6 Kuliner Khas Jogja Selain Gudeg yang Harus Kamu Coba

Writer: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Sedulur sekalian paling demen kuliner khas Jogja apa nih? Kalau Gudeg selalu jadi tujuan kuliner paling favorit, mungkin kalian mainnya kurang jauh~ Sebelum habis jatah liburan atau buat kalian yang baru merencanakan liburan ke Jogja, yuk intip beberapa ide kuliner unik Jogja punya berikut ini!

1. Sate Klatak

1. Kuliner Khas Jogja - Sate Klatak
Kuliner Khas Jogja – Sate Klatak

Sekilas nama kuliner unik satu ini seperti menggunakan daging katak sebagai bahan utama. Pasalnya klatak mirip dengan kata katak. Padahal sate ini menggunakan bahan daging kambing muda dengan bumbu sederhana. Kalau sate kambing kebanyakan dibumbui kecap manis atau sambal kacang, khusus sate klatak daging kambing hanya diberi bumbu garam saja. Sebagai pelengkap sate klatak, ada nasi putih hangat dan semangkuk kuah gulai. 

Keunikan dari sate ini dari pada sate lainnya adalah penggunaan jeruji sepeda sebagai tusuk satenya. Kata salah satu pedagangnya, upaya ini baik agar mengurangi penggunaan tusuk sate satu kali pakai. Selain itu bahan besi jeruji memiliki sifat penghantar panas, sehingga daging dapat matang sempurna hingga ke dalam. 

Kuliner sate klatak dapat kalian temui di daerah jalan Imogiri Timur. Bila ingin mencoba resep otentiknya, bisa mencoba di sate klatak “Pak Bari”. Lokasi tepatnya di tengah-tengah pasar Jejeran Wonokromo. Warung ini buka setiap hari pukul 18.00-20.00 (atau sampai habis). Kabarnya, lokasi warung ini juga sempat jadi lokasi syuting film AADC 2 lho.

2. Mie Lethek

2. Kuliner Khas Jogja - Mie Lethek
Kuliner Khas Jogja – Mie Lethek

Kuliner kedua yang gak kalah unik di Jogja, mie lethek. Lethek sendiri artinya adalah kotor atau kondisi tidak bersih. Nama tersebut diperoleh dari warna mie yang keabu-abuan karena dibuat dari tepung tapioka dan gaplek. Keunikan lainnya terdapat dari proses pembuatannya, yakni dengan menggunakan tenaga sapi untuk mencampur dan menggiling adonannya. Mie ini diolah dengan cara tradisional sehingga tak menggunakan pewarna atau bahan pengawet makanan.

Biasanya akan diolah serupa mie jawa, yakni dengan penambahan ayam suwir, telur dan beragam sayuran. Mie ini banyak diproduksi oleh masyarakat Bantul, tepatnya di daerah Srandakan. Namun, sekarang sudah banyak warung bakmi jawa yang mengangkat mie lethek sebagai menu andalannya.

3. Mangut Lele

3. Kuliner Khas Jogja - Mangut Lele
Kuliner Khas Jogja – Mangut Lele

Kuliner berikutnya merupakan kuliner khas dari daerah Sewon, Bantul. Menu ini pertama kali dikenal dari dapur kuliner “Mbah Marto”. Melihat ikan lele cukup mudah didapat, kemudian diolah sedemikian rupa hingga akhirnya jadi kuliner yang cukup populer.

Lele di sini dimasak mangut, yakni mengasapi ikan lele yang sebelumnya telah ditusukkan ke bilah bambu, kemudian diolah dengan bumbu mangut. Semakin nikmat karena menu-menu tersebut bisa didapatkan langsung di lokasi pembuatannya. Jadi, kalian bisa melihat langsung dapur tradisional Jawa. Selain menikmati kuliner kalian juga dapat bercengkrama langsung dengan peraciknya, mbah Marto.

4. Entok Slenget

5. Kuliner Khas Jogja - Entok Slenget
Kuliner Khas Jogja – Entok Slenget

Entok atau itik adalah hewan yang biasa diolah sebagai masakan. Seperti di Jogja, kang Tanir mengolah entok menjadi kuliner nikmat. Sebab, daging entok memiliki tekstur yang alot, sehingga perlu ketelatenan dalam mengolahnya. Entok olahan kang Tanir memiliki cita rasa pedas menantang di lidah. Kuliner ini lebih cocok jika dimakan ketika panas, sehingga perpaduan pedas panas ini disebut slenget

Warung entok kang Tanir berada di Pasar Agropolitan Pules, Turi. Di warung tersebut, entok tak hanya dijadikan hidangan utama, melainkan ditemani dengan bagian entok lain seperti hati ampela dan balungan entoknya juga diolah.

5. Belalang Goreng

5. Kuliner Khas Jogja - Belalang Goreng
Kuliner Khas Jogja – Belalang Goreng

Beberapa kuliner di atas memang unik, tapi ada yang lebih unik dan ekstrem lagi dari Jogja! Apalagi kalau bukan belalang goreng. Berani coba?

Belalang goreng merupakan makanan khas Gunung Kidul. Belalang yang dipilih untuk digoreng adalah belalang kayu yang mudah ditemukan di daerah Gunung Kidul. Biasanya belalang kayu hinggap di dahan pohon jati atau semak-semak.

Menurut sebagian orang, daging belalang setelah digoreng mempunyai rasa seperti udang. Belalang mengandung protein tinggi sehingga baik untuk dikonsumsi semua orang. Tekstur dari belalang sendiri gurih dan renyah sehingga tak sedikit orang yang ketagihan dibuatnya. Belalang goreng ini bisa kalian temukan di pinggir-pinggir jalan ataupun melalui toko-toko daerah Gunung Kidul.

6. Jadah Tempe

6. Kuliner Khas Jogja - Jadah Tempe
Kuliner Khas Jogja – Jadah Tempe

Jadah tempe merupakan salah satu kuliner khas yang berasal dari kabupaten Sleman, Yogyakarta atau tepatnya dari daerah lereng Gunung Merapi, Kaliurang. Makanan khas Jogja ini adalah makanan tradisional yang menggabungkan jadah dan tempe. Jadah sendiri merupakan panganan yang dibuat dari olahan ketan sedangkan tempe merujuk pada tempe itu sendiri yang diolah dengan bumbu bacem. 

Jadah tempe biasanya dikemas dalam daun pisang di mana pada setiap satu jadah berarti terdapat pula satu tempe yang menemani. Tetapi ada juga orang yang menyantap dua jadah dengan satu tempe, yakni dengan menghimpit tempe menggunakan jadah sehingga menyerupai burger. Selain menjadi ikon kuliner dari kawasan Kaliurang, konon katanya jadah tempe merupakan makanan favorit Sultan Hamengkubowono IX.

Tuh kan, di Jogja tuh gak melulu jajan Gudeg aja!

Banyak kuliner unik yang siap diserbu saat berlibur ke Jogja. Kalau kamu, mau mulai petualangan kulinermu dari mana?

[COBA DARI SINI]


7. Cari Kuliner Jogja di Kulina
Cari Kuliner Jogja di Kulina





11 MAKANAN YANG HANYA MUNCUL SAAT RAMADAN

Ramadhan sebentar lagi~

Bicara Ramadhan, selain banyak agenda kumpul bersama, satu lagi yang gak boleh ketinggalan adalah nostalgia beragam pangan unik khas daerah masing-masing. Di tempatmu, makanan apa sih yang paling kamu kangenin?

Kalau Kulina, udah nemu beberapa jenis hidangan berikut yang hanya muncul di tiap Bulan Suci Ramadhan. Berikut 11 makanan dari berbagai daerah di Indonesia yang hanya muncul saat Ramadhan versi Kulina.

1. Bongko Kopyor – Gresik, Jawa Timur

D:\KULINA\APRIL\pict\week 4\BongkoKopyor.jpg

Salah satu camilan yang dimakan orang Gresik pada saat berbuka puasa adalah Bongko Kopyor. Bahan dasar dari Bongko Kopyor adalah buah kelapa, tepung terigu, pisang, santan kelapa, dan roti tawar. Bahan-bahan tersebut dibungkus dengan daun pisang untuk kemudian dikukus.

2. Mie Glosor – Bogor

D:\KULINA\APRIL\pict\week 4\S3I5WcU9Oo1465270151.jpg

Setiap bulan Ramadan tiba, Mie Glosor selalu menjadi menu takjil berbuka puasa di Kota Bogor. Ramadhan identik dengan Mie Glosor karena hampir semua orang mencari menu yang satu ini.

3. Sate Susu – Bali

D:\KULINA\APRIL\pict\week 4\2103271sate-susu780x390.jpg

Sate Susu ini adalah salah satu kuliner Ramadhan khas Bali. Sate Susu yang terbuat dari payudara sapi ini dipercaya punya khasiat untuk menambah stamina. Untuk menambah kenikmatannya, Sate Susu akan dihidangkan bersama sambal plecing khas Bali.

4. Sotong Pangkong – Pontianak

D:\KULINA\APRIL\pict\week 4\0005254Sopang4780x390.jpg

Selama puasa, warga Pontianak, Kalimantan Barat selalu menyediakan Sotong Pangkong sebagai salah satu menu untuk berbuka puasa. Sotong Pangkong adalah menu olahan cumi kering yang dibakar. Uniknya setelah dibakar cumi atau sotong tadi dipukul-pukul dengan palu.

5. Pakat – Tapanuli

Pakat adalah kuliner tradisi khas Masyarakat Tapanuli yang sering muncul di bulan Ramadhan. Makanan ini terbuat dari rotan berusia muda. Daging rotan dipotong – potong berukuran 5 centimeter kemudian dimasak dan dibubuhi dengan santan.

6. Gulai Kakuwah – Mukomuko, Bengkulu

D:\KULINA\APRIL\pict\week 4\Gulai-Ikan.jpg

Kuliner satu ini merupakan makanan tradisi untuk sahur di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Hidangan tersebut dinamakan Gulai Kakuwah. Gulai ini dibuat menggunakan berbagai jenis ikan laut maupun ikan air tawar.

7. Ketan Bintul – Serang, Banten

D:\KULINA\APRIL\pict\week 4\ketan-2.jpg

Ketan Bintul adalah kuliner khas Ramadhan dari Kota Serang, Banten. Ketan Bintul ini berbahan baku nasi ketan dihaluskan yang disajikan bersama sepotong daging sapi berikut gulainya.

8. Es Kopi Luwak – Lampung Barat

D:\KULINA\APRIL\pict\week 4\GettyImages-125810371.jpg

Lampung Barat memang dikenal sebagai daerah penghasil kopi Luwak paling bermutu. Di bulan Ramadhan ini, Es Kopi Luwak menjadi menjadi minuman khas yang disajikan saat berbuka puasa.

9. Kicak – Yogyakarta

D:\KULINA\APRIL\pict\week 4\Cara-Membuat-Kicak-Menu-Takjil-Asli-Yogyakarta.jpg

Kicak adalah salah satu makanan yang sangat khas dan cukup populer di bulan Ramadhan di Kota Yogyakarta. Biasanya makanan ini banyak dijajakan di daerah Kauman yang merupakan asal muasal makanan ini dibuat. Kicak menggunakan bahan dasar beras ketan.

10. Gulai Siput – Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Gulai Siput ini merupakan makanan khas Tanjungpinang, Kepulauan Riau yang hanya bisa dijumpai di bulan Ramadhan. Menu yang dihidangkan sebagai lauk saat berbuka puasa ini banyak digemari oleh masyarakat setempat karena rasanya yang gurih dan lezat.

11. Bubur Kampiun – Padang, Sumatera Utara

D:\KULINA\APRIL\pict\week 4\bubur-kampiun_20181025_065638.jpg

Bubur Kampiun merupakan makanan berbuka puasa khas Padang. Makanan ini terbuat dari campuran bubur seperti Bubur Sumsum, Candil, Kolak Pisang, Ketan, dan Kolang-Kaling. Aneka bubur ini dimasukkan satu wadah dan diberi kuah santan yang dicampur gula merah.

Ya ampun… Jadi langsung ngiler kan bayangin itu semua! Haha.
Sabar- sabar, tinggal sebentar lagi…

Yuk, persiapkan Ramadhanmu bersama Kulina!

Sumber:
https://ramadan.sindonews.com/read/1208931/68/10-makanan-khas-ramadan-berbagai-daerah-indonesia-1496038629
https://zakat.or.id/10-minuman-dan-makanan-khas-ramadhan/

5 Kebiasaan Makan Malam dari Berbagai Negara di Dunia

Banyak orang menganggap sarapan itu merupakan ritual terpenting sebelum menjalani hari. Tapi setelah seharian berkegiatan dan bekerja, ada baiknya untuk memulihkan energi lho. Rileks sejenak setelah membersihkan diri dan bersantai akan semakin lengkap dengan menyantap makan malam favorit. Agenda makan malam sendiri menjadi sebuah kesempatan untuk bisa bertukar cerita dan rasa. Apalagi bisa satu meja bareng temen-temen atau keluarga terkasih. Gak cuma capek yang hilang, bisa bisa memulihkan semangat yang sempat padam.

Kebiasaan makan malam tak hanya di Indonesia saja, tapi menjadi kebiasaan hampir di seluruh dunia. Untuk lebih jelasnya berikut lima negara dengan kebiasaan menu makan malam yang disantap.

1. Indonesia

Ada pepatah di Indonesia yang menyatakan bahwa orang belum benar-benar makan kalau belum makan nasi. Maka dari itu, mayoritas penduduk Indonesia menjadikan nasi sebagai makanan pokok. Hal ini juga tergantung dari kebiasaan masyarakat daerahnya. Nasi biasanya dihidangkan bersama lauk terdiri dari ayam, tahu, dan ikan. Disertai juga sayuran mentah atau sayuran olahan yang dibumbui rempah-rempah. Tak lupa juga, hidangan pelengkap favorit orang Indonesia adalah adanya kerupuk dan sambal sebagai pelengkap ‘wajib’.

2. Rusia

D:\KULINA\pict kulina\makanan dunia\kartofelnie-draniki-recepti-s-myasom-i-sirom-draniki-kartofelnie-poshshagovaya-instrukciya-prigotovleniya.jpg

Bagi masyarakat Rusia, makan siang adalah waktu makan utama, sementara makan malam adalah prioritas kedua. Walaupun begitu, ada menu makan malam favorit di negeri yang dipimpin oleh Vladimir Putin ini. Untuk makan malam, sedikit ada makanan pembuka dan menu utamanya adalah kentang, daging, atau ikan. Draniki berupa pancake kentang yang disajikan panas dengan krim asam dingin, bawang putih atau buah berry. Kemudian ada Pelemy berupa bakso yang dilapisi kue kering. Dan menu favorit lainnya ada juga Zharkoye berupa daging yang dikukus dengan sayuran.

3. Jamaika

D:\KULINA\pict kulina\makanan dunia\ackee-and-saltfish.jpg

Makanan di Jamaika memiliki campuran rasa dari makanan Spanyol, Inggris, Afrika, India, dan China. Beras sendiri merupakan makanan pokok di Jamaika, dan sering disajikan dengan kacang polong. Menu Ackee dan Saltfish populer untuk makan malam dan sarapan. Biasanya menu ini disantap dengan nasi dan kacang polong, roti pangsit, atau pisang hijau rebus. Lauk pauk daging, terutama daging babi dan ayam, biasa dimasak dengan rempah-rempah juga menjadi menu makan malam.

4. China

D:\KULINA\pict kulina\makanan dunia\sichuan-opera-and-hot-pot-dinner-in-chengdu-tour-2-451870_1539932386.JPG

Keluarga di China memiliki kebiasaan makan malam dengan duduk di sekeliling meja Hot Pot. Masing-masing akan memasak bahan makanan yang disukai ke dalam Hot Pot. Hot Pot sendiri merupakan istilah teknik memasaknya. Sebuah panci berisi kaldu ditempatkan di tengah meja dikelilingi bahan-bahan makanan ala Asia Timur seperti potongan daging, daun-daunan, jamur, mie wonton, pangsit telur, tahu, dan makanan laut. Bahan makanan ini langsung ‘dimasak’ di panci kaldu. Makanan kemudian disantap dengan tambahan saus atau sambal.

5. Iran

Couscous atau Kukus adalah makanan utama masyarakat Iran. Umumnya masakan ini diberi bumbu kunyit, aprikot, dan kismis. Karena penambahan beragam buah kering dan kacang-kacangan, menu ini disebut jewelled rice. Makanan ini biasanya disajikan bersama kari (dibuat dari kacang tanah), semur daging, atau kebab dan ikan. Menu ini cukup dikenal di Indonesia dan dipilih sebagai pengganti nasi. Kuskus menjadi alternatif carbo complex yang rendah kalori, sehingga baik jika dihidangkan untuk makan malam. Kuskus juga bisa dikombinasikan dengan ragam elemen masakan Indonesia, maupun tradisi kuliner negara lainnya. Misalkan Kuskus dengan sate ayam bumbu aromatik daun jeruk dan sereh, Kuskus masak bawang dan Pan Seared Dory dengan saus parmesan, dan menu Kuskus fusion lainnya.

Menu Kuskus dengan kombinasi lauk ini hanya bisa kalian temui di Kulina Dinner. Penasaran? Cek aja langsung ke web Kulina~

www.kulina.id

Yuk, Terbang ke Tokyo Untuk Makan Siang Sama Kulina!

D:\KULINA\pict kulina\asian-food-bowls-chopsticks-745406.jpg

Eh seriusan nih? Namanya juga ngidam, bisa aja kejadian beneran kayak Tasya Kamila. Demi memenuhi hasrat, sampai bela-belain flight ke Singapura! Eits, tapi tunggu dulu. Jangan sampai baper gara-gara ngidam kuliner mancanegara tapi gak kesampaian. Apalagi ngidam di tengah jam istirahat makan siang. Duh!

Untung ada alternatif lain untuk memenuhi keinginanmu, tanpa biaya flight, yang otomatis jadi lebih murah dan hemat waktu – apalagi kalau bukan Kulina! Kulina hadirkan alternatif untuk menikmati pengalaman kuliner Tokyo dengan Tokyo Lunch.

Kuliner Tokyo memiliki ciri khas dengan bahan-bahan terbaik dan “segar” dari laut maupun dari gunung. Menyantap makanan berbahan dasar ikan dan sayuran sudah jadi budaya masyarakatnya. Namun tak menutup kemungkinan dengan beragam protein hewani dan nabati lainnya.

Hidup seimbang, berawal dari makan makanan yang seimbang, merupakan panutan kala menikmati seporsi hidangan.

Jadi menu seimbang ala kuliner Tokyo apa sih yang ada di Tokyo Lunch Kulina? Kuy, simak rekomendasi menu satu ini!

D:\KULINA\pict kulina\japan\chicken-curry-1.jpg

Japanese Curry Rice

Japanese Curry Rice siap mengenyangkan perut kalian. ‘Kari’ bagi kebanyakan orang identik berasal dari India, ternyata ada juga lho kari ala Jepang. Wangi dan rasa kari dari Jepang juga sangat khas, beda dengan kari Indonesia ataupun kari India. Terdiri dari rempah dan bumbu yang kaya rasa – membuat satu porsi kari ini biasa disebut sebagai comfort food.

Layaknya culture masyarakat Jepang yang selalu menjaga nutrisi yang seimbang dalam setiap kali menyantap hidangan, begitu juga dengan menu yang Kulina sajikan. Karena dalam satu bento box ala Jepang ini terdapat Japanese Curry Sauce yang kaya bumbu, dimasak secara perlahan dengan wortel manis, kentang, dan potongan ayam fillet. Sebagai penyeimbang, ditambahkan coleslaw klasik ala Jepang berisi wortel dan kubis. Dalam satu kotak bento juga dilengkapi dengan kentang renyah dan kroket sayuran.

Harga Tokyo Lunch

Menu ini bisa kalian temui dalam paket Tokyo Lunch. Salah satu thematic menu
andalan dari Kulina yang membagikan citarasa negeri Sakura ke meja kerjamu.

Satu kotak makan ala kuliner Tokyo cukup seharga Rp 35.000 aja lho.

Buat ongkos kirim jangan takut mahal, karena bisa makin murah dengan order sebanyak- banyaknya. Jadi biar irit, ajak temen-temen sekantor kalian buat ikut langganan.

Udah kebayang kan makan komplit nan irit? Atau masih gak tergiur? Eits, gak cuma sampai di sini aja… Selain itu, masih banyak banget varian makan siang ala kuliner Tokyo yang bisa kalian pilih dan pesan langsung di Tokyo Lunch Kulina! Ada Japanese Beef Hamburg, Chicken Teriyaki, Beef Mapo Tofu, dan banyak lainnya~

Pengalaman makan siang ala Japanese Bento gak pernah semenyenangkan bareng Kulina kan, Kulinas?

SUMBER:
http://jatim.tribunnews.com/2019/03/06/tasya-kamila-langsung-terbang-ke-
singapura-makan-nasi-biryani-demi-tuntaskan-rasa-ngidam?page=all
https://id.wikipedia.org/wiki/Tokyo
https://www.skyscanner.co.id/berita/5-kuliner-tokyo-yang-sayang-untuk-
dilewatkan

11 Makanan yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Tokyo

Haram hukumnya, kalau liburan tanpa menyantap makanan khas dari daerah tersebut. Apalagi kalau liburannya ke Jepang, tepatnya di Tokyo. Bruh~ Dimana makanan Jepang dikenal memiliki cukup protein, rendah lemak dan kalori, tapi mengandung gizi tinggi. Secara yaaa… sumber makanan utamanya dari seafood.

Oke langsung aja deh!

Berikut 11 rekomendasi makanan khas dari Tokyo, Jepang.

1. Sushi

D:\KULINA\pict kulina\japan\asian-chopsticks-cooking-697058.jpg

Makanan yang melegenda sejak zaman Edo ini sempat dijajakan di food stalls. Beda dari sushi di Indonesia yang mana di jual dalam resto, sushi di Jepang cenderung berbentuk kedai sederhana dengan service lebih casual. Selain itu, kustomer dapat berinteraksi langsung dengan sushi chef, sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Umumnya sushi adalah masakan yang menggabungkan cuka beras dengan seafood. Jenis sushi sendiri ada beragam, ada sushi yang melalui proses fermentasi, dan ada signature sushi yaitu nigirizushi dan temakizushi.

Buat kalian yang tidak suka makanan mentah, ada pilihan topping lainnya seperti udang rebus dan belut panggang. Kedai sushi bisa kalian temui di seluruh penjuru Jepang. Tetapi ada beberapa rekomendasi yang layak kalian sambangi karena sudah teruji kelezatannya, seperti di daerah Ginza, Tokyo dan daerah pelabuhan perikanan. Kalau ada kesempatan, boleh mampir ke Sukiyabashi Jiro sushi bar. Dimana kedai sushi ini sudah mendapatkan predikat Michellin berbintang 3 dan termasuk kedai sushi terbaik di dunia.

2. Sashimi

D:\KULINA\pict kulina\japan\blur-caviar-close-up-1683545.jpg

Selain sushi yang bisa disajikan secara ‘segar’, ada pula sashimi. Irisan ikan segar yang disandingkan dengan saus kedelai, wasabi, dan acar jahe. Tak perlu meragukan kesegaran ikan, karena banyak pilihan kedai telah menyediakan ikan dengan tingkatan kesegaran yang beragam. Kedai sashimi yang cukup terjangkau juga banyak ditawarkan di Jepang, terutama di daerah restoran dekat pelabuhan nelayan.

3. Ramen

D:\KULINA\pict kulina\japan\proxy.png

Ramen merupakan masakan berbasis sup yang cukup kompleks dengan beragam topping seperti daging, telur, sayuran, nori, dan tentunya mie. Setiap kedai pasti memiliki resep masing-masing, terutama pada supnya. Sup atau kuah ramen sendiri awalnya dari rebusan tulang ayam, tapi semakin berkembang dengan macam-macam bahan, misal daging babi, daging, sapi, bahkan seafood digunakan dalam pembuatan kuah. Tak jarang, saat menikmati kuah ramen tak hanya terasa asin ataupun gurih, tapi ada lapisan rasa yang tak terdefinisikan. Kuliner ramen belum sah kalau belum nyobain sampai ke Tokyo, salah satu kedai recommended ada di Mutekiya Ramen, Ikebukuro, Tokyo.

4. Curry Rice

D:\KULINA\pict kulina\japan\bowl-chicken-close-up-674574.jpg

Banyak orang tahunya kari adalah makanan yang berasal dari India, ternyata Jepang juga punya loh! Kari yang berasal dari Jepang sangat unik, dibuat dari daging dan sayuran (wortel, kentang, bawang, dan lain-lain) dibumbui dengan bubuk kari, direbus, dan disajikan dengan nasi. Untuk mendapatkan satu porsi kari, bisa kalian temui di banyak lokasi di Jepang, Curry House Coco Ichibanya.

5. Gyoza

Gyoza sendiri mirip dengan kuotie atau kalau dalam bahasa Inggris makanan seperti ini sering disebut potsticker. Bedanya dengan Chinese kuotie, gyoza ukurannya lebih kecil dan kulitnya lebih tipis, tapi fokus pada isian yang juga dibuat lebih halus. Juga ada banyak pilihan isian mulai dari pork, udang, kari, jamur, dll. Buat cari gyoza di Tokyo sebenernya gak perlu jauh-jauh, hampir di semua resto Ramen pasti menyajikan gyoza. Karena gyoza sendiri sebenarnya bukan makanan utama, tapi seperti snack atau makanan pendamping.

6. Soba

D:\KULINA\pict kulina\japan\soba_1.jpg

Soba dalam bahasa Jepang artinya tepung, tapi maksudnya disini adalah mie. Kalau Ramen memakai tepung gandum sebagai bahan utama mie. Berbeda dengan bahan dalam pembuatan soba. Bentuk soba mirip dengan ramen tapi bahannya beda karena terbuat dari kombinasi buckwheat dan tepung gandum. Biasanya warnanya agak gelap dan bentuk penampangnya kotak kecil (sisinya tajam, bukan bulat) karena dipotong memakai pisau. Soba biasa disajikan dengan kuah panas ataupun dingin. Kalau panas disajikan seperti mi kuah, kalau dingin kuahnya disajikan terpisah dan dimakan dengan cara dicelup sebelum disuap ke dalam mulut. Di area Asakuasa ada sebuah kedai spesialis soba yang sangat populer, Namiki Yabusoba. Pengunjung sudah mulai antri bahkan sebelum kedai buka. Kebanyakan staff-nya orang tua dan servisnya sangat menyenangkan. Pengalaman makan soba di sini sangat otentik.

7. Monjayaki

Kalau okonomiyaki merupakan masakan khas Jepang bagian barat, monjayaki ini masakan khas Jepang bagian timur (Tokyo dan sekitarnya). Monjayaki terbuat dari adonan tepung dan air yang dicampur bahan makanan yang telah dipotong kecil-kecil. Sekilas terdengar mirip dengan okonomiyaki, kan? Namun, tidak seperti okonomiyaki yang bisa dipotong-potong, bagian dalam monjayaki tetap encer seolah meleleh saat dimakan. Selain itu, alat makannya pun berbeda. Meskipun bentuk sendok datarnya mirip, hagashi (sendok datar untuk monjayaki) berukuran jauh lebih kecil. Ukuran hagashi ini mungkin setara dengan sendok kopi.

8. Okonomiyaki

D:\KULINA\pict kulina\japan\maxresdefault.jpg

Kalau jajanan malam di Indonesia ada martabak telur, kalau di Jepang ada Okonomiyaki. Okonomiyaki ini irisan sayur campur telur yang dimasak di atas besi panas seperti membuat martabak telur, tapi di okonomiyaki ini sebagian besar sayurnya adalah kol. Okonomiyaki ini lebih seperti jajanan, banyak dijual di night market.

9. Yakitori

D:\KULINA\pict kulina\japan\Fotolia_134177068_Subscription_Monthly_M.jpg

Seperti sate dalam salah satu kuliner Indonesia, Yakitori merupakan sajian ayam yang dibumbui dengan garama manis atau kecap, ditusukkan ke skewer kemudian dibakar. Yakitori bisa kalian temui di bar atau restoran yang biasa disebut Izakaya. Tapi kalau sudah jauh-jauh sampai ke Jepang, sebaiknya kalian langsung makan di restoran spesialis yakitori. Kalian bisa menikmati bermacam-macam bagian ayam dengan harga yang masuk akal.

10. Takoyaki

D:\KULINA\pict kulina\japan\Cheeseburger-Takoyaki-Web-1-of-1.jpg

Udah gak asing sama salah satu jajanan khas Jepang ini, Takoyaki. Bentuk dan cara buatnya seperti poffertjes tapi rasanya cenderung gurih. Adonan tepung diisi dengan potongan gurita, dimasak dalam alat panggangan setengah bulat, kemudian sesudah matang diberi taburan bonita flakes. Takoyaki sendiri banyak dijajakan di night market.

11. Es Krim Matcha 7 Level

D:\KULINA\pict kulina\japan\Suzukien-Asakusa-Matcha.jpg

Setelah puas ber-kuliner-ria, makan makanan berat maupun jajanan ringan, tetap selalu ada tempat untuk dessert! Kalau penasaran gimana rasanya matcha kualitas premium, cobain deh Matcha Ice Cream Level 7 yang ada di Suzukien, gerai ice cream yang menawarkan 7 level ice cream matcha. Matcha di Jepang biasanya lebih intense dan sedikit pahit. Dari warnanya aja udah keliatan banget komposisi matcha-nya mulai dari yang ringan sampai yang intense.


Dan masih banyaaaaakk… lagi kuliner Jepang yang masih belum dibahas. Lain waktu Kulina bakal ulik dan ulas artikel makanan dari Tokyo, Jepang yang pastinya wajib banget kalian cicipi!

Sumber:
https://www.fun-japan.jp/id/articles/3138
https://www.yuktravel.com/trip-ideas-di-japan/20-makanan-yang-wajib-dicoba-saat-berlibur-di-jepang?id=1006772
https://www.pergidulu.com/kuliner-lokal-jepang/

6 Kuliner Khas Bali Spesial Acara Adat

Siapa berani nolak liburan ke Bali? Sekali denger kata ‘Bali’ ingatan ini rasanya langsung melayang ke bibir pantai dengan pasir putih sembari menghabiskan sunset. Beuh~ Pulau Seribu Pura yang terkenal dengan ragam seni budaya dan upacara adat sepanjang tahun ini, masih menjadi pilihan utama destinasi wisata, lho.

Tak hanya obyek wisata pantai dan hiburan saja yang menarik wisatawan yang berlibur ke Bali, beberapa suguhan budaya masyarakat yang kental dan unik tak kalah menarik. Bali identik dengan upacara adat keagamaan Hindu yang berkaitan erat dengan rutinitas masyarakat setempat. Beberapa upacara adat yang cukup terkenal misalnya, perayaan Ngaben, Mepandes, Galungan, Nyepi, dan masih banyak lainnya.

Dan berikut ini adalah macam-macam kuliner atau makanan khas yang disajikan saat perayaan adat di Bali.

1. Bebek Betutu

Awal mula masakan Betutu ini merupakan salah satu sesajen yang di sajikan saat upacara-upacara adat di Bali. Namun karena pesat perkembangan sektor pariwisata, Betutu mulai dijajakan menjadi kuliner khas Bali. Terdapat beberapa pilihan daging yang digunakan dalam bumbu masakan ini, misal daging Bebek dan daging Ayam. Meskipun namanya kerap kali terdengar sampai ke luar Bali, belum banyak yang tahu bagaimana proses unik di baliknya. Bebek yang telah di- marinasi kemudian dibungkus rapat dengan pelepah pinang atau upeh dalam bahasa Bali. Setelah dibungkus rapih lalu dimasukkan ke dalam gerabah, ditanam dalam lubang di tanah dan ditutup dengan bara api selama kurang lebih 6-7 jam hingga matang.

2. Jaja Apem

Atau biasa kita kenal Kue Apem, kerap kali disajikan sebagai sesajen di setiap upacara adat di Bali. Kuliner khas desa Lokapaksa ini berbahan dasar tepung beras yang difermentasikan dengan tape singkong dan air kelapa. Yang menjadi ciri khas dari Kue Apem Bali ini adalah dengan tidak ditambahkan gula layaknya Kue Apem di daerah lain. Tetapi menambahkan gula merah cair dan parutan kelapa sebagai taburan.

3. Pulung Nyepi

Sesuai dengan namanya, Pulung Nyepi disajikan menjelang perayaan Nyepi. Sajian ini selalu disajikan jelang upacara Pengerupukan, satu malam sebelum Hari Raya Nyepi. Merupakan kuliner khas dari desa Sukasada yang mirip dengan kolak biji salak tanpa ditambahkan kuah gula merah dan santan. Adonan utamanya adalah tepung beras dan tepung kanji yang dikukus. Dibentuk menjadi bulat dan sedikit lonjong, kemudian direbus kembali.

4. Entil

Kalau lebaran pasti tersaji ketupat, maka di perayaan Nyepi ada Entil. Bedanya, kalau ketupat dibungkus dengan daun kelapa muda (janur), Entil dibungkus dengan daun nyelep atau talengidi. Tanaman tersebut memiliki daun lebar dan panjang mirip daun kunyit. Berikutnya, beras yang telah dibungkus daun nyelep diikat menggunakan tali bambu. Proses memasak Entil cenderung lebih memakan waktu dibanding memasak ketupat. Namun, proses masak yang lama membuat citarasa Entil menjadi lebih enak dan awet.

5. Ketongkol

Kalau lontong berbentuk lonjong, beda dengan Ketongol yang berbentuk kerucut. Pada umumnya, daun pisang digunakan untuk membungkus makanan ini. Biasa disajikan bersama dengan beragam sayuran dan lauk pauk seperti kelapa parut, kerupuk, dan sambal matah. Tak ketinggalan sebagai sayur pendamping lainnya adalah lawar atau jukut urab dan telur rebus. Selain menikmati dengan cara tersebut, cara lain untuk menikmati kuliner ini bisa tanpa tambahan sayur maupun lauk, pun rasanya sudah cukup sedap dan lezat.

6. Nasi Tepeng

Nasi Tepeng merupakan kuliner khas dari Gianyar, menjadi salah satu sajian makanan berat saat perayaan Nyepi. Satu porsi nasi disajikan bersama ragam sayuran seperti kacang panjang, kacang merah, nangka muda, terong, daun kelor, dan kelapa parut. Dengan beralaskan daun pisang berbentuk pincuk meninggalkan kesan spesial dalam perayaan Nyepi.

Itu tadi dia, 6 kuliner spesial acara adat di Bali. Jadi lain kali kalau ke Bali waktu lagi acara adat, kamu tahu makanan apa yang mesti kamu coba.

Kalau kamu juga punya acara atau perayaan spesial di Jakarta, jangan bingung soal makanannya…

Pesan aja di Kulina Event!

Sumber:
https://www.balitoursclub.net/upacara-adat-di-bali/
https://www.idntimes.com/food/dining-guide/reza-iqbal/makanan-khas-nyepi-
yang-wajib-dicoba/full
https://id.wikipedia.org/wiki/Bebek_betutu
https://kompaswisata.com/makanan-adat-bali/
http://kulinerkhasbuleleng.blogspot.com/2014/11/jaja-apem.html