Keunikan Soto Ambengan Khas Surabaya

Writer: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Sarapan atau makan siang dengan makan makanan berkuah bisa jadi pilihan paling mantap. Seperti misalkan menikmati hidangan khas Indonesia, Soto! Identik dengan kuah rempah dipadukan dengan sayur tauge, kobis, dan bihun.

Menu ini memiliki penyebutan nama berbeda-beda di tiap daerah, seperti Sroto, Coto, Sauto maupun Tauto. Beda nama beda pula versi dan resep Sotonya. Komposisi kuah Soto disesuaikan dengan daerah dimana Soto tersebut dibuat. Ada yang menggunakan daging ayam, daging sapi maupun bagian kaki sapi bahkan bagian jeroan sapi pun juga ada. Dari sinilah biasanya lahir beragam jenis Soto sesuai dengan isiannya. Secara penyajian, kerap diberikan beberapa pilihan karbohidrat seperti nasi, ketupat, lontong, maupun mi.

Mau makan siang pakai Coto Makassar atau Sroto Sokaraja? Semuanya sama-sama nikmat, seperti halnya menu Soto khas dari Surabaya ini yang memiliki penggemarnya sendiri, apalagi kalau bukan Soto Ambengan.

C:\Users\Owner\Downloads\menu-sarapan-soto-di-jakarta.jpg

Apa ya keunikan Soto Ambengan? Kenapa diberi nama Ambengan?

Kalau kata netijen, nama Ambengan jadi viral karena dipelopori oleh Pak Hasni Sadi. Ceritanya berawal dari depot soto ayam Pak Sadi yang terletak di jalan Ambengan Surabaya. Soto Pak Sadi di jalan Ambengan ini termasuk legendaris lho guys, soalnya Pak Sadi sudah melayani pelanggannya sejak tahun 1970. Siapa sangka, Pak Sadi yang berjualan hanya dengan memikul dagangannya keliling kampung, sanggup membawa Soto Ambengannya meraih penghargaan World Street Congress Food sebagai Master of the Year di tahun 2013! Waaahhh keren ya, jadi gak heran kan kenapa Soto Ambengan bisa bertahan sampai sekarang?

Emang se-enak apa sih sampai bisa dapat penghargaan?

Kuah soto menjadi golden treasure-nya nih, guys. Soto Ambengan memiliki ciri khas kuah berwarna bening dan sedikit kuning. Selain itu, bumbu rempah kunyit, lengkuas, dan serai cukup menonjol dalam aroma kuahnya. Daging ayam dan beragam bagian ayam lainnya dipakai sebagai isian dalam soto ini. Tak lupa menambahkan telur rebus, bihun, kubis, dan nasi putih sebagai pelengkap.

Selain yang telah disebutkan sebelumnya, ada satu pelengkap utama yang bikin soto ini gak sah disebut Soto Ambengan. Apalagi kalau bukan Koya! Koya adalah pelengkap spesial semangkok sotomu. Terbuat dari campuran kerupuk udang, parutan kelapa dan bawang putih yang ditumbuk halus. Kawasan Jawa Timur, khususnya Surabaya terkenal dengan oleh-oleh serba kerupuk terutama kerupuk ikan. Tak heran, Koya benar-benar tumbuh dari bahan-bahan lokal favorit masyarakatnya.

Biasanya Koya akan disediakan dalam wadah tersendiri atau terkadang ada juga yang menyajikannya sebagai topping dalam satu porsi soto. Menambahkan Koya dalam seporsi soto, akan memberikan sensasi gurih umami. Khusus kalian penggemar kuah kental akan ketagihan dengan menambahkan banyak-banyak koya nih. Soalnya konsistensi kuah akan lebih mengental sehingga memberikan sensasi comfort food. Legit~

Sebelum pesen satu porsi soto, kalian tim soto pisah atau soto campur nih?

SUMBER:
https://id.wikipedia.org/wiki/Soto
https://id.wikipedia.org/wiki/Soto_ayam_Ambengan
https://food.detik.com/info-kuliner/d-4436812/dari-pikulan-soto-ayam-ambengan-pak-sadi-jadi-soto-legendaris-indonesia


3 Hidangan Istimewa untuk Raja Kasultanan Yogyakarta

Writter: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Daerah Istimewa di Indonesia kini hanya ada 2, salah satunya Yogyakarta atau biasa dikenal dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta terkenal sebagai kota wisata beserta beberapa kuliner unik – yang identik dengan rasa manis. Tidak hanya itu, berbeda dengan daerah lainnya, Yogyakarta dipimpin oleh seorang Raja atau Sultan yang menjabat secara turun temurun sesuai garis keturunan. Tentu saja, ada beberapa hidangan istimewa yang hanya diperuntukkan untuk seorang Sultan.

Tak sembarang orang bisa menyajikan hidangan ke hadapan Sri Sultan. Para abdi dalem khusus yang bekerja di dapur akan menyediakan segala hidangan, kemudian akan dihantarkan oleh abdi dalem lainnya ke meja makan Sri Sultan.  Dengan memegang tradisi penyajian yakni ladosan dhahar dalem, tradisi tiap jaman Kasultanan memiliki caranya masing-masing sesuai selera Sri Sultan.

Bicara soal selera, pernah terbersit gak sih apa hidangan paling disukai para Sultan? Nih, Kulina rangkum beberapa hidangan istimewa yang dihidangkan bagi para Raja Kasultanan Yogyakarta. Mari kuy simak!

1. Selada Huzar

C:\Users\Owner\Downloads\bale-raos-9-1efbb5fd1fa0b01357f12e7b475c2715.jpg

Pada jaman kolonial, saat Belanda masih memegang kekuasaan di Indonesia, sedikit banyak menu makanan dipengaruhi selera ala Barat. Seperti Selada Huzar yang menjadi salah satu menu pembuka yang digemari Sri Sultan HB VIII dengan masa kepemimpinan dari tahun 1921-1939. Gaya masakan kolonial cukup kental karena adanya saus mayonais dan mustard yang menjadi andalan menu ini. Selada Huzar berisi macam-macam isian sayur seperti wortel, kentang, buncis, timun, dan daun selada. Satu lagi yang membuat Selada Huzar makin terkesan gaya kolonialnya adalah sosis sapi dan keju parut sebagai topping.

2. Urip-urip Gulung

C:\Users\Owner\Downloads\nanatimisela_Urip-uripGulung.jpg

Hidangan ini menjadi favorit Sri Sultan HB VII selama masa jabatan beliau. Sekilas mirip dengan Mangut Lele, masakan khas dari selatan Yogyakarta. Namun siapa sangka masakan ala rumahan tersebut juga disajikan ala gourmet? Dengan memisahkan daging Lele dari durinya alias fillet, membuat ikan Lele sejenak naik kelas! Proses memasak daging fillet tersebut adalah dengan cara dipanggang kemudian diberi saus mangut dengan aroma khasnya. Kebayangkan menikmati mangut tanpa jejak duri? Yummy!

3. Manuk Nom

C:\Users\Owner\Downloads\bale-raos-2-3c45e44a96b84e6588f45fe528e6b549.jpg

Pada masa jabatan Sri Sultan HB VII di tahun 1877-1921, puding ini disajikan sebagai makanan penutup. Namun pada masa jabatan Sri Sultan HB VIII di tahun 1921-1939, Manuk Nom disajikan sebagai makanan pembuka. Bila kebanyakan puding akan dikombinasikan dengan buah-buahan, tidak dengan Manuk Nom. Puding dengan isian tape ketan hijau ini, dicampur dengan telur ayam, sehingga kombinasi rasa asam seimbang dengan gurih telur ayam. Rasanya makin nano-nano karena ditambahkan Emping Mlinjo sebagai pelengkap 

Wah unik-unik banget ya ternyata hidangan ala Kasultanan Yogyakarta! Ayo siapa nih yang habis ini pingin cobain?

[CARI TAHU TENTANG KULINA]

SUMBER:
https://jogja.idntimes.com/food/dining-guide/febriana-sintasari/14-menu-makanan-dan-minuman-kesukaan-raja-kratonyogya/full

5 Jenis Pepes yang Harus Kamu Tahu

Pepes atau Pais merupakan salah satu cara memasak khas dari Jawa Barat. Cara memasak pepes berarti mengolah bahan makanan (awalnya hanya ikan) dengan bumbu untuk kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar hingga kering. Namun seiring perkembangan jaman, bahan yang bisa dimasak pepes terus berkembang. Tidak hanya di Jawa Barat, pepes juga menyebar di berbagai daerah lain di Indonesia.

Yuk, simak ada jenis apa saja yang bisa kita santap!

1. Pepes Ikan

Pada mulanya, cara memasak pepes memang hanya diperuntukan untuk ikan. Ikan yang digunakan pun sangat beragam mulai dari ikan air tawar hingga air asin. Beberapa ikan yang biasa dimasak pepes antara lain ikan mas, ikan kembung, ikan pindang, ikan patin, ikan gurame, hingga ikan nila.

2. Pepes Ayam

Tentu tidak semua orang bisa memakan ikan. Ada yang tidak bisa makan ikan karena alergi, ada pula yang tidak suka makan ikan karena banyak duri. Maka orang Indonesia pun mulai berinovasi untuk membuat berbagai olahan pepes menggunakan daging lain, salah satunya tentu saja, ayam.

Ada dua jenis ayam yang biasa dimasak pepes. Pertama, ayam bagian paha bawah utuh dengan tulangnya. Kedua, daging ayam suwir yang berasal dari bagian dada. Kedua olahan pepes ayam ini, biasa disajikan dengan cita rasa yang lebih pedas.

3. Pepes Tahu

Setelah menggunakan beberapa jenis daging, olahan pepes kembali berkembang menggunakan bahan makanan non-daging, salah satunya, tahu. Tahu yang hendak dimasak pepes dihaluskan terlebih dahulu, kemudian dicampur bumbu, baru kemudian dibungkus daun pisang. Jangan lupa, tambahkan daun kemangi untuk menambah cita rasa dan aroma.

4. Pepes Jamur

Satu lagi bahan makanan non-daging yang bisa dijadikan pepes adalah jamur. Jamur yang cocok dimasak pepes adalah jenis jamur timar. Tekstur jamur tiram setelah dimasak berubah menjadi kenyal layaknya daging. Itulah sebabnya jamur satu ini cocok juga jika dimasak dengan cara pepes.

5. Pepes Nasi

Setelah selama ini pepes menjadi bagian dari lauk pauk ketika makan, orang-orang mulai berpikir untuk sekalian menjadikannya menu utama atau sumber karbohidrat. Tidak hanya daging dan sayur yang dipepes, melainkan nasi juga langsung dipepes bersama lauk dan bumbunya.

Nasi yang dipakai juga bukan hanya sekedar nasi biasa. Nasi diberi bumbu terlebih dulu menggunakan santan, parutan kelapa, daun salam, dan serai. Bahan-bahan tersebut langsung dimasukkan ketika menanak nasi. Nasi yang sudah matang kemudian dicampur dengan lauk-pauk yang sudah diberi bumbu pedas khas pepes. Nasi sekaligus lauknya kemudian dibakar dan siap disantap sebagai pengganjal rasa lapar!

Jadi bisa dibilang, pepes nasi ini adalah gabungan dari nasi liwet dengan lauk pepes.

Penasaran? Intip yuk, kreasi Nasi Pepes dari Dapur Mangia di Kulina!

[LIHAT MENU PEPES]

SUMBER:
https://www.idntimes.com/food/diet/rahmadila-eka-putri/5-jenis-pepes-khas-nusantara-unik-hingga-nyentrik-c1c2/full
https://www.femina.co.id/nasi/nasi-pepes-bakar


Berbagai Jenis Dendeng Sapi dari Tanah Minang

Dendeng adalah olahan daging sapi yang sudah dipotong-potong tipis dan dibuang bagian lemaknya yang bertujuan untuk mengawetkan, layaknya rendang. Rendang memang lebih terkenal di seluruh wilayah Indonesia, namun Dendeng tak kalah nikmatnya lho dibanding Rendang.

Dendeng bahkan tidak hanya ada di Indonesia, namun juga ada di berbagai negara di dunia dengan nama yang berbeda-beda. Salah satunya adalah beef jerky dari Amerika. Kata jerky sendiri berasal dari Bahasa Spanyol: charqui – yang berarti membakar daging.

Yuk, cari tahu berbagai jenis dendeng sapi!

1. Dendeng Balado

Dendeng balado ini adalah irisan daging sapi yang tipis, lebar, dan kering yang disiram sambal cabai merah (balado). Daging sapi bisa diolah dengan cara dijemur lalu digoreng, direbus lalu digoreng, atau langsung digoreng sampai garing. Sambalnya merupakan perpaduan cabai merah, bawang merah, dan garam yang ditumis sehingga memberikan jejak minyak kemerahan pada daging.

2. Dendeng Batokok

‘Tokok’ dalam Bahasa Minang adalah ‘memukul dengan palu’. Jadi, dendeng batokok berarti dendeng yang dipukul-pukul sehingga dagingnya menjadi pipih. Hal itu dilakukan agar bumbu lebih meresap ke dalam daging. Untuk mematangkannya, dendeng direbus, dibakar, atau digoreng, namun tak sampai garing. Sebagai topping-nya, ada sambal lado mudo yang terbuat dari cabai hijau yang diulek kasar, bawang merah, dan garam.

3. Dendeng Baracik

Dendeng baraciak ini tergolong sulit ditemui dibandingkan dua dendeng sebelumnya. Baracik’ berarti ‘diracik’. Daging sapi bagian dada (sandung lamur, gajebo) dipotong tebal lalu dilumuri bumbu. Daging lalu dilayukan selama dua hari di dapur yang panas. Setelah itu, daging diiris tipis dan digoreng, namun tak sampai kering. Hasilnya seperti empal, namun berbumbu lebih aromatik khas dendeng. Di atasnya diberi irisan cabai hijau, bawang merah, tomat, dan perasan asam sundai (sejenis jeruk purut).

4. Dendeng Lambok

Secara harfiah, ‘dendeng lambok’ berarti ‘dendeng lembap (basah)’. Dendeng lambok ini terlihat seperti dendeng balado namun tidak garing, melainkan basah. Cabai merahnya juga digiling lebih halus. Daging sapi direbus dengan bumbu sampai empuk, kemudian dipukul-pukul. Daging lalu digoreng, namun tak sampai garing. Barulah dendeng disajikan bersama sambal yang terbuat dari cabai merah, bawang merah, tomat, dan garam.

Memasak Dendeng juga tidak bisa sembarang lho, Kulinas. Berikut beberap tips memasak Dendeng daging sapi dari pakar kuliner Indonesia, Arie Parikesit.

  • Sebaiknya daging tidak perlu dicuci supaya serat dan tektur tetap terjaga.
  • Rebus daging sebelum memasak agar kotoran dan darah yang menempel hilang.
  • Rebus daging dalam keadaan utuh atau potongan besar.
  • Setelah daging empuk, baru potong daging sesuai selera.
  • Goreng dengan minyak yang banyak.
  • Sebelum memasukkan daging, pastikan minyak sudah panas dan gunaka api sedang.
  • Jangan lupa bumbu utama Dendeng yang tak boleh terlewat yaitu, ketumbar.

Waaah … Jadi penasaran ya seperti apa sih kelezatan Dendeng ini? Tapi penasarannya jangan lama-lama, karena kamu bisa segera cicipi Dendeng satu ini, hanya di KULINA!

[LIHAT MENU DENDENG SEKARANG]

SUMBER:
http://jadiberita.com/36676/nikmati-macam-macam-dendeng-dari-ranah-minang.html
https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/kuliner/15/06/24/nqfvvv-dendeng-dan-ragamnya-di-tanah-air

Bubur Suro, Serta 4 Sajian Lain untuk Menyambut Tahun Baru Hijriyah

Perayaan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram jatuh pada hari Minggu, 1 September 2019 lalu. Ada beragam budaya dan tradisi untuk merayakan Tahun Baru Hijriyah di Indonesia. Perayaan 1 Muharram ini juga identik dengan sajian kuliner khas yang berbeda dari setiap daerah di Indonesia.

Hal ini sama seperti perayaan Idul Fitri yang identik dengan opor atau perayaan Imlek dengan sajian kue keranjang. Sedangkan untuk menyambut Tahun Baru Hijriyah atau Tahun Baru Islam, satu makanan berikut yang paling banyak disiapkan terutama di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan. Makanan untuk menyambut Tahun Baru Hijriyah itu adalah Bubur Suro.

1. Bubur Suro

Tahun Baru Hijriyah yang jatuh pada 1 Muharram kalender Islam, sesungguhnya bertepatan dengan tanggal 1 Suro di kalender Jawa. Sebab itulah, bubur yang dimasak untuk menyambut hari tersebut, disebut Bubur Suro.

Bukan sembarang bubur, Bubur Suro memiliki bumbu serta paduan yang berbeda dari bubur biasanya. Bubur Suro menggunakan jahe, santan, dan sereh. Di atas Bubur Suro, diberi taburan tujuh jenis kacang-kacangan, beragam protein seperti ayam opor, telur, perkedel, atau empal daging tergantung daerah masing-masing, bulir-bulir jeruk bali atau delima, irisan ketimun, dan lembaran daun bawang.

2. Bubur Merah Putih

Jika Jawa Timur dan Jawa Tengah punya Bubur Suro, maka lain cerita dengan Jawa Barat yang memiliki Bubur Merah Putih untuk disantap saat menyambut Tahun Baru Hijriyah. Bubur Merah Putih ini memiliki perpaduan rasa yang unik, antara manis dan asin. Bagian bubur merah – sebenarnya lebih ke warna cokelat, terbuat dari gula merah yang menimbulkan rasa manis dan bagian bubur yang berwarna putih terbuat dari santan sehingga memiliki rasa asin gurih. Warna merah melambangkan pengorbanan, sedangkan warna putih melambangkan kesucian.

3. Apem

Tidak hanya Bubur Suro dan Bubur Merah Putih, di beberapa wilayah di Jawa merayakan Tahun Baru Hijriyah dengan kue apem. Kue berbentuk bulat bantet yang terbuat dari tepung beras, santan, dan tape singkong ini memang sering muncul di berbagai acara perayaan adat Jawa.

4. Tumpeng

Tumpeng yang berbentuk menjulang tinggi seperti gunung, dengan lauk-pauk menyebar luas di bagian bawah, merupakan perlambagan hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan antar manusia dengan manusia. Maka tidak heran jika tumpeng sering menjadi makanan spesial di beragam acara penting. Tumpeng biasanya menggunakan nasi kuning, serta lauk-pauk yang dipilih berisi tujuh jenis lauk-pauk dan sayur-mayur yang berbeda.

5. Gunungan

Jika Tumpeng biasanya seukuran lingkaran tempeh untuk disantap beberapa orang saja, maka Gunungan adalah versi raksasanya. Ukuran Gunungan sangat besar dan memang ditujukan untuk orang-orang satu desa/kota. Gunungan biasanya berisi hasil bumi dari masyarakat sekitar, disusun menjulang ke atas, diarak keliling desa/kota, diberi doa, baru dibagikan kepada masyarakat yang datang ke sana. Hasil bumi yang dipakai merupakan hasil panen asli dari warga sekitar, hasil bumi itu kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai wujud rasa syukur atas rezeki yang mereka terima tahun lalu, sekaligus harapan untuk mendapat rezeki yang lancar lagi di tahun depan.

Dari beberapa makanan untuk menyambut Tahun Baru Hijriyah di atas, yang manakah yang sudah pernah kamu coba? Apa makanan serta tradisi di daerah kalian?

SUMBER:
https://bangka.tribunnews.com/2019/08/30/bubur-suro-gunungan-hasil-bumi-hingga-apem-5-makanan-khas-tahun-baru-islam-di-bulan-muharram?page=2
https://www.grid.id/read/04934979/tahun-baru-islam-1-muharram-1440-h-yuk-intip-5-sajian-khas-dari-berbagai-daerah?page=all

7 Snack Viral dari Masa ke Masa

Sore hari, ada waktu senggang, terus scorlling timeline sosial media rasanya nikmat banget gak sih? Sambil santai, gak sengaja jelajah page kuliner kekinian. Update snack kekinian apa nih yang lagi viral?

Beberapa tahun belakangan, dunia kuliner makin ramai karena banyak variasi makanan dan snack inovatif juga variatif. Namanya aja inovatif dan variatif ya, udahlah snack-snack ini jadi selalu punya keunikannya masing-masing. Gara-gara keunikannya, snack berikut jadi viral di sosial media. Seketika, gerai-gerai serupa menjamur dimana-mana.

Bahkan kalau belum cobain snack viral, rasanya belum gaul deh lu~

Ada snack viral apa aja sih belakangan ini? Yuk, simak ulasan Kulina untuk 7 snack viral dari masa ke masa!

1. Egg Tart

C:\Users\Owner\Downloads\salted-egg-lava-cheese-tart-50311537.jpg

Who loves pastry? Snack yang sempat viral di tahun 2018 adalah Egg Tart. Pastry ini memang sudah ada sejak berabad-abad lamanya, tapi baru viral di Indonesia tahun kemarin. Egg Tart wujudnya mirip dengan pie susu, ukurannya kecil dengan beragam varian topping. Egg Tart yang paling populer dan diincar banyak orang adalah Egg Tart yang ketika dibelah, isinya akan meleleh keluar. Yummy~

2. Salmon Mentai

C:\Users\Owner\Downloads\eatatkappa-ac3e6b5967b5224b3afdf258b0263751_600x400.jpg

Ikan salmon yang cukup mahal dan biasanya hanya dapat dijumpai di resto sushi mewah sekarang bisa ditemui sebagai street snack. Salmon Mentai, jadi salah satu menu hits di tahun 2019 ini. Manfaat ikan salmon yang sudah gak diragukan lagi, diolah dengan saus mentai yang super creamy. Dipadukan dengan nasi atau mie shirataki, di torch bersama ikan dan sausnya. Lengkap sudah paduan rasa dan aromanya.

3. Cheese Tea

C:\Users\Owner\Downloads\211660_3000x2000.jpg

Minuman ini hadir dan mencuri perhatian masyarakat Indonesia sekitar akhir tahun 2018. Sesuai dengan namanya, teh ini tentu terbuat dari keju. Teh dan keju bersatu? Unik juga, ya? Keju yang digunakan dalam Cheese Tea ini telah diolah menjadi cheese foam. Perpaduan teh dan keju tentu memiliki sensasi sendiri di lidah kita. Cheese Tea juga memiliki banyak varian lho. Mulai dari matcha, cokelat, kopi dan lainnya. Ada juga yang ditambahkan dengan tapioca pearl.

4. Telur Gulung

C:\Users\Owner\Downloads\mulpix-com41-44b85fc986b63262cfff077b1bbbb8b6_600x400.jpg

Jajanan SD yang tak lekang oleh waktu, Telur Gulung. Jajanan sederhana ini memang sangat menggugah selera. Gurihnya telur diberi saus jadi snack paling nikmat sepanjang masa. Meskipun banyak ditemukan di sekitar sekolah, jajanan ini viral gak cuma dikalangan anak-anak, tapi juga untuk orang dewasa.

Jangan salah, orang dewasa juga suka kok cemal-cemil, hihi …

5. Sate Taichan

C:\Users\Owner\Downloads\sate-taichan-foto-resep-utama.jpg

Terkenal dari daerah Senayan dan tersebar di beberapa kota di Jawa, Sate Taichan. Tepatnya di tahun 2018 lalu Sate Taichan masih menjadi pilihan banyak orang untuk makan berat atau sekadar ngemil. Apalagi ketika kelaparan pada malam hari, pas disantap untuk makan malam. Sate ayam putih polos ini enaknya dinikmati dengan sambal pedas dan nasi hangat plus taburan bawang goreng.

6. Chicken Salted Egg

C:\Users\Owner\Downloads\creamy-salted-egg-chicken-50268108.jpg

Dari namanya aja udah kebayang rasa telur asin yang meleleh di mulut. Street snack ini awalnya banyak dijajakan di Singapura pada tahun 2017. Namun, akhirnya banyak yang berinisiatif membawanya sampai ke Indonesia. Dengan porsi bite size fried chicken, saus telur asin, dan daun kari dipadukan, diolah, dan dijamin bikin makan makin berselera! Biasanya akan dipaketkan dengan seporsi nasi putih hangat.

7. Mango Sticky Rice

C:\Users\Owner\Downloads\6d98ec9f14b02523fd6974e79d7e8ba0.jpg

Makanan ini sebenarnya adalah makanan pencuci mulut khas Thailand. Dan viral di Indonesia sejak tahun 2017. Terbuat dari beras ketan, santan, dan mangga Thailand yang terkenal manis legit. Perpaduan ketan dan santan menghasilkan rasa gurih pas dengan manisnya mangga. Di Thailand sendiri, makanan ini banyak di konsumsi ketika penghujung musim mangga sekitar bulan April dan Mei.

Gak yakin snack viral cuma ada tujuh aja. Kalau jajanan hits favorit kalian apa nih guys? Yuk coba cek web Kulina siapa tahu ada snack favorit kalian [DI SINI].

Pengganjal perut dengan porsi pas?

Semua ada di Kulina!

SUMBER:
https://bacaterus.com/makanan-yang-lagi-hits/
https://www.wowkeren.com/berita/tampil/00225958.html

6 Jajanan Pasar yang Bikin Rindu Kampung Halaman

Tiba-tiba rindu sama kampung halaman? Hmm… Apa sih yang paling kalian rindukan? Salah satunya, pastilah kuliner khas kampung halaman. Tak hanya didominasi sajian berat kaya bumbu dan rempah, ada pula aneka jajan pasar tradisional yang menggugah selera.

Jajanan pasar mungkin menjadi salah satu snack yang paling mudah ditemukan di pasar tradisional. Tak hanya lezat dan cocok disantap sebagai pengganjal perut waktu traveling, aneka jajanan basah khas Nusantara ini cenderung lebih fresh karena diolah dan dijajakan langsung dihari yang sama. 

Berikut beberapa jajanan pasar yang cukup terkenal, tidak hanya di tempat asalnya, namun hampir di seluruh Indonesia. Siapa tahu, salah satunya jajanan pasar dari kampung halamanmu…

1. Panada

C:\Users\Owner\Downloads\126422703.jpg
Panada dari Minahasa

Jika dilihat sepintas, jajanan satu ini memiliki bentuk serupa dengan snack pastel. Bedanya, panada memiliki bahan dan cita rasa yang berbeda. Jika pastel umumnya berisi campuran bihun dan irisan ayam, panada justru diberi isian berupa pepaya muda yang dicampur dengan ikan cakalang bercita rasa pedas.

Konon, panada merupakan penganan khas keluarga besar Mandey asal Minahasa. Namun, kini panada sudah dijual bebas di berbagai pusat oleh-oleh.

2. Putu Mayang

C:\Users\Owner\Downloads\putu-mayang-es-krim.jpg
Putu Mayang dari Betawi

Meski namanya hampir sama dengan kue putu, namun tampilan putu mayang sangat berbeda dengan kue putu pada umumnya. Terbuat dari campuran tepung beras, garam, dan pewarna makanan yang dikukus, putu mayang memiliki tekstur kenyal dengan bentuk menyerupai mi. Untuk menambah rasa, putu mayang juga disajikan bersama kuah dari santan dan gula bercita rasa manis. Putu mayang sendiri merupakan kuliner khas Betawi.

3. Serabi

C:\Users\Owner\Downloads\serabi-hijau-kinca_20171212_151311.jpg
Serabi dari Bandung

Serabi atau biasa disebut Surabi di daerah asalnya, Bandung. Camilan khas ini terbuat dari tepung terigu, telur, dan air kelapa. Serabi khas kota Kembang dimasak dengan menggunakan tungku tanah liat. Ada dua jenis serabi Bandung, yaitu serabi manis yang menggunakan tambahan kinca (campuran gula merah cair, santan dan daun pandan) dan serabi asin dengan taburan oncom yang sudah diberi bumbu di atasnya. 

4. Cenil

C:\Users\Owner\Downloads\cenil-agrowindo.jpg
Cenil dari Yogyakarta

Cetil atau Cenil adalah makanan yang terbuat dari pati ketela pohon. Makanan tradisional khas Jogja ini banyak ditemui di penjaja jajanan pasar tradisional. Makanan ini biasa dibentuk silinder memanjang, kemudian diberi warna sesuai selera sebelum direbus. Cenil biasanya disajikan dengan parutan kelapa dan ditaburi gula pasir.

5. Lupis

C:\Users\Owner\Downloads\lupis_20180327_135512.jpg
Lupis dari Jawa Tengah

Siapa yang gak kenal jajanan pasar satu ini? Lupis merupakan salah satu jajanan tradisional Jawa Tengah yang masih digemari hingga kini. Banyak dijajakan sebagai camilan di pagi hari, lupis terbuat dari beras ketan yang dibungkus daun pisang lalu dikukus hingga matang. Sebagai penambah rasa, lupis biasanya diberi taburan kelapa parut dan siraman juruh (semacam saus gula merah). 

6. Sosis Solo

C:\Users\Owner\Downloads\40540212_2249a718-c49c-4dac-be1f-40be1c848ecf_707_360.png
Sosis Solo dari Solo

Meski bernama sosis Solo, jajanan khas kota kelahiran Presiden Joko Widodo ini terlihat menyerupai lumpia mini berisi daging ayam. Konon, camilan bercita rasa gurih cenderung asin ini diadopsi dari sajian sosis yang banyak disantap oleh orang Belanda saat masa penjajahan.

Ternyata setiap daerah punya jajanan pasar yang unik-unik ya? Mana nih yang jadi favoritmu?

Eh, baca-baca artikel tentang jajanan sore-sore gini malah jadi laper lagi? Hihi. Sengaja atuh Kulina, mah. Haha. Kalau laper sore-sore pingin cari camilan enak, murah, berkualitas – ya tinggal pesan di Kulina aja!

Banyak variasi snack, mulai dari jajanan tradisional, snack western, dan snack ala Timur Tengah juga ada lho Kulinas! Tinggal sesuaikan selera dan anggaran kamu bareng Kulina.

ENAK DI PERUT, NYAMAN DI KANTONG

[LIHAT MENU JAJANAN PASAR KULINA]

SUMBER:
https://kumparan.com/@kumparanfood/7-jajanan-pasar-khas-indonesia-yang-cocok-dijadikan-teman-minum-teh
https://blog.traveloka.com/manado/12-oleh-oleh-khas-manado-bagi-pencinta-kuliner-tradisional/
https://brilicious.brilio.net/unik/bikin-banyak-orang-terkecoh-ini-bedanya-serabi-solo-serabi-bandung-180509d.html

5 Camilan Buah Khas Nusantara

Indonesia negara sub tropis yang memiliki kelembaban udara cukup. Tak heran aneka ragam buah mudah ditemui. Bahkan di tiap daerah memiliki buah-buahan khas yang tumbuh subur dan menjadi komoditas yang cukup populer lho. Tak hanya mengkonsumsi buah secara langsung, ini ada beberapa olahan buah yang dijadikan snack maupun jajanan khas yang mungkin salah satunya udah mulai langka dijumpai. Apa aja sih? Simak ulasan camilan khas Nusantara dari buah-buahan berikut ini.

1. Rujak

C:\Users\Owner\Downloads\1.jpg
Rujak Buah

Kalau di negara Barat familiar dengan fruit salad, di Indonesia ada yang serupa yakni Rujak buah. Bermacam-macam buah diserut tipis atau di potong-potong, di campur dengan saus sambal kacang. Rasa saus yang manis asam dengan aroma kacang sangrai menjadi ciri khas salad ala Indonesia ini. Buah-buahan khas rujak adalah mangga muda, kedondong, jambu air, timun, bengkuang, dan lain sebagainya. 

Kabarnya di daerah Jawa, rujak dijadikan salah satu unsur penting dalam upacara tujuh bulanan. Ketika seorang wanita hamil dan usia kandungannya sudah memasuki usia tujuh bulan maka akan diadakan upacara tujuh bulanan. Salah satu makanan yang ada dalam upacara itu adalah rujak. Selesai upacara rujak ini dibagikan kepada tamu yang hadir. Ada kepercayaan bahwa apabila kebanyakan dari tamu berasa sepat dan pedas rasa rujaknya maka anak yang sedang dikandung adalah seorang anak laki-laki. Sedangkan apabila rujak itu berasa segar sebagaimana rujak biasa maka yang dikandung itu adalah anak perempuan.

2. Es Teler

C:\Users\Owner\Downloads\es-teler_20180519_061524.jpg
Es teler dengan buah alpukat, nangka, dan kelapa muda

Minuman khas dari Jawa Tengah ini dibawa Hj. Samijem dan anaknya Tukiman dari Sukoharjo. Berawal dari berdagang buah di Menteng, Jakarta Pusat namun banyak yang tak laku, membuat mereka berinisiatif membuat racikan minuman buah segar ini. Dengan mencampurkan beberapa buah seperti, nangka, alpukat, kelapa muda, sirup dan susu atau santan ke dalam gelas mangkuk. Nama ‘teler” sendiri didapatkan dari ungkapan pelanggan “es-nya bikin teler”. Berangkat dari ungkapan tersebut, nama Teler kemudian dirasa cocok dijadikan nama segelas es buah segar ini.

3. Klappertaart

C:\Users\Owner\Downloads\hipwee-klapp-750x422.jpg
Klappertaart dengan buah kelapa muda, kismis, dan kenari

Salah satu makanan warisan kuliner khas Manado dan peninggalan Belanda, jajanan unik kue khas Manado yang satu ini wangi, lembut, dan gurih. Dari namanya saja sudah terlihat, Klappertaart yang berarti kue kelapa. Terbuat dari bahan kelapa muda gurih, susu, mentega, dan telur, Klappertaart dapat disajikan dengan berbagai topping dan rasa seperti kismis, kayu manis, kenari, coklat, dan keju.

4. Pisang Goroho

C:\Users\Owner\Downloads\065759100_1557457628-Goroho__2___1_.jpeg
Pisang Goroho

Berbeda dengan pisang goreng khas Jawa, camilan sore asal Gorontalo ini berbahan dasar pisang yang masih mengkal, kulitnya hijau dengan tekstur yang keras. Ada dua cara dalam mengolah pisang Goroho ini, dengan di kukus atau di goreng. Tapi lebih populer dengan cara menggoreng pisang Goroho ini. Pisang di potong-potong membujur agak tebal tanpa di beri tepung. Teksturnya akan garing renyah di luar dan empuk gurih di dalam. Tak ada rasa manis sama sekali. Karenanya pisang ini enak dicocol dengan sambal sagela atau sambal ikan roa yang pedas menyengat. 

5. Manisan Pala

C:\Users\Owner\Downloads\5283.jpg
Manisan pala

Mendengar kata manisan, Cianjur khasnya kuliner olahan ini. Manisan sendiri terdiri dari dua jenis, manisan basah dan kering. Namun, camilan tradisional ini lebih terkenal manisan versi keringnya. Cara mengolahnya pun cukup sederhana hanya terbuat dari daging buah pala yang masih segar. Kemudian dikupas dan dipotong-potong sesuai selera, merendam pala dengan air kapur dicampur larutan gula pasir dan dimasak hingga mendidih. Untuk manisan pala kering, hanya perlu menjemurnya di bawah sinar matahari. Pala sendiri memiliki senyawa kimia yang dapat membantu gangguan insomnia, memperlancar pencernaan, dan meningkatkan selera makan serta mampu mengatasi rasa mual.

[BELI CAMILAN BUAH]

Kalau di daerah asal mu ada buah apa nih?
Yuk ceritain di sini!

SUMBER:
https://id.wikipedia.org/wiki/Rujak_manis
https://id.wikipedia.org/wiki/Es_teler
https://travel.tempo.co/read/421265/manisan-pala-khas-cianjur-kaya-manfaat-kesehatan/full&view=ok
https://food.detik.com/info-kuliner/d-3921471/pisang-goroho-digoreng-telanjang-aduh-enaknya 

Atasi Tubuh Lebar-an Setelah Lebaran dengan 3 Resep Jus ala Kulina

Hari raya Idulfitri menjadi satu momen baik untuk berkumpul dan bersilaturahmi bersama keluarga dan sanak saudara. Ketika ada acara kumpul-kumpul biasanya makanan banyak disajikan untuk nantinya disantap bersama.

Acara ini berlanjut ketika kalian berkunjung ke tetangga maupun rumah saudara di daerah lain. Bermacam-macam makanan dihidangkan, gak jarang bikin laper mata bahkan mungkin bisa jadi gagal diet. Mengkonsumsi beragam jenis menu makanan dari yang bersantan, daging-dagingan, dan berminyak mungkin akan sulit kita hindari.
Untuk itu pasca Lebaran ada baiknya kita lebih memperhatikan makanan seimbang bagi tubuh. Setelah ‘dihajar’ makanan bersantan dan berlemak, boleh nih bikin jus buah segar untuk detoksifikasi tubuh selama Lebaran kemarin. Bikin sendiri di rumah lebih mudah, karena selain bahannya mudah ditemui, kalian bisa simak resep jus dari Kulina berikut ini.

1. Jus Tomat dan Mentimun

Bahan:

  • Tomat cincang 3 1/2 cangkir
  • Mentimun potong dadu 2 cangkir
  • Seledri segar 1 batang
  • Lada merah 1/2 sendok teh
  • Lada hitam 1/2 sendok teh
  • Garam dapur 1/2 sendok teh

Cara Membuat:

  1. Masukkan tomat, timun dan daun seledri ke dalam blender. Lalu proses sampai halus dan tercampur dengan rata.
  2. Selanjutnya masukkan lada hitam, lada merah dan garam, kemudian proses / blender lagi sebentar sampai tercampur dengan rata.
  3. Tuang ke dalam gelas, jus bisa langsung di nikmati.

2. Jus Sawi, Mentimun, Pir

D:\KULINA\JUNI\pict\1483737099324.jpeg

Bahan-bahan :

  • Sayur sawi 5 tangkai
  • Mentimun segar 1 buah
  • Pir 1 buah
  • Kacang mete 5 biji
  • Air perasan jeruk lemon 3 sendok makan
  • Madu 1 sendok makan

Cara Membuat:

  1. Pertama-tama potong 5 tangkai sayur sawi sampai menjadi bagian, lalu cuci bersih.
  2. Potong-potong mentimun dan buah pir menjadi beberapa bagian. Sisihkan.
  3. Selanjutnya masukkan potongan sayur sawi, mentimun, buah pir dan 5 biji kacang mete ke dalam blender. Proses sampai halus, kemudian masukkan 3 sendok makan air lemon serta madu, proses lagi sampai tercampur rata.
  4. Tuangkan jus ke dalam gelas, minum segera.

Kandungan antioksidan, vitamin, serat dan mineral yang terdapat dalam sayur sawi sangat bermanfaat bagi tubuh. Sehingga anda tidak membutuhkan banyak air untuk membuat jus ini, karena kandungan mineral dalam sayuran sawi sudah cukup tinggi.

3. Jus Pisang & Jeruk

D:\KULINA\JUNI\pict\orange-and-banana-yogurt-smoothie.jpg

Bahan-bahan :

  • Pisang 1 buah
  • Jeruk manis 1 buah
  • Air putih 300 mili liter
  • Madu 1 sendok teh

Cara Membuat:

  1. Kupas buah pisang, lalu potong-potong menjadi beberapa bagian.
  2. Kemudian kupas buah jeruk, buang bijinya, ambil airnya.
  3. Selanjutnya masukkan semua bahan ke dalam blender, proses sampai halus.
  4. Tuang jus ke dalam gelas, siap dinikmati.

Demi tubuh yang lebih bugar setelah Lebaran, detoksifikasi akan lebih baik ketika kalian bisa merancang dan membuat jus hasil tangan kalian sendiri. Bisa lebih aware sama bahan dan proses membuatnya akan berbeda ketika kalian beli produk jadi.

Yuk bikin sendiri jus mu!

Oh iya, bagi kamu yang mau ngemil sehat di kantor, sekarang di Kulina ada paket buah. Yuk cek dan coba jajan buah di Kulina! Kerja jalan terus, sehat tetep terjaga.

[CEK MENU BUAH KULINA]

SUMBER:
http://resephariini.com/11-jus-untuk-diet/


10 Oleh-oleh Khas dari Berbagai Daerah di Indonesia

Saat lebaran tiba artinya masa-masa libur panjang tiba. Walaupun lebarannya udah seminggu yang lalu, tapi vibe kumpul dan seru-seruan bareng kadang masih kebawa kan guys? Biasanya nih bakal dialamin sama kalian anak rantau yang butuh mudik ke kota asal. Buat mengobati rasa kangen sama kampung halaman, berikut beberapa makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia yang bisa kalian bawa sebagai oleh-oleh dan obat lapar pastinya xixixi~

1. Lumpia – Semarang

D:\KULINA\JUNI\pict\Resep-lumpia-semarang.jpg

Sekali dengar kata ‘Lumpia’ orang langsung inget sama oleh-oleh khas kota Semarang ini. Makanan khas warga Tionghoa ini dulunya berisi daging babi, namun karena warga lokal tidak mengkonsumsi daging tersebut, jadilah bambu muda atau rebung digunakan sebagai isian. Bambu muda ini kemudian diolah dan dibalut dengan kulit lumpia lalu digoreng. Sebagai oleh-oleh, Lumpia ini bisa dibeli dalam keadaan yang belum digoreng.

2. Serabi – Solo

D:\KULINA\JUNI\pict\BBRtBXO.jpg

Manis gurih dengan tekstur lembut dengan pinggiran crunchy. Cukup mendefinisikan kuliner khas Solo ini. Selain teksturnya yang lembut, Serabi Solo ini punya rasa yang khas. Makanan ini dibuat dari adonan santan kelapa dengan teknik memasak yang unik, yakni dengan memutar wajan setelah adonan dituangkan. Biasanya sih yang paling khas adalah rasa original-nya tapi ada juga yang menyediakan Serabi dengan macam-macam topping.

3. Keripik Apel – Malang

D:\KULINA\JUNI\pict\keripik-apel-malang-yang-enak-1.jpg

Aneka keripik banyak terdapat di Kota Malang, satu di antaranya yang paling terkenal adalah Kripik Buah Apel. Banyaknya budidaya pohon apel di kota Malang, membuat Malang terkenal dengan hasil olahan-olahan apel salah satunya Kripik Apel. Pengawetan dengan cara menjadikan apel sebagai keripik membuat makanan ringan ini recommended kalian jadiin oleh-oleh yang tahan cukup lama.

4. Pie Susu – Bali

D:\KULINA\JUNI\pict\029195400_1460459978-berrykitchen.jpg

Pie merupakan makanan khas Amerika. Biasanya memiliki filling olahan buah apel. Namun, Pie berasal dari Bali ini berisikan olahan susu. Berbeda dari Pie Amerika, Pie Susu ini berukuran mini. Karena bentuknya cukup kecil, membawa banyak Pie Susu bisa jadi pilihan oleh-oleh yang cukup ekonomis.

5. Dodol Rumput Laut – Lombok

D:\KULINA\JUNI\pict\13281722_963e223a-6650-4e3c-a44a-347dd741d552-dodol-rumput-laut-tokomesin.jpg

Dodol biasanya memiliki rasa dominan manis dan berwarna coklat. Tapi oleh-oleh khas Lombok ini memiliki keunikan tersendiri, yaitu Dodol Rumput Laut. Dari teksturnya menyerupai dodol pada umumnya yang seperti jelly yang cukup lekat. Selain berwarna-warni, bahan dasar dodol ini terbuat dari rumput laut.

6. Kue Kurma – Makasar

D:\KULINA\JUNI\pict\4381542=s1280=h960.jpg

Tak seperti namanya, sebenarnya kue ini tidak dibuat dari kurma. Konsistensi karamel yang lengket membalut kue ini sehingga menyerupai tekstur buah kurma. Kue ini semakin nikmat karena tak hanya dilapisi manisnya karamel tapi juga dibubuhi gurihnya kacang.

7. Amplang – Kalimantan

D:\KULINA\JUNI\pict\IMG_20190307_172741.jpg

Amplang adalah kerupuk khas dari Kalimantan. Kerupuk Amplang berbahan dasar dari ikan pipih yang banyak ditemui di sungai-sungai Kalimantan. Rasanya gurih dengan aroma khas ikan, bisa kalian dapatkan dalam bentuk sudah digoreng dan dikemas rapih.

8. Bika Ambon – Medan

D:\KULINA\JUNI\pict\Resep-Bika-Ambon.jpg

Kue ini mungkin sudah mengalami krisis cukup panjang. Namanya Bika Ambon tetapi menjadi oleh-oleh khas Medan. Memiliki rasa pandan yang khas, juga memiliki tekstur berongga di setiap sisinya. Selain rasa original, Bika Ambon juga punya banyak aneka rasa lainnya seperti rasa keju dan durian.

9. Lamang – Sumatera Barat

D:\KULINA\JUNI\pict\2__IMG_2292_Lamang_umumnya_disajikan_dalam_dua_varian_teknik_penyajian,_yaitu_asin_atau_manis_tergantung_bahan_pelengkapnya.jpg

Makanan khas dari Sumatera Barat ini bernama Lamang. Biasanya terdapat dua pilihan rasa, yaitu manis dan asin. Berbahan dasar cukup sederhana dari beras ketan dan santan kemudian dimasukkan ke daun pisang dalam bambu. Dengan membakar bambu diatas bara api, menambah aroma smoky kue ini.

10. Kue Sagu – Papua

D:\KULINA\JUNI\pict\Resep-Kue-Bagea.jpg

Berbahan dasar dari sagu, kue ini memiliki rasa yang cukup kompleks. Campuran kenari, kayu manis, kacang tanah, dan cengkih memberikan macam lapisan rasa. Walaupun keras saat digigit, makanan ini akan langsung lumer di mulut. Seperti kue kering, makanan ini cocok untuk dibawa sebagai oleh-oleh.

Makanan-makanan diatas sudah jadi ikon dan terkenal di kota daerah tersebut. So, kalian udah tahu oleh-oleh apa aja yang mau dibawa pulang kan Kulinas?

SUMBER:
https://www.idntimes.com/food/dining-guide/aulia-ratna-safira/oleh-oleh-khas-berbagai-kota-di-indonesia-paling-legendaris/full