantor aku suka laper mata.

Turun Berat Badan Setelah Langganan Kulina

Saat jam makan siang, aku biasanya cari makan keluar. Nah saat di luar itulah ternyata mataku lebih lapar dari pada perut sebenarnya, huhu… Aku bisa beli makan siang gak cuma satu porsi, karena sekalian jajan-jajan yang lainnya. Jadilah berat badan berlebih kayak sekarang. Lalu aku tahu tentang Kulina.

Bersyukur suami langsung dukung aku buat langganan makan siang dengan Kulina. Jadi saat jam makan siang aku tinggal duduk manis di kantor tunggu lunch box yang berganti menu setiap hari itu datang. Menunya enak-enak. Porsinya juga pas. Akuuu… jadi gak lihat-lihat jajanan di luar kantor lagi. Hihi. Sudah gitu kalau dihitung-hitung, lebih hemat langganan Kulina dari pada beli makan siang sendiri keluar.

Bersyukurnya lagi… sekarang berat badanku udah turun 1 kg! Wuhuw 🙌 padahal baru langganan sebentar, tapi Kulina udah ngebantu program diet + kehamilanku banget. Gak salah deh kemarin aku langsung pilih langganan jangka panjang selama 25 hari sampai Bulan Mei besok. Semoga program hamilnya juga sukses yaaa 😘

Ohiya, aku juga racunin teman-teman kantor yang lain buat langganan Kulina juga! Udah ada beberapa lo yang mau ikut langganan. Haha.

Kulina Benar-Benar Customer Oriented

Kartika
Jakarta Utara

kulina sangat customer oriented

“Aku pernah telepon Kulina dan complain soal satu dapur yang aku kurang suka makanannya dan sampai sekarang gak pernah dapat lunch box dari dapur itu lagi. Kulina benar-benar customer oriented deh!”

Awal mulai pakai katering karena kesusahan cari makan di daerah sini. Ada beberapa kantin, cuma menunya gak variatif, hanya mie instan, nasi goreng, ayam goreng, semacam itu. Kerjaan juga padat, jadi gak sempat keluar buat cari makan. Makan mulai gak teratur. Gak sehat lah. Bisa sih, pesan via ojek online tapi berat di ongkos 😔

Akhirnya ada teman yang nawarin katering. Aku ikut. Waktu itu langganan sampai 6 atau 7 bulan gitu, menunya ituuu-ituuu meluluuu 😥 Ya jelas bosan lah ya…? Udah gitu gak bisa skip, gak tahu menu buat besok apa pula. Jadi kalau gak suka menunya cuma zonk atau bagi-bagi sama teman yang lain. Pas lagi jenuh-jenuhnya sama katering ini, udah kepikiran mau move on, eeeh iklan Kulina muncul di instagram!

Iklan itu langsung aja aku swipe up dan ku sungguh terkejut! Ternyata bisa langsung kelihatan menu untuk 5 hari ke depan. Waktu cek websitenya, bahkan bisa cek daftar menu untuk 1 bulan ke depan. Aku langsung pindah hati dan cobain Kulina buat 10 hari dulu . Hehe 😆

Menunya gak ada yang sama

Selama langganan 10 hari, beneran lo menunya gak ada yang sama setiap hari. Makanan datang dalam keadaan bersih, tanpa benda asing (semacam rambut, ew) sama sekali di makanannya, datang gak pernah telat, menu ganti setiap hari. Daaannn… yang paling ngertiin customernya menurutku adalah fitur skip. Jadi bisa lewati pengantaran kalau lagi gak suka menunya atau waktu lagi cuti kerja.

Jadi tidak perlu dipertanyakan lagi, sampai sekarang ya setia langganan sama Kulina. Gak pakai ribet, gak pakai pusing besok dan lusa mau makan apa karena selalu bisa cek menu mendatang apaan. Free ongkir pula!

Aku juga suka bagi-bagi kode referral ke teman-teman yang penasaran dan pingin ikut langganan Kulina. Pernah ada temanku dari Bekasi juga mau langganan, tapi aku suruh telepon langsung ke Kulina bisa atau gaknya. Ternyata gak bisa, huhu dia sedih deh.

Selain itu, ada lagi pengalaman paling epic selama langganan Kulina. Ada satu dapur yang aku gak terlalu suka masakannya karena cenderung manis. Aku telepon CS Kulina dan cerita soal itu. Setelahnya dan sampai sekarang, aku gak pernah dapat lunch box dari dapur itu lagi. Benar-benar customer oriented banget lah Kulina 😘

Terakhir, aku ada saran nih buat Kulina. Gimana kalau satu akun yang melakukan lebih dari satu pemesanan bisa diatur sendiri-sendiri pemesanannya? Soalnya kemarin aku ada pengalaman juga — waktu lagi cuti kerja seminggu dan skip Kulina yang pengiriman ke alamatku, tapi pengantaran ke alamat pasanganku maunya tetap jalan, ternyata gak bisa. Jadi harus libur satu minggu semua. Kan kasihan dianya. Haha. Akhirnya dia bikin akun lagi biar bisa tetap langganan selama satu minggu itu. Cuma kan repot ya kalau punya lebih dari satu akun. Gituuu 😉

Mau Sama yang Pasti-pasti Aja, Sama Kulina

Tannia Paramita
INDY Office Park Bintaro

Kulina pasti tepat waktu

“Kulina pasti selalu antar makan siang kita tepat waktu jam 11. Hati tenang, perut kenyang.”

Aku kerja di kantor yang punya peraturan strict banget. Kita gak bisa turun cari makan sebelum jam 11, delivery order gak bisa naik ke atas, dan baru bisa makan enak di kantin kalau bisa keluar jam 12 teng! Karena pasti jadi rebutan. Itu pula makanannya udah gak hangat. Padahal kan, gak melulu bisa keluar tepat waktu gituuu…

Pertolongan pertama perut lapar siang-siang ya para OB di sini yang juara, bolak-balik atas-bawah buat ambil makanan di front desk dan antar ke meja kita masing-masing. Tapi kalau lama-lama, ya tekor juga ya delivery food terus.

Akhirnya aku mulai coba langganan katering makan siang — bukan, bukan Kulina ya. Belum. Sama katering yang ini aku di PHP terus 😑 pernah ya jam 11 siang baru dikabarin kalau mereka gak bisa antar katering hari ini. Kan bawaannya jadi was-was dan insecure. Padahal kita langganan katering biar makan siang terjamin, eh malah di PHP-in.

Kemudian aku beralih ke Kulina

Perlakuan Kulina ke aku sama katering yang dulu? Bedaaa. Jauuuhhh! 😙 Kulina pasti selalu antar makan siang kita tepat waktu jam 11. Hati tenang, perut kenyang. Lunch box Kulina juga udah food grade, jadi walaupun datang jam 11 dan kita baru makan di atas jam 12 — makanan di dalamnya bisa dipanaskan lagi di microwave dan aman untuk dikonsumsi.

Menu dari Kulina juga setiap hari beda. Dan kita bisa lihat bakal dapat menu apa saja sampai seminggu ke depan. Kalau ada menu yang aku gak suka, tinggal skip bisa diganti ke hari selanjutnya. Masa langgananku gak hangus. Aku berharap ke depannya Kulina kasih pelanggannya pilihan mau pakai nasi putih atau nasi merah, supaya lebih banyak varian aja makan karbonya.

Semenjak aku langganan Kulina ini: siangku jadi aman, tentram, dan kenyang. Teman-teman jadi pada penasaran dan ikut langganan. Aku jadi kepala koordinatornya, haha. Sekarang setiap kali pengantaran ke akun pemesananku, selalu sekalian lima, bareng sama mereka. Cara mereka bayar ke aku beragam mulai dari transfer, cash, sampai ada juga yang kayak sistem COD baru bayar waktu makanan datang. Haha.

Akhirnya kita udah gak bingung lagi deh mau makan siang apa

WIDYAWATI
23 Tahun, Programmer, Jakarta Barat

katering langganan makan online

Waktu pulang kerja capek, naik commuter line yang ramai dan penuh wajah-wajah kelelahan seharian. Setengah ngantuk gitu, tiba-tiba ada yang bikin mataku seketika melek, foto iklan di macro add commuter line! Tulisannya, Kulina. Apa nih, pikirku.

Pas besoknya, di kantor aku mulai cari tahu tentang Kulina di instagram. Ternyata Kulina adalah situs katering langganan makan online. Makin lihat foto dan video makanannya, makin ngiler lah aku jadinya. Haha. Jam makan siang datang… dan kayak biasanya, pada bingung mau makan apa!

Aku pun nawarin teman-teman biar bareng langganan katering makan siang di Kulina aja. Eh pada penasaran dan langsung mau ikutan. Sekarang di kantor udah ada 6 orang yang langganan Kulina. Lebih banyak yang pesan, bisa lebih murah!

Hal yang bikin aku setia langganan di Kulina tuh rasa makanannya yang enaaakkk semua, kalau aku punya pertanyaan seputar langganan, CS-nya cepet banget kasih respon, udah gitu packagingnya rapi dan menarik. Worth itdengan harga segitu.

Akhirnya kita udah gak bingung lagi deh mau makan siang apa… Terima kasih Kulina 🙂

Rasanya kayak masakan rumahan, kayak masakan Ibu

RASYIDAH TOYIBAH 
24 Tahun, Engineer, Jakarta Pusat

rasa kayak masakan ibu

Di usia segini, ternyata masih bisa lo kena masalah pencernaan karena makan sembarangan. Huhu, gak keren banget ya? Aku sendiri habis ngalamin. Sampai Ibu yang tinggal di Bekasi maksa bawain bekal makan buat aku bawa ke kantor. Aku sih sebenarnya happy aja, tinggal makan masakan Ibu yang enak banget. Tapi repotnya ituloh, aku jadi harus bolak-balik rumah nenek di Jakarta Barat dan rumah Ibu di Bekasi. Plus masih otw ke kantor di Jakarta Pusat. Belum lagi soal kotak bekal yang ketinggalan atau apalah…

Enak sih, tapi repooottt.

Akhirnya aku mulai perhatiin teman-teman yang pada langganan katering makan siang di kantor, sambil kepoin sosial media mereka. Dan pilihanku jatuh pada Kulina! Kenapa? Karena waktu icip-icip makan siang teman, rasanya yang paling juara ya Kulina! Rasanya kayak masakan rumahan, kayak masakan Ibu. Setelah langganan Kulina sendiri, menu favoritku sampai sekarang masih ayam baladonya!