Keunikan Soto Ambengan Khas Surabaya

Writer: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Sarapan atau makan siang dengan makan makanan berkuah bisa jadi pilihan paling mantap. Seperti misalkan menikmati hidangan khas Indonesia, Soto! Identik dengan kuah rempah dipadukan dengan sayur tauge, kobis, dan bihun.

Menu ini memiliki penyebutan nama berbeda-beda di tiap daerah, seperti Sroto, Coto, Sauto maupun Tauto. Beda nama beda pula versi dan resep Sotonya. Komposisi kuah Soto disesuaikan dengan daerah dimana Soto tersebut dibuat. Ada yang menggunakan daging ayam, daging sapi maupun bagian kaki sapi bahkan bagian jeroan sapi pun juga ada. Dari sinilah biasanya lahir beragam jenis Soto sesuai dengan isiannya. Secara penyajian, kerap diberikan beberapa pilihan karbohidrat seperti nasi, ketupat, lontong, maupun mi.

Mau makan siang pakai Coto Makassar atau Sroto Sokaraja? Semuanya sama-sama nikmat, seperti halnya menu Soto khas dari Surabaya ini yang memiliki penggemarnya sendiri, apalagi kalau bukan Soto Ambengan.

C:\Users\Owner\Downloads\menu-sarapan-soto-di-jakarta.jpg

Apa ya keunikan Soto Ambengan? Kenapa diberi nama Ambengan?

Kalau kata netijen, nama Ambengan jadi viral karena dipelopori oleh Pak Hasni Sadi. Ceritanya berawal dari depot soto ayam Pak Sadi yang terletak di jalan Ambengan Surabaya. Soto Pak Sadi di jalan Ambengan ini termasuk legendaris lho guys, soalnya Pak Sadi sudah melayani pelanggannya sejak tahun 1970. Siapa sangka, Pak Sadi yang berjualan hanya dengan memikul dagangannya keliling kampung, sanggup membawa Soto Ambengannya meraih penghargaan World Street Congress Food sebagai Master of the Year di tahun 2013! Waaahhh keren ya, jadi gak heran kan kenapa Soto Ambengan bisa bertahan sampai sekarang?

Emang se-enak apa sih sampai bisa dapat penghargaan?

Kuah soto menjadi golden treasure-nya nih, guys. Soto Ambengan memiliki ciri khas kuah berwarna bening dan sedikit kuning. Selain itu, bumbu rempah kunyit, lengkuas, dan serai cukup menonjol dalam aroma kuahnya. Daging ayam dan beragam bagian ayam lainnya dipakai sebagai isian dalam soto ini. Tak lupa menambahkan telur rebus, bihun, kubis, dan nasi putih sebagai pelengkap.

Selain yang telah disebutkan sebelumnya, ada satu pelengkap utama yang bikin soto ini gak sah disebut Soto Ambengan. Apalagi kalau bukan Koya! Koya adalah pelengkap spesial semangkok sotomu. Terbuat dari campuran kerupuk udang, parutan kelapa dan bawang putih yang ditumbuk halus. Kawasan Jawa Timur, khususnya Surabaya terkenal dengan oleh-oleh serba kerupuk terutama kerupuk ikan. Tak heran, Koya benar-benar tumbuh dari bahan-bahan lokal favorit masyarakatnya.

Biasanya Koya akan disediakan dalam wadah tersendiri atau terkadang ada juga yang menyajikannya sebagai topping dalam satu porsi soto. Menambahkan Koya dalam seporsi soto, akan memberikan sensasi gurih umami. Khusus kalian penggemar kuah kental akan ketagihan dengan menambahkan banyak-banyak koya nih. Soalnya konsistensi kuah akan lebih mengental sehingga memberikan sensasi comfort food. Legit~

Sebelum pesen satu porsi soto, kalian tim soto pisah atau soto campur nih?

SUMBER:
https://id.wikipedia.org/wiki/Soto
https://id.wikipedia.org/wiki/Soto_ayam_Ambengan
https://food.detik.com/info-kuliner/d-4436812/dari-pikulan-soto-ayam-ambengan-pak-sadi-jadi-soto-legendaris-indonesia


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *