6 Tips Atasi Kolesterol Tinggi Setelah Santap Daging

Sebelum melanjutkan makan siang dengan sup daging maupun tongseng kambing, bolehlah kami dari Kulina mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha. Semoga dilimpahkan kebahagiaan dan berkah selalu.

Aamiin~

Hari Raya Iduladha boleh hanya satu kali dalam setahun di bulan Agustus. Membuat lemari pendingin jadi lebih penuh karena sedekah daging qurban melimpah. Dapat dipastikan asupan gizi seminggu kedepan aman terkendali. Tetapi, aman di perut belum tentu aman bagi kesehatan tubuhmu.

Pasca perayaan sadar atau tidak akan membuat konsumsi daging jadi sedikit berlebih. Bila kurang mengontrol asupan konsumsi, lemak jahat dan kolestrol pun turut serta subur berkembang. Pasalnya, kolesterol berlebih dapat menimbulkan penyumbatan arteri, stroke, serangan jantung dan gagal ginjal.

Makan makanan penyeimbang demi mengontrol kadar kolestrol menjadi solusi paling umum. Selain hal tersebut sebenarnya ada banyak cara lain lho yang bikin tubuh lebih sehat setelah perayaan Iduladha. Pola hidup jadi hal yang dapat kamu upayakan nih guys.

Agar tetap sehat usai lebaran, berikut tips yang perlu kamu simak.

1. Hindari Lemak Trans

C:\Users\Owner\Downloads\perfect-french-fries-46.jpg

Lemak trans adalah lemak tak jenuh yang telah dimodifikasi oleh proses yang disebut hidrogenasi. Hal ini dilakukan untuk membuat lemak tak jenuh dalam minyak nabati lebih stabil sebagai bahan. Lemak trans meningkatkan kolesterol total dan LDL, tetapi menurunkan HDL baik sebanyak 20%.

Sebuah studi tentang pola kesehatan global memperkirakan lemak trans mungkin bertanggung jawab atas 8% kematian akibat penyakit jantung di seluruh dunia. Saat lebaran, hindari sebisa mungkin makanan dengan lemak trans seperti gorengan atau makanan bersantan.

2. Konsumsi Serat Larut Air

C:\Users\Owner\Downloads\Vegan-Protein-Sources.jpg

Serat larut adalah sekelompok senyawa yang berbeda dalam tanaman yang larut dalam air dan yang tidak dapat dicerna manusia. Serat larut memelihara bakteri usus probiotik sehat dan menghilangkan kolesterol dari tubuh, mengurangi LDL dan VLDL. Dalam sebuah penelitian terhadap 30 orang dewasa, mengonsumsi 3 gram suplemen serat larut setiap hari selama 12 minggu menurunkan LDL sebesar 18%.

Beberapa sumber serat larut terbaik termasuk kacang, kacang polong dan biji-bijian utuh. Suplemen serat seperti psyllium juga merupakan sumber yang aman dan murah.

3. Olahraga

C:\Users\Owner\Downloads\c95a0f2e-2c7a-48ca-bd5d-6de52229674a-GettyImages-862317986.jpg

Tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik dan membantu memerangi obesitas, tetapi juga mengurangi LDL berbahaya dan meningkatkan HDL kolesterol baik. Latihan ketahanan dapat menurunkan LDL bahkan pada intensitas sedang sekalipun.

Berdasarkan review dari 13 studi, 30 menit aktivitas lima hari seminggu sudah cukup untuk mengurangi kolesterol dan mengurangi risiko penyakit jantung. Semua jenis olahraga dapat menurunkan kolesterol dan meningkatkan kesehatan jantung. Semakin lama dan semakin intens latihan, semakin besar manfaatnya.Setelah lebaran, pastikan untuk berolahraga teratur agar mengembalikan kebugaran dan mengurangi kolesterol jahat pasca lebaran.

4. Tidak Merokok

C:\Users\Owner\Downloads\1017QuitSmoking_SC2.jpg

Merokok meningkatkan risiko penyakit jantung dalam beberapa cara. Salah satunya adalah dengan mengubah cara tubuh menangani kolesterol. Sel-sel kekebalan pada perokok tidak dapat mengembalikan kolesterol dari dinding pembuluh ke darah untuk diangkut ke hati. Kerusakan ini terkait dengan tar tembakau, dan bukan nikotin.

Sel-sel kekebalan yang disfungsional ini dapat berkontribusi pada pengembangan arteri tersumbat yang lebih cepat pada perokok. Dalam sebuah penelitian besar terhadap beberapa ribu orang dewasa di Asia Pasifik, merokok dikaitkan dengan penurunan kadar HDL dan peningkatan kolesterol total.

5. Konsumsi Lemak Tak Jenuh Tunggal

C:\Users\Owner\Downloads\Carbohydrates_Lipids_proteins_which_ones_to_choose_-780x405.jpg

Berbeda dengan lemak jenuh, lemak tak jenuh memiliki setidaknya satu ikatan kimia ganda yang mengubah cara mereka digunakan dalam tubuh. Meskipun beberapa merekomendasikan diet rendah lemak untuk menurunkan berat badan, penelitian terhadap 10 pria menemukan diet rendah lemak 6 minggu mengurangi kadar LDL berbahaya, tetapi juga mengurangi HDL bermanfaat.

Sebaliknya, konsumsi tinggi lemak tak jenuh tunggal mengurangi LDL berbahaya, tetapi juga melindungi kadar HDL sehat yang lebih tinggi.Lemak tak jenuh tunggal juga dapat mengurangi oksidasi lipoprotein, yang berkontribusi pada penyumbatan arteri.

Anda bisa menyeimbangkan konsumsi lemak trans dengan lemak tak jenuh saat lebaran. Berikut adalah beberapa sumber lemak tak jenuh tunggal. Beberapa juga sumber lemak tak jenuh ganda yang baik:

– Zaitun dan minyak zaitun

– Minyak canola

– Kacang pohon, seperti almond, kenari, pecan, hazelnut, dan kacang mede

– Alpukat

6. Minum Teh Hijau

C:\Users\Owner\Downloads\Teh-Hijau.jpg


Teh hijau dibuat dengan memanaskan dan mengeringkan daun tanaman Camellia sinensis. Daun teh bisa direndam dalam air untuk membuat teh yang diseduh atau ditumbuk menjadi bubuk seperti matcha teh hijau.

Sebuah ulasan dari 14 studi menemukan bahwa mengkonsumsi teh hijau setiap hari selama setidaknya dua minggu menurunkan kolesterol total sekitar 7 mg / dL dan kolesterol LDL “buruk” sekitar 2 mg / dL. Teh hijau juga kaya akan antioksidan, yang dapat mencegah kolesterol LDL dari oksidasi dan membentuk plak di arteri.

Minum setidaknya empat cangkir per hari memberikan perlindungan terbesar terhadap penyakit jantung, tetapi menikmati hanya satu cangkir setiap hari dapat mengurangi risiko serangan jantung hingga hampir 20%.

Makan enak ya boleh-boleh aja, asalkan jaga kesehatan tetap menjadi prioritas utama ya!

SUMBER:
https://www.liputan6.com/ramadan/read/3979376/6-cara-atasi-kolesterol-naik-saat-lebaran-turunkan-dengan-alami?related=dable&utm_expid=.9Z4i5ypGQeGiS7w9arwTvQ.1&utm_referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com%2F