Resep Sederhana Bikin Gudeg di Rumah

Writer: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

C:\Users\Owner\Downloads\087104900_1540012135-shutterstock_502495246.jpg

Buah Nangka matang berwarna kuning terang – memang lebih cocok dijadikan buah pelengkap dalam sup buah atau es campur. Tapi gak hanya nangka matang saja yang sedap disantap, lho! Nangka muda atau Gori, juga bisa jadi kudapan lezat sebagai bahan utama Gudeg.

Siapa yang tidak tahu Gudeg? Gudeg merupakan makanan khas dari Jawa Tengah dan Yoyakarta yang terkenal dengan cita rasa manis dan warna cokelatnya yang menarik. Tahukah kamu dari mana asal warna cokelat itu? Dari gula aren.

Nangka muda yang masih keras, bisa menjadi lembut, bahkan teksturnya menyerupai daging ayam jika dimasak bersama dengan gula aren dalam waktu tertentu. Cara masak unik inilah yang menjadikan Gudeg makanan wajib bagi pelancong yang sedang berlibur ke Jawa Tengah atau Yogyakarta. Gudeg juga terus berinovasi, salah satunya dalam hal packaging yang memungkinkan Gudeg untuk lebih tahan lama dan dibawa pergi jauh sebagai oleh-oleh.

Tapi gimana kalau gak ada oleh-oleh Gudeg dan gak lagi di Yogyakarta? Padahal udah kebayang banget makan nasi putih hangat lauk Gudeg, uwhhh ~

Tunggu, jangan keburu baper dulu! Kita bisa kok bikin Gudeg sendiri di rumah dengan cara yang lebih sederhana, dijamin kamu pun bisa bikinnya. Berikut Kulina sengaja pilih resep sederhana untuk bikin Gudeg sendiri di rumah.

Kalian cuma butuh siapin bahan-bahan berikut dan ikuti instruksinya deh! Selamat mencoba ya!

Bahan-bahan:

  • 1 kg nangka muda
  • 2 liter santan
  • 1 liter air kelapa
  • Secukupnya lengkuas yang diiris memangjang
  • 5 lembar daun salam
  • Telur rebus
  • Gula aren 200 gram

Bahan Bumbu Halus:

  • Garam 2 sendok makan
  • Kemiri yang disangrai 10 butir
  • Ketumbar yang sudah disangrai 1 sendok teh
  • Bawang merah 15 butir
  • Bawang putih 10 butir
  • Merica bubuk setengah sendok teh

Cara Membuat:

  1. Pertama, bersihkan nangka muda yang telah disipkan hingga tidak ada getah atapun kotoran kemudian potong-potong dadu atau sesuai selera.
  2. Kemudian, nangka muda yng telah dicuci dan dibersihkan, direbus beberapa menit saja lalu tiriskan.
  3. Selanjutnya, masukkan telur rebus, gula aren, dan nangka yang sudah dipotong tadi ke panci. Sebelumnya, letakan beberapa lembar daun salam yang telah disiapkan pada alas panci dan letakkan irisan lengkuas diatasnya.
  4. Bumbu-bumbu dihaluskan, kemudian dicampurkan dengan setengah air kelapa. Aduk merata dan tuangkan pada panci.
  5. Tuangkan air kelapa yang tidak dicampur sampai telur dan nangka semuanya terendam kemudian tutup pancinya, seperti membuat sayur nangka biasanya.
  6. Kemudian masak gudeg selama kurang lebih 2 jam dengan api sedang tanpa membuka tutup panci. Lalu, jika air sudah menyusut, sisihkan, dan angkat telur.
  7. Selanjutnya, santan dituangkan dan aduk sambil menghancurkan potongan nangka. Telur dimasukkan lagi hingga sedikit terendam dengan nangka. Masak kembali kurang lebih 3 sampai 4 jam dengan api kecil sambil diaduk perlahan.
  8. Jika santan sudah habis dan gudeg dirasa sudah berwarna coklat kemerahan itu berarti gudeg yang Anda buat sudah matang.

Tips Membuat Gudeg Agar Enak dan Istimewa

  1. Pertama, ada baiknya Anda menggunakan kompor listrik karena saat memasak dengan api kecil, jika dengan menggunakan kompor maka api tersebut bisa mati. Nah, agar api yang dihasilkan stabil, ada baiknya menggunakan kompor listrik dengan mengatur 300 watt dan masak selama 7 jam.
  2. Selanjutnya, karena waktu yang lama dalam memasak, Anda lebih baik menggunakan panci dengan alas yang tebal.
  3. Jangan gunakan santan instan, benar-benar santan dari kelapa tua. Kelapa tua inilah rahasia rasa gurih yang tercipta agar gudeg terasa lebih sempurna.

Nah gampang kan bikinnya? Yuk, siapin bahan-bahannya, siapa tahu bisa jadi salah satu agenda eksperimen masakanmu di akhir pekan nanti!

Malas masak? Langganan katering Kulina aja!
[KULINA DI JOGJA]

SUMBER:
https://resepmasakan.id/resep-membuat-gudeg-asli-jogja/


Keunikan Soto Ambengan Khas Surabaya

Writer: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Sarapan atau makan siang dengan makan makanan berkuah bisa jadi pilihan paling mantap. Seperti misalkan menikmati hidangan khas Indonesia, Soto! Identik dengan kuah rempah dipadukan dengan sayur tauge, kobis, dan bihun.

Menu ini memiliki penyebutan nama berbeda-beda di tiap daerah, seperti Sroto, Coto, Sauto maupun Tauto. Beda nama beda pula versi dan resep Sotonya. Komposisi kuah Soto disesuaikan dengan daerah dimana Soto tersebut dibuat. Ada yang menggunakan daging ayam, daging sapi maupun bagian kaki sapi bahkan bagian jeroan sapi pun juga ada. Dari sinilah biasanya lahir beragam jenis Soto sesuai dengan isiannya. Secara penyajian, kerap diberikan beberapa pilihan karbohidrat seperti nasi, ketupat, lontong, maupun mi.

Mau makan siang pakai Coto Makassar atau Sroto Sokaraja? Semuanya sama-sama nikmat, seperti halnya menu Soto khas dari Surabaya ini yang memiliki penggemarnya sendiri, apalagi kalau bukan Soto Ambengan.

C:\Users\Owner\Downloads\menu-sarapan-soto-di-jakarta.jpg

Apa ya keunikan Soto Ambengan? Kenapa diberi nama Ambengan?

Kalau kata netijen, nama Ambengan jadi viral karena dipelopori oleh Pak Hasni Sadi. Ceritanya berawal dari depot soto ayam Pak Sadi yang terletak di jalan Ambengan Surabaya. Soto Pak Sadi di jalan Ambengan ini termasuk legendaris lho guys, soalnya Pak Sadi sudah melayani pelanggannya sejak tahun 1970. Siapa sangka, Pak Sadi yang berjualan hanya dengan memikul dagangannya keliling kampung, sanggup membawa Soto Ambengannya meraih penghargaan World Street Congress Food sebagai Master of the Year di tahun 2013! Waaahhh keren ya, jadi gak heran kan kenapa Soto Ambengan bisa bertahan sampai sekarang?

Emang se-enak apa sih sampai bisa dapat penghargaan?

Kuah soto menjadi golden treasure-nya nih, guys. Soto Ambengan memiliki ciri khas kuah berwarna bening dan sedikit kuning. Selain itu, bumbu rempah kunyit, lengkuas, dan serai cukup menonjol dalam aroma kuahnya. Daging ayam dan beragam bagian ayam lainnya dipakai sebagai isian dalam soto ini. Tak lupa menambahkan telur rebus, bihun, kubis, dan nasi putih sebagai pelengkap.

Selain yang telah disebutkan sebelumnya, ada satu pelengkap utama yang bikin soto ini gak sah disebut Soto Ambengan. Apalagi kalau bukan Koya! Koya adalah pelengkap spesial semangkok sotomu. Terbuat dari campuran kerupuk udang, parutan kelapa dan bawang putih yang ditumbuk halus. Kawasan Jawa Timur, khususnya Surabaya terkenal dengan oleh-oleh serba kerupuk terutama kerupuk ikan. Tak heran, Koya benar-benar tumbuh dari bahan-bahan lokal favorit masyarakatnya.

Biasanya Koya akan disediakan dalam wadah tersendiri atau terkadang ada juga yang menyajikannya sebagai topping dalam satu porsi soto. Menambahkan Koya dalam seporsi soto, akan memberikan sensasi gurih umami. Khusus kalian penggemar kuah kental akan ketagihan dengan menambahkan banyak-banyak koya nih. Soalnya konsistensi kuah akan lebih mengental sehingga memberikan sensasi comfort food. Legit~

Sebelum pesen satu porsi soto, kalian tim soto pisah atau soto campur nih?

SUMBER:
https://id.wikipedia.org/wiki/Soto
https://id.wikipedia.org/wiki/Soto_ayam_Ambengan
https://food.detik.com/info-kuliner/d-4436812/dari-pikulan-soto-ayam-ambengan-pak-sadi-jadi-soto-legendaris-indonesia


3 Hidangan Istimewa untuk Raja Kasultanan Yogyakarta

Writter: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Daerah Istimewa di Indonesia kini hanya ada 2, salah satunya Yogyakarta atau biasa dikenal dengan Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta terkenal sebagai kota wisata beserta beberapa kuliner unik – yang identik dengan rasa manis. Tidak hanya itu, berbeda dengan daerah lainnya, Yogyakarta dipimpin oleh seorang Raja atau Sultan yang menjabat secara turun temurun sesuai garis keturunan. Tentu saja, ada beberapa hidangan istimewa yang hanya diperuntukkan untuk seorang Sultan.

Tak sembarang orang bisa menyajikan hidangan ke hadapan Sri Sultan. Para abdi dalem khusus yang bekerja di dapur akan menyediakan segala hidangan, kemudian akan dihantarkan oleh abdi dalem lainnya ke meja makan Sri Sultan.  Dengan memegang tradisi penyajian yakni ladosan dhahar dalem, tradisi tiap jaman Kasultanan memiliki caranya masing-masing sesuai selera Sri Sultan.

Bicara soal selera, pernah terbersit gak sih apa hidangan paling disukai para Sultan? Nih, Kulina rangkum beberapa hidangan istimewa yang dihidangkan bagi para Raja Kasultanan Yogyakarta. Mari kuy simak!

1. Selada Huzar

C:\Users\Owner\Downloads\bale-raos-9-1efbb5fd1fa0b01357f12e7b475c2715.jpg

Pada jaman kolonial, saat Belanda masih memegang kekuasaan di Indonesia, sedikit banyak menu makanan dipengaruhi selera ala Barat. Seperti Selada Huzar yang menjadi salah satu menu pembuka yang digemari Sri Sultan HB VIII dengan masa kepemimpinan dari tahun 1921-1939. Gaya masakan kolonial cukup kental karena adanya saus mayonais dan mustard yang menjadi andalan menu ini. Selada Huzar berisi macam-macam isian sayur seperti wortel, kentang, buncis, timun, dan daun selada. Satu lagi yang membuat Selada Huzar makin terkesan gaya kolonialnya adalah sosis sapi dan keju parut sebagai topping.

2. Urip-urip Gulung

C:\Users\Owner\Downloads\nanatimisela_Urip-uripGulung.jpg

Hidangan ini menjadi favorit Sri Sultan HB VII selama masa jabatan beliau. Sekilas mirip dengan Mangut Lele, masakan khas dari selatan Yogyakarta. Namun siapa sangka masakan ala rumahan tersebut juga disajikan ala gourmet? Dengan memisahkan daging Lele dari durinya alias fillet, membuat ikan Lele sejenak naik kelas! Proses memasak daging fillet tersebut adalah dengan cara dipanggang kemudian diberi saus mangut dengan aroma khasnya. Kebayangkan menikmati mangut tanpa jejak duri? Yummy!

3. Manuk Nom

C:\Users\Owner\Downloads\bale-raos-2-3c45e44a96b84e6588f45fe528e6b549.jpg

Pada masa jabatan Sri Sultan HB VII di tahun 1877-1921, puding ini disajikan sebagai makanan penutup. Namun pada masa jabatan Sri Sultan HB VIII di tahun 1921-1939, Manuk Nom disajikan sebagai makanan pembuka. Bila kebanyakan puding akan dikombinasikan dengan buah-buahan, tidak dengan Manuk Nom. Puding dengan isian tape ketan hijau ini, dicampur dengan telur ayam, sehingga kombinasi rasa asam seimbang dengan gurih telur ayam. Rasanya makin nano-nano karena ditambahkan Emping Mlinjo sebagai pelengkap 

Wah unik-unik banget ya ternyata hidangan ala Kasultanan Yogyakarta! Ayo siapa nih yang habis ini pingin cobain?

[CARI TAHU TENTANG KULINA]

SUMBER:
https://jogja.idntimes.com/food/dining-guide/febriana-sintasari/14-menu-makanan-dan-minuman-kesukaan-raja-kratonyogya/full

5 Jenis Pepes yang Harus Kamu Tahu

Pepes atau Pais merupakan salah satu cara memasak khas dari Jawa Barat. Cara memasak pepes berarti mengolah bahan makanan (awalnya hanya ikan) dengan bumbu untuk kemudian dibungkus daun pisang dan dibakar hingga kering. Namun seiring perkembangan jaman, bahan yang bisa dimasak pepes terus berkembang. Tidak hanya di Jawa Barat, pepes juga menyebar di berbagai daerah lain di Indonesia.

Yuk, simak ada jenis apa saja yang bisa kita santap!

1. Pepes Ikan

Pada mulanya, cara memasak pepes memang hanya diperuntukan untuk ikan. Ikan yang digunakan pun sangat beragam mulai dari ikan air tawar hingga air asin. Beberapa ikan yang biasa dimasak pepes antara lain ikan mas, ikan kembung, ikan pindang, ikan patin, ikan gurame, hingga ikan nila.

2. Pepes Ayam

Tentu tidak semua orang bisa memakan ikan. Ada yang tidak bisa makan ikan karena alergi, ada pula yang tidak suka makan ikan karena banyak duri. Maka orang Indonesia pun mulai berinovasi untuk membuat berbagai olahan pepes menggunakan daging lain, salah satunya tentu saja, ayam.

Ada dua jenis ayam yang biasa dimasak pepes. Pertama, ayam bagian paha bawah utuh dengan tulangnya. Kedua, daging ayam suwir yang berasal dari bagian dada. Kedua olahan pepes ayam ini, biasa disajikan dengan cita rasa yang lebih pedas.

3. Pepes Tahu

Setelah menggunakan beberapa jenis daging, olahan pepes kembali berkembang menggunakan bahan makanan non-daging, salah satunya, tahu. Tahu yang hendak dimasak pepes dihaluskan terlebih dahulu, kemudian dicampur bumbu, baru kemudian dibungkus daun pisang. Jangan lupa, tambahkan daun kemangi untuk menambah cita rasa dan aroma.

4. Pepes Jamur

Satu lagi bahan makanan non-daging yang bisa dijadikan pepes adalah jamur. Jamur yang cocok dimasak pepes adalah jenis jamur timar. Tekstur jamur tiram setelah dimasak berubah menjadi kenyal layaknya daging. Itulah sebabnya jamur satu ini cocok juga jika dimasak dengan cara pepes.

5. Pepes Nasi

Setelah selama ini pepes menjadi bagian dari lauk pauk ketika makan, orang-orang mulai berpikir untuk sekalian menjadikannya menu utama atau sumber karbohidrat. Tidak hanya daging dan sayur yang dipepes, melainkan nasi juga langsung dipepes bersama lauk dan bumbunya.

Nasi yang dipakai juga bukan hanya sekedar nasi biasa. Nasi diberi bumbu terlebih dulu menggunakan santan, parutan kelapa, daun salam, dan serai. Bahan-bahan tersebut langsung dimasukkan ketika menanak nasi. Nasi yang sudah matang kemudian dicampur dengan lauk-pauk yang sudah diberi bumbu pedas khas pepes. Nasi sekaligus lauknya kemudian dibakar dan siap disantap sebagai pengganjal rasa lapar!

Jadi bisa dibilang, pepes nasi ini adalah gabungan dari nasi liwet dengan lauk pepes.

Penasaran? Intip yuk, kreasi Nasi Pepes dari Dapur Mangia di Kulina!

[LIHAT MENU PEPES]

SUMBER:
https://www.idntimes.com/food/diet/rahmadila-eka-putri/5-jenis-pepes-khas-nusantara-unik-hingga-nyentrik-c1c2/full
https://www.femina.co.id/nasi/nasi-pepes-bakar