Kenalan dengan Mindful Eating, Awal Gaya Hidup Sehat

Kulina - Mindful Eating

Gaya hidup sehat dimulai dari menjaga pola makan. Makan adalah sebuah kegiatan yang pasti kita lakukan setiap hari mulai dari pagi, siang, hingga malam. Mungkin karena sudah menjadi kegiatan sehari-hari, kita sering tidak terlalu memperhatikan dan menghargai makanan.

Tahukah kalian? Bahwa ternyata kegiatan makan, tidak harus disebabkan oleh rasa lapar! Kita bisa makan karena bosan, saat sedang sedih, atau bahkan saat terlalu senang juga.

Ketidaksadaran akan makan seperti mengonsumsi popcorn saat menonton film atau makan banyak saat ada acara spesial, jika dilakukan sesekali memang tidak berbahaya. Namun jika dilakukan terus-terusan, keinginan makan bukan karena rasa lapar ini bisa mendorong pada gaya hidup tidak sehat.

Gaya hidup tidak sehat merupakan faktor resiko utama bebagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, dan penyakit lain yang berhubungan dengan obesitas.

Kalian gak mau kan kena berbagai penyakit di usia muda? Yuk, simak kebiasaan makan buruk apa saja yang bisa kita hindari di bawah ini.

KEBIASAAN MAKAN TIDAK SEHAT

1. Melewatkan Sarapan

Kulina - Kebiasaan Makan Gaya Hidup Tidak Sehat - Melewatkan Sarapan

Banyak penelitian telah mengatakan bahwa sarapan adalah waktu makan yang penting bagi tubuh. Pun begitu, tetap banyak yang melewatkannya. Padahal saat kamu melewatkan sarapan, berarti kamu tidak mengisi bahan bakar dalam tubuh untuk menjalankan aktivitas di pagi hari. Kekosongan perut sejak pagi, bertumpuk sampai siang hingga menyebabkan kamu makan banyak di siang hari – tanpa sadar sebenarnya sudah kenyang atau belum.

Kebanyakan makan membuatmu merasa kekenyangan dan mudah mengantuk. Sudah begitu, sebenarnya tubuh juga kurang waktu untuk membakar kalori yang didapat hingga tiba-tiba sudah waktunya makan malam – yang berarti mengisi kalori lagi!

Jadi… jangan lewatkan waktu sarapan ya. Sarapan sederhana dengan telur rebus atau setangkup roti pun cukup sebagai amunisi tubuh untuk berkegiatan di pagi hari.

2. Makan Camilan Sepanjang Hari

Kulina - Kebiasaan Makan - Makan Camilan Sepanjang Hari

Salah satu dampak lain melewatkan sarapan adalah keinginanmu untuk mencari alternatif mudah dalam mengisi perut dengan cara makan camilan. Makan camilan satu atau dua kali dengan porsi sedikit dalam sehari masih wajar, namun jika terus makan camilan sepanjang hari tentu jangan dibiarkan. Apalagi jika makan camilan sambil melakukan aktivitas lainnya, kamu semakin tidak sadar dan tidak bisa mengontrol apa yang kamu makan.

Camilan biasanya memang memiliki bentuk yang lebih menarik dan rasa yang lebih enak, namun hal-hal yang sebenarnya dibutuhkan tubuh seperti vitamin, protein, dan karbohidrat tidak cukup. Hal ini mendorongmu untuk terus mengonsumsi camilan dengan harapan bisa merasa kenyang. Padahal camilan hanya memberi rasa kenyang sementara dengan gula dan lemak yang lebih banyak ketimbang makan biasa.

Makan camilan sepanjang hari tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, melainkan juga oleh anak-anak yang lebih suka makan permen atau es krim dari pada sayur dan buah.

Yuk, perhatikan lagi waktu, porsi, dan jenis camilan yang kamu makan.

3. Makan Saat Emosi

Kulina - Kebiasaan Makan - Makan Saat Emosi

Emosi terdiri dari berbagai macam perasaan seperti bosan, stress, sedih, atau bahkan senang. Dorongan emosi ini memiliki efek yang berbeda pada setiap orang.

Sejumlah penelitian telah menyatakan bahwa emosi, baik yang positif atau negatif, dapat menyebabkan seseorang makan lebih banyak dari yang seharusnya.

Misal saat sedang suntuk di kantor, mungkin kamu ingin mencari suasana yang lebih menyenangkan dengan makan di luar lalu memesan banyak makanan sekaligus dalam upayamu menekan perasaan negatif yang sedang dirasa. Atau bisa juga karena dapat promosi di kantor, kamu ingin merayakannya dengan makan kue-kue yang menggugah selera.

Hal ini justru membangun pola di dalam tubuhmu: jika sedang sedih berarti makan banyak, sedangkan jika senang berarti makan gula dan lemak. Pola yang berulang akan menjadi kebiasaan dan kebiasaan ini akan membawamu pada gaya hidup tidak sehat.

Jika kamu termasuk orang-orang yang makan karena dorongan emosi, cobalah cari cara lain untuk mengekspresikan perasaan.

Baca Artikel Serupa: 5 Perusahaan dengan Makan Siang Terbaik di Dunia

Setelah mengetahui kebiasaan makan buruk yang mendorong diri pada gaya hidup tidak sehat, sekarang saatnya kita berbicara tentang bagaimana memulai gaya hidup yang lebih sehat.

KEBIASAAN MAKAN SEHAT DENGAN MINDFUL EATING

Kulina - Kebiasaan Makan Gaya Hidup Sehat dengan Mindful Eating

Gaya hidup sehat bisa dimulai dengan jam tidur cukup, rutin minum air putih, olah raga, dan makan yang teratur dan sehat dengan metode mindful eating. Mindful eating artinya makan dengan kesadaran penuh.

Makan dengan kesadaran penuh berarti kamu tahu betul alasan kamu makan, jenis makan, porsi makan, rasa dari setiap komponen makanan, hingga perasaan yang kamu rasa selama dan setelah makan.

Makan dengan kesadaran penuh bisa membantu menghindari kebiasaan buruk saat makan. Misal saat kamu kepikiran ingin makan, kamu bisa bertanya pada diri sendiri dulu – apakah mau makan karena beneran lapar atau karena perasaan lainnya? Jika bukan karena lapar, kamu jadi sadar dan membatalkan niatmu untuk makan.

Beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat mindful eating:

  • Makan hanya saat benar-benar merasa lapar.
  • Makan perlahan dengan tidak terburu-buru saat mengunyah.
  • Merasakan setiap sensasi yang diberikan makanan untuk tubuh.
  • Makan tanpa gangguan aktivitas lainnya.
  • Mengingat tujuan dari makan adalah untuk memenuhi kebutuhan dan kesehatan.
  • Menghargai proses pembuatan dan pencernaan makanan.

Mindful eating terbukti bisa memberikan banyak manfaat untuk tubuh kita. Seorang ahli gizi dan dosen di Harvard School of Public Health, Lilian Cheung, menyatakan bahwa mindful eating dapat membantu menjaga kesehatan dan menurunkan berat badan.

Cobalah mulai melakukan mindful eating seperti di atas. Tak perlu langsung sekaligus, lakukan satu-satu hingga terbiasa, baru tambahkan aktivitas selanjutnya dan rasakan perbedaannya untuk tubuh kalian!

5 Cara Meningkatkan Imunitas Lawan Corona

Cover-Kulina-Meningkatkan-Imunitas-Lawan-Corona

Sejak kemunculannya akhir tahun lalu, virus Corona atau Covid-19 telah menyebar cepat ke banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Alhasil, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah virus Corona sebagai pandemi. Tentu saja ini membuat ngeri banyak orang, pasalnya virus ini juga mematikan.

Virus Corona menular melalui kontak perorangan secara langsung. Virus ini juga rentan terhadap mereka yang memiliki imunitas rendah. Terlepas dari gejala dan dampak virus Corona yang mengerikan, virus ini sebenarnya bisa dihindari dengan cara-cara mudah yang bisa kita lakukan setiap hari. Maka dari itu, mari meningkatkan imunitas diri kita sekarang juga!

1. Waktu Istirahat yang Cukup

1. Meningkatkan Imunitas Lawan Corona - Istirahat yang Cukup
Meningkatkan Imunitas Lawan Corona – Istirahat yang Cukup

Ketika selama ini kita sibuk berkegiatan di luar, kita sering kali abai pada waktu istirahat – kita begadang karena masih harus menyelesaikan pekerjaan atau untuk bermain game dan menonton film melepas penat.

Sekarang, ubah kebiasaan itu. Banyak perusahaan telah menetapkan work from home yang mana load pekerjaan telah berkurang dari biasanya. Jadi, selesaikan pekerjaan kita di rumah hingga sore hari saja. Saat malam, benar-benar gunakan waktu itu untuk berisitirahat untuk meningkatkan imunitas.

Berikut waktu istirahat ideal sesuai dengan kategori usia:

  • Usia 0 – 3 Tahun : 12 – 18 Jam per Hari
  • Usia 3 – 6 Tahun : 11 – 13 Jam per Hari
  • Usia 6 – 12 Tahun : 10 Jam per Hari
  • Usia 12 – 18 Tahun : 8 – 9 Jam per Hari
  • Usia 18 – 40 Tahun : 7 – 8 Jam per Hari
  • Usia Lansia : 6 – 7 Jam per Hari

2. Berjemur 15 Menit Setiap Hari

2. Meningkatkan Imunitas Lawan Corona - Berjemur 15 Menit
Meningkatkan Imunitas Lawan Corona – Berjemur 15 Menit

Alasan utama kita butuh berjemur adalah untuk mendapatkan vitamin D. Vitamin D tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh manusia. Vitamin D hanya bisa didapatkan dari sedikit jenis makanan seperti kuning telur atau susu, dan juga sinar matahari.

Sinar matahari ada dua jenis, ultraviolet A dan ultraviolet B. Ultraviolet A yaitu, sinar gelombang panjang dari matahari, muncul bersamaan matahari terbit sekitar pukul 05.30 sampa 07.00 pagi. Namun yang kita butuhkan adalah sinar ultraviolet B yaitu, sinar gelombang pendek dari matahari yang muncul pukul 10.00 sampai 15.00.

Jadi untuk saat ini, lebih baik kita berjemur di siang hari dan cukup 15 menit saja. Selama berjemur, banyak hal yang bisa kita lakukan agar tidak merasa bosan misal: berkebun, berolah raga, dan membaca. Rutin berjemur setiap hari berarti menambah asupan vitamin D untuk tubuh yang berguna meningkatkan imunitas kita melawan virus Corona.

Baca Artikel Serupa:
[Kupas Tuntas Mitos VS Fakta Seputar Vitamin C]

3. Rajin Cuci Tangan

3. Meningkatkan Imunitas Lawan Corona - Rajin Cuci Tangan
Meningkatkan Imunitas Lawan Corona – Rajin Cuci Tangan

Setelah itu, penting untuk menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir minimal 20 detik setiap cuci tangan. Cuci tanganlah setelah bersentuhan dengan fasilitas umum, bertemu dengan orang lain di luar rumah, hendak mengolah makanan, setelah makan, setelah memegang hewan, dan setelah berpergian dari luar rumah. Selama di luar rumah, pastikan menggunakan masker. Dan untuk berjaga-jaga, selalu bawa hand sanitizer bila Anda tidak menemukan air mengalir dan sabun.

Jika Anda baru bepergian dari luar rumah, selain cuci tangan, pastikan Anda langsung mencuci baju yang digunakan keluar dengan deterjen, mandi, dan segera memakai baju bersih lainnya. Meski tidak langsung meningkatkan imunitas tubuh kita, tindakan ini sangat penting untuk menghindari virus Corona.

4. Jaga Jarak dengan Orang Lain

4. Meningkatkan Imunitas Lawan Corona - Jaga Jarak
Meningkatkan Imunitas Lawan Corona – Jaga Jarak

Jaga jarak atau physical distancing dengan orang lain untuk sementara waktu juga perlu dilakukan. Cara ini juga menjadi bagian dari menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh. Sebab, kita tidak pernah tahu orang yang berada di sekitar kita sedang sakit atau tidak.

Mawas diri dan pastikan jarak Anda dengan orang lain sejauh 2 meter. Jika ada orang disekitar Anda sedang batuk atau flu, sebaiknya menghindar.

5. Konsumsi Makanan Bergizi

5. Meningkatkan Imunitas Lawan Corona - Konsumsi Makanan Bergizi
Meningkatkan Imunitas Lawan Corona – Konsumsi Makanan Bergizi

Konsumsi makanan bergizi yang baik sangat penting dalam membentuk sistem dan meningkatkan imunitas tubuh. Dengan gizi yang baik, maka sistem kekebalan tubuh akan lebih kuat sehingga bisa memberikan perlindungan ekstra bagi tubuh Anda dari berbagai virus penyakit.

Beberapa bahan makanan yang mengandung gizi tinggi dan bisa meningkatkan kekebalan tubuh, antara lain:

  • Kandungan Protein: telur bebek, susu full cream, kerang, ikan mas, udang, daging kambing, ikan kembung, daging sapi dan daging ayam.
  • Kandungan vitamin A: minyak ikan, hati sapi, hati ayam, wortel, kuning telur, mentega, bayam, labu kuning, kangkung dan ubi jalar.
  • Kandungan vitamin C: jambu biji, brokoli, pepaya, jeruk, lemon, strawberry
  • Kandungan vitamin E: minyak zaitun, margarine, minyak jagung, almond, kuaci bunga matahari, minyak bunga matahari.
  • Kandungan zat besi: hati sapi, hari ayam, susu full cream, kacang merah, kuning telur, tempe, daging ayam, kacang hijau, udang dan tahu.

Apabila selama di rumah Anda kesusahan memasak sendiri karena harus belanja ke pasar yang berarti keluar dan bertemu banyak orang, cobalah jaga asupan gizi dengan berlangganan makan pesan antar yang sehat dan lengkap nutrisi seperti Kulina.

Langganan Kulina Aja
Langganan Kulina Aja

SUMBER:
www.cermati.com/artikel/cegah-virus-corona-dengan-jaga-imun-tubuh-begini-caranya
www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/18/kebutuhan-tidur-sesuai-usia
health.grid.id/read/352088091/berjemur-memperkuat-kekebalan-tubuh-melawan-virus-corona-jam-berapa-waktu-yang-tepat?page=all