Kulina pilihan cocok buat gue. Sekarang gue bisa makin banyak hemat waktu.

EKNA A. DAINAKA
21 tahun, Editor Komik, Jakarta Selatan

Kulina bikin hemat waktu

Sebagian besar waktu gue udah abis di kantor, duduk, dengan seabrek kerjaan editor komik. Mulai dari nyocokin sketsa sama gambar, sampai menjaga alur cerita, dan yang paling utama memastikan semua proses ini berjalan dengan lancar sesuai dengan deadline. Belum lagi hobi gambar gue yang masih sewaktu-waktu menuntut untuk disalurkan. Rasanya udah malas kalau harus jalan jauh, panas, pakai bingung, jadi lama, buat sekedar makan siang.

Di sisi lain, seperti anak muda lain yang hidup merantau pasti pada doyan banget sama mie instan. Tapi gue sadar, gue gak bisa terus-terusan kayak gini kalau mau hidup sehat. Waktu gue mulai pilih-pilih makanan dan cari segala cara yang bisa support keinginan gue ini dengan praktis, gue nemu Kulina di instagram. Pas gue buka akunnya, ternyata punya Indonesia. Wah! Kulina bisa kasih gue layanan langganan katering dengan menu lengkap, mulai dari nasi, lauk dan sayur.

Gue jadi baru inget, sebenernya dari dulu gue doyan banget makan sayur. Cuma karena kesibukan dan keterbatasan menu aja gue sering lupa sama doi.

Ini yang gue butuhin.

Setelah gue iseng coba dulu daftarin email ke web Kulina, ternyata cara berlangganannya gampang banget. Pelayanan mereka juga juara, menu setiap hari beda, makan masih diantar sampai kantor tanpa biaya tambahan lagi!

Ini udah pilihan paling cocok buat gue. So, sekarang gue bisa makin banyak hemat waktu. Kerjaan lancar, hobi jalan, yang paling penting badan tetap sehat.

Lainnya pada bingung mau makan apa, gue udah punya Kulina – langganan makan siang enak!

RICA JAYATI – Cerita Pelanggan Kulina
24 tahun, Marketing Koordinator, Jakarta Utara

Langganan makan siang enak

Udah dua hari ini gue selalu jadi orang pertama yang datang ke pantry waktu jam makan siang. Lainnya masih pada keluyuran bingung mau makan apa, untung gue udah punya Kulina – Langganan makan siang enak!

Nah itu Lia temen deket gue akhirnya datang, setelah setengah jam, bawa ketoprak lagi, ketoprak lagi.

“Emang gak bosen apa ketoprak mulu tiap hari?” tanya gue heran.

“Ya gimana dong Ca, ini yang paling deket dan murah. Kalau yang gue mau sih, keburu abis ntar jam makannya.” Lia bersungut sambil membuka bungkus ketopraknya.

Gue ikutan juga buka box Kulina. Lia melirik box Kulinaku. “Ca, lo beli makan dimana sih? Dari kemarin beli sendiri, kita kagak diajakin. Tahu-tahu udah standby aja di pantry.”

“Hih… ini juga lagi mau gue kenalin. Kemarin kan gue baru coba. But for nowI think you guys should try too.”

Lia nyobain box Kulina gue, lupa ama ketopraknya.

“Caaa… enak! Mauuu!!!”

“Yeee, gue juga laper kali sekarang. Besok aja ya, kita langganan bareng gimana? Menu tiap hari ganti, diantar sampai kantor lagi. Bye bye deh bosen dan debu polusi…”

“Setuju!” Lia semangat jawab.

Loh kok suara temen gue cuma satu? Kurang satu lagi nih, Sherren mana ya?

Pas balik ke kantor ternyata Sherren masih berkutat di mejanya sampai gak sempet makan siang. Kasian… Aha! Gue jadi punya ide.

Besoknya gue ama Lia dateng bareng ke meja Sherren bawa 3 box Kulina. Waktu gue udah langganan duluan kemarin kan dapat voucher 50 ribu tuh, gue pakai aja buat pesenin katering Lia ama Sherren. Akhirnya kita bisa makan bareng sama-sama, gak pakai lama.

Sekarang udah gak masalah gak bisa keluar kantor waktu jam makan siang, kan ada Kulina. Itu sih arti temen menurut gue, selalu ada.

Langganan makan siang enak
Selamatkan 60 menit berharga. Langganan makan enak, variatif dan mudah. Diantar sampe tujuan, tanpa tambahan ONGKIR!

Jadilah gue dan temen-temen sekantor pada langganan Kulina.

YOSSY AGUSTIN – Cerita Pelanggan Kulina
29 tahun, Staff Perbankan, Jakarta Utara

Sejak pertama kali punya handphone yang ada kameranya, gue hobi banget foto makanan yang lagi gue atau temen gue makan. Walaupun soal teknik gue belum ada apa-apanya, tapi ini jadi addictive buat gue karena… gue pingin mengabadikan rasa dengan visual yang orang lain bisa ikut nikmatin juga. Dan, sampai segede ini gue masih ngelakuin hal itu.

Pas udah kerja dan punya uang sendiri, akhir bulan emang waktu yang kadang-kadang bikin sesak nafas. Mau makan yang platting-nya bagus, mahal. Kalau mau makan murah, gak menarik. Untung gue ketemu sama Kulina, Katering Online yang ngejamin rasa dan rupa sebanding luar biasa!

And guess what…? Harganya pas di kantong, cuma 25 ribu/box. Jadilah gue dan temen-temen sekantor pada langganan Kulina. Waktu makan siang kita pertama datang, langsung heboh dong. Foto sana-sini. Kelamaan sampai makanannya dingin. Hahaha…

Tapi gak perlu khawatir sih, soalnya rasanya tetep juara!

Yuk, langganan di Kulina.

Kulina Basic-Lunch
Berbagai sajian makanan bergizi komplit dengan 60 variasi menu yang berganti setiap hari.

10 Makanan Khas Jepang yang Wajib Kamu Coba

Makanan Khas Jepang sudah banyak sekali masuk ke Indonesia, mulai dari katsu hingga kue dorayaki yang terkenal dari kartun Doraemon itu. Hayo di sini siapa yang dulu setiap minggu pagi gak beranjak dari depan televisi demi nonton Doraemon dan kartun serupa lainnya?

Secara umum, masakan tradisional Jepang dikatakan merupakan makanan yang menyehatkan karena cukup protein, relatif rendah kalori, dan mengandung zat-zat gizi yang penting. Pada prinsipnya masakan Jepang dibuat dengan tidak terlalu banyak bumbu dan tidak makan banyak waktu. Berikut 10 Makanan Khas Jepang yang wajib kamu coba, versi Kulina~

1. Katsu

Katsu asli Jepang sebenarnya dibuat dari daging babi. Namun seiring perkembangan jaman dan potensi wisata Jepang yang lebih besar, bahan daging utama katsu semakin beragam karena semakin banyak macam orang datang ke Jepang dengan selera mereka masing-masing. Kini katsu bisa menggunakan daging ayam, ikan, ataupun sapi.

Katsu adalah daging yang dicampur dengan bumbu-bumbu dan bawang bombay lalu dilapisi tepung panko (tepung tempura) kemudian digoreng hingga keemasan. Bagian luarnya yang renyah terasa kontras dengan bagian dalam yang juicy dan gurih banget.

2. Ramen

Makanan yang satu ini kayaknya udah pasti bertengger di nomor 1 daftar makanan Jepang yang paling populer yang mesti dicoba di negara aslinya. Namun rupanya ada banyak sekali jenis ramen yang ada di Jepang.

Awalnya, ramen dibuat dari tulang ayam. Sekarang daging babi, daging sapi, dan seafood juga digunakan dalam ramen, sehingga menciptakan beragam cita rasa. Ramen memiliki rasa garam, kecap, dan miso yang khas. Kekuatan ramen adalah kuahnya yang kental dan kaya rasa. Ada juga jenis ramen mie dan sup disajikan secara terpisah, dikenal sebagai tsukemen.

3. Yakiniku

Yakiniku adalah hidangan daging sapi yang dicelupkan dalam saus, lalu dipanggang langsung di atas api. Kesegaran daging sangat penting untuk hidangan ini karena kamu dapat menikmati rasa lembut daging sapi Jepang. Bahan daging yang paling populer adalah sirloin (dikenal sebagai rosu dalam bahasa Jepang) dan kalbi (Korea — namun dagingnya diasinkan).

4. Curry Rice

Banyak orang tahunya kari adalah makanan yang berasal dari India, ternyata Jepang juga punya loh! Kari yang berasal dari Jepang sangat unik, dibuat dari daging dan sayuran (wortel, kentang, bawang, dan lain-lain) dibumbui dengan bubuk kari, direbus, dan disajikan dengan nasi.

5. Gyuniku Shogayaki

Gyuniku shogayaki adalah masakan dari daging sapi dan sayuran seperti bawang bombay dan kol, yang ditumis dengan bumbu soyu, mirin, dan jahe. Makanan ini cenderung berasa agak pedas karena jahe. Namun dengan sentuhan manis sebagai latar belakang. Gyuniku Shogayaki biasa disajikan lengkap dengan saus salad thousand island.

6. Sashimi

Sashimi adalah hidangan tradisional Jepang yang disajikan segar (tidak dimasak), biasa berupa potongan ikan segar, dinikmati dengan dengan saus kedelai , wasabi, dan pickle jahe. Kamu dapat menikmati sashimi di banyak tempat di Jepang dengan tingkat kesegaran ikan yang berbeda-beda. Jika kamu mencari tempat yang murah untuk menikmati sashimi, mengapa tidak mencoba di restoran dekat pelabuhan nelayan? Tetapi jika kamu bersedia untuk menghabiskan uang lebih banyak, kamu harus mengunjungi sebuah restoran sushi atau restoran tradisional Jepang yang menjamin rasa tidak akan mengecewakan! Satu lagi, jika saa berkunjung ke Jepang kamu tinggal di sebuah ryokan — penginapan tradisional Jepang, mereka biasa menyajikan sashimi sebagai menu makan malam.

7. Teriyaki

Teriyaki adalah cara memasak makanan Jepang yang dipanaskan atau dipanggang dan dilapisi dengan kecap, sake, mirin, atau gula beraroma rasa. Saat membuat teriyaki, bahan-bahan makanan yang akan dipanggang dicelupkan dan diolesi dengan saus teriyaki sampai beberapa kali hingga betul-betul masak. Di Jepang, bahan yang banyak dipakai pada masakan teriyaki adalah ikan (salem, tongkol, mackarel, trout, marlin) — sedangkan di luar Jepang digunakan berbagai jenis daging (ayam, sapi, babi) atau cumi-cumi maupun bahan dari ubi konnyaku.

8. Onigiri

Gampangnya, ini adalah nasi kepal versi Jepang. Bisa berbentuk bola atau segitiga, di dalamnya diisi salmon, ayam, atau umeboshi (dried plum) yang kemudian dibungkus dengan nori. Jika kamu baru pertama kali makan onigiri, pilihlah tuna dengan mayonese, atau ayam mayonese, karena rasanya sangat familiar dengan lidah Indonesia. Onigiri sangat mudah ditemukan di Jepang, hampir semua convenience store menjualnya. Kamu juga bisa membelinya di vending machine.

9. Yakitori

Bagaikan sate dalam daftar menu Indonesia, yakitori adalah hidangan ayam yang dibumbui dengan garam manis atau kecap, ditusukkan ke skewer, dan dibakar. Kamu biasanya dapat menemukan yakitori di bar / restoran atau biasa disebut Izakaya. Tapi sebagai masukkan, cobalah menikmati yakitori di restoran spesialis yakitori. Di sini kamu dapat menikmati segala macam bagian dari ayam dengan harga yang cukup masuk akal.

10. Senbei

Last but not least, setelah icip-icip panganan berat, saatnya kasih istirahat perut sejenak dengan jajanan khas Jepang — Senbei. Senbei atau kraker beras ini dipanggang di atas bara api kecil dan diberi berbagai macam rasa yang semakin membuatnya benar-benar cemilan Jepang banget. Rasa klasik sanbe adalah yang rasa kecap asin Jepang atau Shoyu. Ada juga rasa lain yang nggak kalah nikmat mulai dari nori, BBQ, sampai wasabi.

Sebenarnya masih ada banyaaakkk sekaliii… makanan khas Jepang yang unik dan selalu bikin penasaran untuk dicoba. Kapan-kapan Kulina lanjut lagi ya artikel tentang makanan khas Jepang yang wajib kamu coba 😉

Kulina Tokyo-Lunch

Sumber:
https://www.pergidulu.com/kuliner-lokal-jepang/
https://www.yuktravel.com/trip-ideas-di-japan/20-makanan-yang-wajib-dicoba-saat-berlibur-di-jepang?id=1006772

Tori Karaage, Salah Satu Menu Favorit dari Jepang

Karaage adalah salah satu menu yang sering kali muncul di restoran-restoran Jepang. Panganan satu ini memang sangat populer di Jepang bahkan di manca negara karena keunikan rasanya dan kemudahan cara membuatnya.

Jadi apa sih Tori Karaage itu?

Karaage adalah teknik memasak ala Jepang di mana berbagai jenis bahan makanan — lebih sering ayam, juga daging, atau ikan yang dibumbui dengan mirin atau saus rendaman asin yang dibuat dari campuran kecap asin, bawang putih, dan jahe, kemudian dilapisi tepung terigu atau tepung kentang, lalu digoreng dalam minyak goreng yang banyak — atau biasa disebut teknik deep fried.

Kalau disederhanakan, karaage berarti daging goreng tepung. Lantas apa yang membedakannya dengan daging goreng tepung lain? Karaage memiliki aroma dan cita rasa yang khas yang utama berasal dari perpaduan jahe dan minyak wijen sebagai bahan rendaman daging sebelum digoreng. Sebelum digoreng, daging perlu direndam (atau diungkep) bersama bumbu-bumbu di atas selama 1–4 jam.

Setelah itu daging dilumuri tepung. Pelumuran tepung sendiri tidak menggunakan bahan tambahan telur ya, daging yang telah direndam bumbu cukup lama memiliki kandungan air yang cukup banyak yang bisa mengikat tepung sekaligus. Tepung yang digunakan pun berbeda yaitu, tepung kentang. Tepung kentang memberikan tekstur yang crunchy di luar, namun lembut di dalam. Tepung kentang memang banyak ditemukan di Jepang, tapi cukup sulit ditemukan di Indonesia. Hasil penggorengan yang paling mendekati tepung kentang adalah tepung kanji. Namun jika tidak tidak ditakar dengan benar, tepung kanji cenderung mudah keras apalagi jika gorengan sudah dingin.

Jadi kalau kamu kepikiran mau bikin tori karaage sendiri di rumah, tetap usahakan cari tepung kentang ya. Jangan gunakan tepung kanji. Jika benar-benar tak ada, lebih baik coba campurkan tepung terigu dan sedikit tepung maizena.

Satu hal lagi yang membedakan karaage dengan daging goreng tepung lain ialah cara menggorengnya. Ketika kamu menggoreng karaage dan daging telah berubah keemasan, angkat sebentar lalu tiriskan sampai minyak hilang. Jika sudah, masukkan karaage lagi ke dalam minyak panas untuk membuatnya matang dan renyah sempurna. Ya, jadi karaage digoreng dua kali, tak hanya sekali.

Penasaran dengan menu otentik Jepang Tori Karaage satu ini? Cobain aja di sini 👇 👇 👇

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Karaage
https://pgracekn.wordpress.com/2014/01/25/tori-karaage/

Yuk, Jalan-Jalan ke Szechuan saat Jam Makan Siang dengan Kulina!

Eh gimana maksudnya? Ya jadi kalau mau jalan-jalan beneran ke sana kan jauh dan butuh ongkos yang banyak, makanya Kulina tawarkan alternatif lain untuk jalan-jalan ke Szechuan dengan kekayaan kuliner mereka.

Szechuan adalah sebuah provinsi yang terdapat di Negara Republik Rakyat Cina sebelah barat laut. Szechuan berarti Empat Rangkaian Sungai. Ibu kotanya terletak di Chengdu — sebuah kota pusat ekonomi penting di Cina tau Tiongkok. Selain kulinernya yang mendunia, Provinsi Szechuan juga memiliki banyak peninggalan sejarah berharga.

Kembali ke kuliner Szechuan, masakan khas Szechuan terkenal dengan kombinasi rasa pedas, asam, asin, dan manis. Bumbu penting dari masakan Szechuan adalah cabai merah. Jadi buat kamu yang doyan pedas, sajian hidangan Szechuan pasti cocok buat kamu!

Awalnya, masyarakat Szechuan tidak langsung mengenal dan menggunakan cabai merah dalam resep masakan mereka. Dahulu mereka menggunakan bumbu-bumbu seperti jahe, mustar, bawang, dan kucai — yang berhasil memunculkan aroma dan rasa yang kuat.

Baru sejak abad ke-17 ketika Amerika datang ke daratan Tiongkok dan membawa rempah-rempah, masyarakat Szechuan mulai berkenalan dengan cabai merah. Mereka kemudian menggunakan cabai merah ke dalam hampir setiap masakan mereka. Cabai merah yang memberi rasa pedas mampu memberikan perasaan hangat di dalam tubuh setelah memakannya. Hal ini cocok dengan kondisi geografis Szechuan yang diapit oleh daratan tinggi yang bersuhu dingin.

Berbagai Masakan Khas Szechuan yang Mendunia

1. Ayam Hainan

Ayam dimasak menggunakan jahe dengan cara tradisional: utuh bersama tulang. Ayam direbus hingga mengeluarkan kaldu kental. Setelah ayam empuk, baru ditiriskan, lalu dipotong-potong. Kuah kaldu kental tadi kemudian digunakan sebagai bahan memasak sup untuk sayur pelengkapnya. Sedangkan berasnya dimasak menggunakan santan kelapa, supaya nasi lebih liat dan gurih.

2. Ayam Cabai Kering

Sajian pedas satu ini, selain menggunakan cabai merah sebagai bahan utama, juga menggunakan lada Szechuan untuk meningkatkan cita rasa pedas yang ditimbulkan. Lada Szechuan adalah salah satu bumbu khas Szechuan. Lada Szechuan di Indonesia lebih terkenal disebut sebagai Andaliman. Rasa dari lada Szechuan sendiri adalah pedas dan getir, sehingga mampu membuat lidah dan bibir kamu terasa tebal. Ciri khas lain dari sajian Ayam Cabai Kering adalah penggunaan kacang mete di dalam masakannya.

3. Sapi Tumis Daun Bawang

Provinsi Szechuan yang wilayah memang terletak di antar daratan-daratan tinggi, jarang menggunakan ikan sebagai bahan utama masakan mereka. Masayarakt Szechuan lebih banyak menggunakan ayam, bebek, sapi, atau ikan air tawar. Salah satunya adalah Sapi Tumis Daun Bawang. Sapi Tumis Daun Bawang juga dimasak bersama bawang bombay, jahe, ketumbar, merica, cabai, serta saus tiram. Terlihat kan dari bumbu-bumbunya, rasa sapi tumis daun bawang pastilah pedas?

4. Angsio Tahu

Angsio berarti masakan yang dimasak menggunakan saus tertentu untuk memuncul warna merah atau kemerahaan, seperti dimasak menggunakan cabai, kecap, atau saus tiram. Maka Angsio Tahu berarti masakan tahu yang diolah dengan bumbu khusus berwarna merah. Meski warna kuah Angsio Tahu berwarna merah, namun masakan khas Szechuan satu ini tidak terlalu pedas. Angsio Tahu juga menggunakan jahe sebagai bumbu utama. Selain itu, Angsio Tahu menggunakan jamur dan kaldu jamur saat proses memasaknya.

Penasaran dengan menu-menu lezat di atas?

Cobain sekarang, langganan paket makan siang baru dari Kulina: CITY LUNCH! Jadi di paket ini, Kulina akan memilih beragam kota terkenal di dunia, lalu mengulik kuliner khas mereka dan menyajikannya ke meja kerja kamu saat makan siang tiba 😄

Sekarang giliran Szechuan dari China. Besok bisa ada lagi dari kota dan negara yang berbeda. Udahlah dijamin kamu gak akan bosan, Kulinas.

Mantul?
Mantap betuuulll 👍

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Sichuan
https://id.wikipedia.org/wiki/Hidangan_Sichuan
http://tawanrestaurant.com/index.php/detail-menu/81/angsio-tahu