6 Kuliner Khas Jogja Selain Gudeg yang Harus Kamu Coba

Writer: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Sedulur sekalian paling demen kuliner khas Jogja apa nih? Kalau Gudeg selalu jadi tujuan kuliner paling favorit, mungkin kalian mainnya kurang jauh~ Sebelum habis jatah liburan atau buat kalian yang baru merencanakan liburan ke Jogja, yuk intip beberapa ide kuliner unik Jogja punya berikut ini!

1. Sate Klatak

1. Kuliner Khas Jogja - Sate Klatak
Kuliner Khas Jogja – Sate Klatak

Sekilas nama kuliner unik satu ini seperti menggunakan daging katak sebagai bahan utama. Pasalnya klatak mirip dengan kata katak. Padahal sate ini menggunakan bahan daging kambing muda dengan bumbu sederhana. Kalau sate kambing kebanyakan dibumbui kecap manis atau sambal kacang, khusus sate klatak daging kambing hanya diberi bumbu garam saja. Sebagai pelengkap sate klatak, ada nasi putih hangat dan semangkuk kuah gulai. 

Keunikan dari sate ini dari pada sate lainnya adalah penggunaan jeruji sepeda sebagai tusuk satenya. Kata salah satu pedagangnya, upaya ini baik agar mengurangi penggunaan tusuk sate satu kali pakai. Selain itu bahan besi jeruji memiliki sifat penghantar panas, sehingga daging dapat matang sempurna hingga ke dalam. 

Kuliner sate klatak dapat kalian temui di daerah jalan Imogiri Timur. Bila ingin mencoba resep otentiknya, bisa mencoba di sate klatak “Pak Bari”. Lokasi tepatnya di tengah-tengah pasar Jejeran Wonokromo. Warung ini buka setiap hari pukul 18.00-20.00 (atau sampai habis). Kabarnya, lokasi warung ini juga sempat jadi lokasi syuting film AADC 2 lho.

2. Mie Lethek

2. Kuliner Khas Jogja - Mie Lethek
Kuliner Khas Jogja – Mie Lethek

Kuliner kedua yang gak kalah unik di Jogja, mie lethek. Lethek sendiri artinya adalah kotor atau kondisi tidak bersih. Nama tersebut diperoleh dari warna mie yang keabu-abuan karena dibuat dari tepung tapioka dan gaplek. Keunikan lainnya terdapat dari proses pembuatannya, yakni dengan menggunakan tenaga sapi untuk mencampur dan menggiling adonannya. Mie ini diolah dengan cara tradisional sehingga tak menggunakan pewarna atau bahan pengawet makanan.

Biasanya akan diolah serupa mie jawa, yakni dengan penambahan ayam suwir, telur dan beragam sayuran. Mie ini banyak diproduksi oleh masyarakat Bantul, tepatnya di daerah Srandakan. Namun, sekarang sudah banyak warung bakmi jawa yang mengangkat mie lethek sebagai menu andalannya.

3. Mangut Lele

3. Kuliner Khas Jogja - Mangut Lele
Kuliner Khas Jogja – Mangut Lele

Kuliner berikutnya merupakan kuliner khas dari daerah Sewon, Bantul. Menu ini pertama kali dikenal dari dapur kuliner “Mbah Marto”. Melihat ikan lele cukup mudah didapat, kemudian diolah sedemikian rupa hingga akhirnya jadi kuliner yang cukup populer.

Lele di sini dimasak mangut, yakni mengasapi ikan lele yang sebelumnya telah ditusukkan ke bilah bambu, kemudian diolah dengan bumbu mangut. Semakin nikmat karena menu-menu tersebut bisa didapatkan langsung di lokasi pembuatannya. Jadi, kalian bisa melihat langsung dapur tradisional Jawa. Selain menikmati kuliner kalian juga dapat bercengkrama langsung dengan peraciknya, mbah Marto.

4. Entok Slenget

5. Kuliner Khas Jogja - Entok Slenget
Kuliner Khas Jogja – Entok Slenget

Entok atau itik adalah hewan yang biasa diolah sebagai masakan. Seperti di Jogja, kang Tanir mengolah entok menjadi kuliner nikmat. Sebab, daging entok memiliki tekstur yang alot, sehingga perlu ketelatenan dalam mengolahnya. Entok olahan kang Tanir memiliki cita rasa pedas menantang di lidah. Kuliner ini lebih cocok jika dimakan ketika panas, sehingga perpaduan pedas panas ini disebut slenget

Warung entok kang Tanir berada di Pasar Agropolitan Pules, Turi. Di warung tersebut, entok tak hanya dijadikan hidangan utama, melainkan ditemani dengan bagian entok lain seperti hati ampela dan balungan entoknya juga diolah.

5. Belalang Goreng

5. Kuliner Khas Jogja - Belalang Goreng
Kuliner Khas Jogja – Belalang Goreng

Beberapa kuliner di atas memang unik, tapi ada yang lebih unik dan ekstrem lagi dari Jogja! Apalagi kalau bukan belalang goreng. Berani coba?

Belalang goreng merupakan makanan khas Gunung Kidul. Belalang yang dipilih untuk digoreng adalah belalang kayu yang mudah ditemukan di daerah Gunung Kidul. Biasanya belalang kayu hinggap di dahan pohon jati atau semak-semak.

Menurut sebagian orang, daging belalang setelah digoreng mempunyai rasa seperti udang. Belalang mengandung protein tinggi sehingga baik untuk dikonsumsi semua orang. Tekstur dari belalang sendiri gurih dan renyah sehingga tak sedikit orang yang ketagihan dibuatnya. Belalang goreng ini bisa kalian temukan di pinggir-pinggir jalan ataupun melalui toko-toko daerah Gunung Kidul.

6. Jadah Tempe

6. Kuliner Khas Jogja - Jadah Tempe
Kuliner Khas Jogja – Jadah Tempe

Jadah tempe merupakan salah satu kuliner khas yang berasal dari kabupaten Sleman, Yogyakarta atau tepatnya dari daerah lereng Gunung Merapi, Kaliurang. Makanan khas Jogja ini adalah makanan tradisional yang menggabungkan jadah dan tempe. Jadah sendiri merupakan panganan yang dibuat dari olahan ketan sedangkan tempe merujuk pada tempe itu sendiri yang diolah dengan bumbu bacem. 

Jadah tempe biasanya dikemas dalam daun pisang di mana pada setiap satu jadah berarti terdapat pula satu tempe yang menemani. Tetapi ada juga orang yang menyantap dua jadah dengan satu tempe, yakni dengan menghimpit tempe menggunakan jadah sehingga menyerupai burger. Selain menjadi ikon kuliner dari kawasan Kaliurang, konon katanya jadah tempe merupakan makanan favorit Sultan Hamengkubowono IX.

Tuh kan, di Jogja tuh gak melulu jajan Gudeg aja!

Banyak kuliner unik yang siap diserbu saat berlibur ke Jogja. Kalau kamu, mau mulai petualangan kulinermu dari mana?

[COBA DARI SINI]


7. Cari Kuliner Jogja di Kulina
Cari Kuliner Jogja di Kulina





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *