3 Manfaat dan Tahapan Memulai Mindful Eating

Kulina - Manfaat dan Tahapan Mindful Eating

Mindful eating dalam Bahasa Indonesia artinya makan dengan kesadaran penuh. Makan dengan kesadaran penuh berarti kita tahu betul apa yang sedang kita makan, bagaimana tekstur makanannya, apa rasanya, bahkan apa dampaknya bagi perasaan dan tubuh kita.

Mindful eating merupakan teknik mengolah emosi, perasaan, dan tindakan tubuh kita selama makan. Teknik ini telah dicoba, diuji, dan dikembangkan sejak lama oleh berbagai ahli gizi dan juga oleh berbagai kebudayaan. Teknik ini diharapkan mampu menjadi sebuah kebiasaan yang bisa mengantarkan kita pada gaya hidup sehat.

Mindful eating bisa membantu menjauhkanmu dari memilih makanan yang tidak sehat atau makan berlebih. Selain itu, ada banyak lagi manfaat mindful eating untuk kesehatan kita.

MANFAAT MINDFUL EATING

1. Mengontrol Porsi Makan

Seorang ahli gizi dan dosen di Harvard School of Public Health, Lilian Cheung, menyatakan bahwa mindful eating dapat membantu menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan.

Saat kita melakukan mindful eating, kita mengobservasi apa saja makanan yang masuk ke dalam tubuh dan bagaimana efeknya. Sehingga ketika kita sudah merasakan efek kenyang, kita akan segera berhenti makan. Jadi makanan yang kita santap sesuai dengan kebutuhan tubuh tanpa berlebihan.

2. Menjauhkan Pilihan Makanan Tidak Sehat

Biasanya bagaimana sih kategori kalian dalam memilih makanan? Pilih yang ada di depan mata? Pilih yang murah? Pilih yang lagi diinginkan saja? Pilih yang kelihatannya enak?

Kebanyakan orang memilih makanan berdasarkan alasan-alasan di atas dan jarang sekali yang memilih dengan alasan memenuhi nutrisi dan gizi yang dibutuhkan tubuh, sebab kita sendiri tidak menyadari kondisi tubuh kita. Hal ini tentu saja berbahaya jika dilakukan dalam jangka panjang sebab gizi seimbang yang dibutuhkan tubuh tidak terpenuhi.

Hal ini bisa dihindari dengan menerapkan mindful eating. Mindful eating membuatmu menyadari kondisi tubuh sehingga mengerti apa yang dibutuhkan oleh tubuh saat ini. Misal, belakangan kok rasanya sulit buang air besar ya?

Berarti tubuhmu sedang kekurangan serat sehingga kamu perlu menambah asupan serat. Serat bisa didapat dari buah pisang, alpukat, brokoli, brussel, hingga kacang-kacangan.

Atau kamu merasa mudah lelah, imunitas menurun, dan rambut tiba-tiba rontok? Bisa jadi kamu mengalami stress dan juga kekurangan protein. Jika kamu mengetahui hal semacam ini, kamu akan lebih selektif menambahkan menu seperti daging, telur, tahu, atau tempe sebagai sumber protein ke dalam makanan yang akan kamu santap.

3. Lebih Menghargai Makanan

Mindful eating mendorongmu untuk sepenuhnya sadar saat makan. Hal ini membuatmu lebih peka terhadap setiap komponen makanan sehingga kamu bisa lebih menghargai bahan-bahan yang ada di dalam makanan, proses pembuatan makanan, hingga perpaduan rasa yang diberikan oleh makanan tersebut, dan bagaimana efeknya untuk tubuh kalian.

Baca Artikel Serupa: Kenalan dengan Mindful Eating, Awal Gaya Hidup Sehat

TIPS MEMULAI MINDFUL EATING

Jika kamu tertarik mencoba melakukan mindful eating, kamu bisa mencoba beberapa tips yang harus dilakukan saat makan di bawah ini. Kamu tidak perlu melakukan sekaligus karena kalau terlalu banyak berpikir saat melakukan, kamu bisa-bisa malah stress dan tidak menikmati proses. Padahal kunci untuk bisa merasakan manfaat dari mindful eating adalah penerapannya yang konsisten dan dalam jangka waktu lama agar menjadi sebuah kebiasaan gaya hidup sehat.

1. Makan Saat Lapar

Kulina - Tahapan Mindful Eating - Makan Saat Lapar

Sebelum makan, tanyakan pada diri sendiri dulu apakah kamu benar-benar lapar dan tubuh membutuhkan makanan? Atau kah ingin makan karena alasan lainnya? Jika betul karena lapar, kamu bisa makan dan segera berhenti saat merasa kenyang. Namun jika jawabannya karena alasan lain, kamu yang menyadari hal ini akan menunda keinginan makan sehingga tidak ada kalori berlebih yang masuk ke dalam tubuh.

2. Makan Perlahan dan Tidak Terburu-Buru Saat Mengunyah

Kulina - Tahapan Mindful Eating - Makan Perlahan

Tahukah kamu? Mengunyah makanan terlalu cepat ternyata justru menyebabkan makan lebih banyak sehingga kita jadi lebih mudah naik berat badan. Mengunyah makanan terlalu cepat juga membuat tubuh kita tidak sempat merasakan kenikmatan makanan karena yang kita kejar hanya rasa kenyang.

Jika kamu menerapkan mindful eating, kamu akan mengunyah makanan secara perlahan sehingga bisa merasakan rasa dan tekstur makanan dari setiap suapan. Setiap suapan yang masuk ke dalam mulut memberi sensasi tersendiri yang bisa membuat kita lebih cepat kenyang. Rasa kenyang itu pun akan bertahan lebih lama.

3. Makan Tanpa Gangguan

Kulina - Tahapan Mindful Eating - Makan Tanpa Gangguan

Kita sering sekali makan sambil melakukan berbagai aktivitas lain misal menonton film, membaca buku, atau bahkan sambil bekerja. Kita melakukan hal ini sebab merasa makan bukanlah sesuatu hal yang penting dan bisa dijadikan sambilan.

Padahal kegiatan makan sangat penting untuk memenuhi gizi seimbang yang dibutuhkan tubuh untuk bisa beraktivitas dengan baik. Nah… Mindful eating mengharapkanmu untuk fokus selama kegiatan makan, tanpa ada distraksi dari kegiatan lain. Hal ini membuatmu lebih bisa menikmati makanan yang sedang kamu makan. Pun membuat tubuhmu menyerap nutrisi lebih baik lagi.

Kamu bisa mencoba melakukannya satu per satu. Perlahan tapi pasti, tips-tips di atas akan menjadi sebuah kebiasan baik yang bisa membawamu pada gaya hidup yang lebih sehat!

Kenalan dengan Mindful Eating, Awal Gaya Hidup Sehat

Kulina - Mindful Eating

Gaya hidup sehat dimulai dari menjaga pola makan. Makan adalah sebuah kegiatan yang pasti kita lakukan setiap hari mulai dari pagi, siang, hingga malam. Mungkin karena sudah menjadi kegiatan sehari-hari, kita sering tidak terlalu memperhatikan dan menghargai makanan.

Tahukah kalian? Bahwa ternyata kegiatan makan, tidak harus disebabkan oleh rasa lapar! Kita bisa makan karena bosan, saat sedang sedih, atau bahkan saat terlalu senang juga.

Ketidaksadaran akan makan seperti mengonsumsi popcorn saat menonton film atau makan banyak saat ada acara spesial, jika dilakukan sesekali memang tidak berbahaya. Namun jika dilakukan terus-terusan, keinginan makan bukan karena rasa lapar ini bisa mendorong pada gaya hidup tidak sehat.

Gaya hidup tidak sehat merupakan faktor resiko utama bebagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit lain yang berhubungan dengan obesitas.

Kalian gak mau kan kena berbagai penyakit di usia muda? Yuk, simak kebiasaan makan buruk apa saja yang bisa kita hindari di bawah ini.

KEBIASAAN MAKAN TIDAK SEHAT

1. Melewatkan Sarapan

Kulina - Kebiasaan Makan Gaya Hidup Tidak Sehat - Melewatkan Sarapan

Banyak penelitian telah mengatakan bahwa sarapan adalah waktu makan yang penting bagi tubuh. Pun begitu, tetap banyak yang melewatkannya. Padahal saat kamu melewatkan sarapan, berarti kamu tidak mengisi bahan bakar dalam tubuh untuk menjalankan aktivitas di pagi hari. Kekosongan perut sejak pagi, bertumpuk sampai siang hingga menyebabkan kamu makan banyak di siang hari – tanpa sadar sebenarnya sudah kenyang atau belum.

Kebanyakan makan membuatmu merasa kekenyangan dan mudah mengantuk. Sudah begitu, sebenarnya tubuh juga kurang waktu untuk membakar kalori yang didapat hingga tiba-tiba sudah waktunya makan malam – yang berarti mengisi kalori lagi!

Jadi… jangan lewatkan waktu sarapan ya. Sarapan sederhana dengan telur rebus atau setangkup roti pun cukup sebagai amunisi tubuh untuk berkegiatan di pagi hari.

2. Makan Camilan Sepanjang Hari

Kulina - Kebiasaan Makan - Makan Camilan Sepanjang Hari

Salah satu dampak lain melewatkan sarapan adalah keinginanmu untuk mencari alternatif mudah dalam mengisi perut dengan cara makan camilan. Makan camilan satu atau dua kali dengan porsi sedikit dalam sehari masih wajar, namun jika terus makan camilan sepanjang hari tentu jangan dibiarkan. Apalagi jika makan camilan sambil melakukan aktivitas lainnya, kamu semakin tidak sadar dan tidak bisa mengontrol apa yang kamu makan.

Camilan biasanya memang memiliki bentuk yang lebih menarik dan rasa yang lebih enak, namun hal-hal yang sebenarnya dibutuhkan tubuh seperti vitamin, protein, dan karbohidrat tidak cukup. Hal ini mendorongmu untuk terus mengonsumsi camilan dengan harapan bisa merasa kenyang. Padahal camilan hanya memberi rasa kenyang sementara dengan gula dan lemak yang lebih banyak ketimbang makan biasa.

Makan camilan sepanjang hari tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, melainkan juga oleh anak-anak yang lebih suka makan permen atau es krim dari pada sayur dan buah.

Yuk, perhatikan lagi waktu, porsi, dan jenis camilan yang kamu makan.

3. Makan Saat Emosi

Kulina - Kebiasaan Makan - Makan Saat Emosi

Emosi terdiri dari berbagai macam perasaan seperti bosan, stress, sedih, atau bahkan senang. Dorongan emosi ini memiliki efek yang berbeda pada setiap orang.

Sejumlah penelitian telah menyatakan bahwa emosi, baik yang positif atau negatif, dapat menyebabkan seseorang makan lebih banyak dari yang seharusnya.

Misal saat sedang suntuk di kantor, mungkin kamu ingin mencari suasana yang lebih menyenangkan dengan makan di luar lalu memesan banyak makanan sekaligus dalam upayamu menekan perasaan negatif yang sedang dirasa. Atau bisa juga karena dapat promosi di kantor, kamu ingin merayakannya dengan makan kue-kue yang menggugah selera.

Hal ini justru membangun pola di dalam tubuhmu: jika sedang sedih berarti makan banyak, sedangkan jika senang berarti makan gula dan lemak. Pola yang berulang akan menjadi kebiasaan dan kebiasaan ini akan membawamu pada gaya hidup tidak sehat.

Jika kamu termasuk orang-orang yang makan karena dorongan emosi, cobalah cari cara lain untuk mengekspresikan perasaan.

Baca Artikel Serupa: 5 Perusahaan dengan Makan Siang Terbaik di Dunia

Setelah mengetahui kebiasaan makan buruk yang mendorong diri pada gaya hidup tidak sehat, sekarang saatnya kita berbicara tentang bagaimana memulai gaya hidup yang lebih sehat.

KEBIASAAN MAKAN SEHAT DENGAN MINDFUL EATING

Kulina - Kebiasaan Makan Gaya Hidup Sehat dengan Mindful Eating

Gaya hidup sehat bisa dimulai dengan jam tidur cukup, rutin minum air putih, olah raga, dan makan yang teratur dan sehat dengan metode mindful eating. Mindful eating artinya makan dengan kesadaran penuh.

Makan dengan kesadaran penuh berarti kamu tahu betul alasan kamu makan, jenis makan, porsi makan, rasa dari setiap komponen makanan, hingga perasaan yang kamu rasa selama dan setelah makan.

Makan dengan kesadaran penuh bisa membantu menghindari kebiasaan buruk saat makan. Misal saat kamu kepikiran ingin makan, kamu bisa bertanya pada diri sendiri dulu – apakah mau makan karena beneran lapar atau karena perasaan lainnya? Jika bukan karena lapar, kamu jadi sadar dan membatalkan niatmu untuk makan.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat mindful eating:

  • Makan hanya saat benar-benar merasa lapar.
  • Makan perlahan dengan tidak terburu-buru saat mengunyah.
  • Merasakan setiap sensasi yang diberikan makanan untuk tubuh.
  • Makan tanpa gangguan aktivitas lainnya.
  • Mengingat tujuan dari makan adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kesehatan.
  • Menghargai proses pembuatan dan pencernaan makanan.

Mindful eating terbukti bisa memberikan banyak manfaat untuk tubuh kita. Seorang ahli gizi dan dosen di Harvard School of Public Health, Lilian Cheung, menyatakan bahwa mindful eating dapat membantu menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan.

Cobalah mulai melakukan mindful eating seperti di atas. Tak perlu langsung sekaligus, lakukan satu-satu hingga terbiasa, baru tambahkan aktivitas selanjutnya dan rasakan perbedaannya untuk tubuh kalian!