7 Kebiasaan Unik Sambut Hari Kemerdekaan

Perayaan hari Raya Kemerdekaan Indonesia menjadi satu dari sekian banyak agenda tahunan yang cukup meriah. Pasalnya, HUT kemerdekaan tak hanya dilalui dengan upacara bendera, diskon besar-besaran maupun potong tumpeng seperti umumnya acara ulang tahun. Sebagian daerah di Indonesia punya cara unik dalam memeriahkan perayaan ini, beragam kegiatan perlombaan, bazaar, dan pentas seni.

Tapi apa betul Agustus-an gitu-gitu aja? Spesial HUT RI, yuk simak ulasan kebiasaan apa aja sih yang dilakukan masyarakat di Indonesia dalam menyambut hari kemerdekaan.

1. Lari Obor Estafet – Semarang

C:\Users\Owner\Downloads\3-34.jpg

Lari Obor Estafet merupakan tradisi yang dilakukan warga Semarang khususnya warga Kecamatan Gajahmungkur untuk merayakan Hari Kemerdekaan. Tradisi unik ini sudah dilakukan selama 32 tahun dan tetap bertahan hingga sekarang.

Obor dalam tradisi ini merupakan simbol semangat para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan. Karena itu, obor tersebut dibawa pelari dan diestafetkan. Dengan adanya tradisi tersebut, warga Semarang diharapkan bisa merasakan kembali perjuangan para pahlawan yang telah gugur.

Biar makin semangat bawa lari obornya, bisa sekalian nyamil Lumpia basah tuh sebelum bertanding. Secara, Lumpia merupakan makanan khas dari Semarang. Resep aslinya sih berisi rebung yang dibungkus kulit lumpia. Namun, dalam perkembangannya banyak dikombinasikan dengan bermacam protein hewani.

2. Tasyakuran/Tirakatan – Jawa

https://www.inibaru.id/nuploads/61/tasyakuran.jpg

Sebagian besar masyarakat di Pulau Jawa baik di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, maupun Yogyakarta biasanya melakukan tradisi ini. Tasyakuran kemerdekaan biasa diadakan dengan makan bersama satu RT maupun kampung. Tradisi ini selalu digelar tiap malam 17 Agustus.

Tasyakuran ini biasanya akan dimulai dengan pembagian hadiah kepada pemenang lomba 17-an. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Tumpeng yang biasanya disajikan pun berupa tumpeng Nasi Kuning beserta khas lauk pauknya. Setelah itu diakhiri dengan pembacaan doa.

Hayo, kalian pemuda pemudi mana nih yang sering ikut tirakatan?

3. Lomba Dayung – Banjarmasin

https://www.inibaru.id/nuploads/61/lomba%20dayung.jpg

Tradisi untuk memperingati hari kemerdekaan nggak hanya ditemukan di Jawa lho. Di luar Pulau Jawa juga punya tradisi unik dalam menyambut hari kemerdekaan. Misalnya warga Banjarmasin, kota mereka terkenal dengan sungai dan sampan yang menjadi transportasi populer masyarakatnya. Tak heran bila tradisi mendayung dijadikan perlombaan dalam rangka memperingati HUT RI setiap tahunnya.

Lomba ini diikuti oleh para peserta dari berbagai daerah yang ada di Kalimantan Selatan untuk berlomba mendayung sejauh 500 meter. Acara yang diselenggarakan di Sungai Martapura ini memperebutkan piala bergilir Gubernur.

Lapar setelah jadi supporter lomba dayung? Siap lahap kuliner khas yaitu, Soto Banjar untuk jadi pelega perut keronconganmu. Soto yang terkenal dengan kuah yang kaya akan rempah-rempah ini memang memiliki rasa yang lezat. Ditambah taburan telur asin, ayam suwir, serta kombinasi lontong – dalam hidangan ini membuat akhir pekan nonton lomba dayung makin seru.

4. Pacu Kude – Aceh

https://www.inibaru.id/nuploads/61/pacu%20kude.jpg

Pacu kuda atau pacu kude dalam bahasa Gayo sebenarnya telah menjadi hiburan rakyat jauh sebelum Belanda datang. Mengacu pada buku Pesona Tano Gayo karya AR Hakim Aman Pinan, pacu kude biasanya digelar setelah musim panen atau sekitar Bulan Agustus.

Lomba balap kuda yang diselenggarakan bertepatan dengan peringatan kemerdekaan Indonesia. Tradisi yang memikat banyak penonton ini mengharuskan para joki mengadu ketangkasan kudanya tanpa menggunakan pelana dan hanya diperuntukan bagi joki yang berusia 12 sampai 20 tahun.

Kalau kuda berpacu dalam medan pacu, perut kalian juga bisa ikutan berpacu karna kuliner khas Aceh satu ini. Mie Aceh namanya. Khas dengan mie kuning tebal dengan irisan daging sapi, daging kambing atau makanan laut disajikan dalam sup sejenis kari yang gurih dan pedas. Sebagai pelengkap, biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan bersama emping, potongan bawang merah, mentimun, dan jeruk nipis.

5. Telok Abang – Palembang

perayaan hari kemerdekaan

Warga Palembang, Sumatera Selatan, memiliki tradisi yang cukup unik bernama Telok Abang. Tradisi mainan ini sudah ada sejak zaman kolonial Belanda dan selalu ada saat merayakan hari kemerdekaan Indonesia.

Telok artinya telur dan abang berarti merah. Jadi, telok abang adalah telur ayam atau telur bebek rebus yang berwarna merah. Dalam resep aslinya, warna merah telur diambil dari akar pohon gabus yang banyak tumbuh di daerah rawa. Telok abang kemudian ditancapkan pada miniatur perahu, pesawat terbang, mobil-mobilan, dan becak yang terbuat dari jenis kayu gabus.

6. Bola Api – Cirebon

C:\Users\Owner\Downloads\1536644804418-BeritaBaik--Sepak Bola Api--100918--Djuli Pamungkas DSC06507.jpg

Tak mau kalah dengan daerah yang lain, di kota Cirebon pun punya tradisi tersendiri dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tradisi tersebut adalah sebuah permainan bola yang disebut Bola Api. Pesertanya adalah para santri di Pesantren Babakan Ciwaringin.

Aturan permainannya hampir sama dengan sepak bola pada umumnya. Hanya saja bola yang dipakai di sini terbuat dari buah kelapa yang telah dilumuri minyak tanah dan di sulut api. Konon katanya, peserta yang ingin mengikuti permaian Bola Api ini diharuskan untuk berpuasa selama 21 hari terlebih dahulu.

7. Sepak Bola Duren – Cirebon

C:\Users\Owner\Downloads\sepak-bola-durian_0112_1_20171201_092821.jpg

Tak kalah ekstrim dengan permainan Bola Api, bola yang dipakai dalam permainan kali ini adalah buah durian. Para pesertanya adalah puluhan anggota laskar densus 99 dan forum spiritual. Sebelum permainan dimulai, akan ada seorang ustadz yang memimpin do’a untuk meminta keselamatan.

Selain Sepak Bola Duren, akan ada atraksi unjuk kebolehan yang dilakukan oleh beberapa peserta. Mereka akan beraksi menunjukkan kekebalan tubuhnya dengan memakan beling ataupun memakan bara api yang masih menyala.

Tuh kan Indonesia punya banyaaak tradisi unik yang bikin geleng-geleng kepala. Tapi kalau gak kayak begini bukan Indonesia namanya~

SELAMAT HARI RAYA KEMERDEKAAN KE 74 INDONESIAKU TERCINTA … !!!


SUMBER:
https://phinemo.com/makna-kemerdekaan-fiersa-besari/
https://www.boombastis.com/tradisi-kemerdekaan-indonesia/36331
https://www.inibaru.id/hits/tradisi-unik-jelang-hari-kemerdekaan-indonesia




AGUSTUS, BULAN SPESIAL UNTUK INDONESIA DAN KAMU JUGA!

Kemerdekaan Indonesia berawal dari momen jatuhnya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang. Sebab negaranya terkena bom, tanpa pikir panjang, Jepang menyerah terhadap sekutu. Pasukan Jepang yang berada di negara-negara lain pun segera ditarik pulang.

Singkat cerita, para pemimpin Indonesia waktu itu, Bung Karno bersama lembaga yang menaunginya berinisiatif untuk menemui pimpinan Jepang, Marsekal Tekauchi dan meminta mereka untuk segera menarik pasukannya dari Jepang dan memberikan kemerdekaan bagi Indonesia.

Karena desakan dari berbagai pihak, malam pada tanggal 16 Agustus 1945 teks proklamasi tengah disiapkan. Keesokan harinya, pada hari Jumat, 17 Agustus 1945, teks proklamasi tersebut dibacakan oleh Ir. Soekarno sebagai tanda bahwa bangsa Indonesia telah mencapai kedaulatan. 

AKHIRNYA INDONESIA MERDEKA!

Nah, apa yang terjadi pada Negara Jepang saat itu, jangan sampai deh kejadian sama kamu. Serupa tapi tak sama …

Jangan sampai dompet makan bulanan kalian hancur gara-gara bon!

Karena apa? Menyambut bulan Kemerdekaan ini, Kulina punya DISKON 10% buat kalian yang berulang tahun di bulan Agustus! Diskon yang kalian dapatkan bisa mencapai Rp 200.000 lho … Kesempatan ini khusus untuk pembelian paket Nasi Kuning series, ya.

Caranya gampang banget: kalian cuma butuh melampirkan bukti foto identitas (KTP/SIM/tanda pengenal lainnya) melalui CX Kulina ketika melakukan pemesanan. Gak perlu perlu khawatir karena informasi yang kalian berikan hanya akan digunakan untuk kepentingan internal saja.

Itu aja? Oh, tentu tidak.

Makin mantap, ada promo cashback tambahan hingga Rp50.000 dengan share momen ulang tahunmu di sosial media sambil tag dan mention @kulina.id! Promo ini berlaku dengan minimal pembelian 10 pax dan hanya untuk satu orang dalam sekali transaksi.

Kamu-kamu-kamu yang ulang tahun di Bulan Agustus ini, yuk segera pesan Kulina sekarang. Rayakan momen spesialmu bareng Kulina!

[DAPATKAN DISKON AGUSTUS SPESIAL 10%]

5 Makanan Lebaran dari Berbagai Daerah di Indonesia

Ketika lebaran tiba, makanan wajib seperti Opor Ayam maupun Sambal Goreng Ati selalu setia dari tahun ke tahun. Seakan Lebaran ini belum sah tanpa kehadiran-mu oh Opor Ayam~ Lagi pula, hampir di segala lapisan masyarakat pun mengikuti tradisi perayaan ini. Seolah menu tersebut menjadi wajib dihidangkan tiap satu tahun sekali.

Namun mencoba hal-hal diluar kebiasaan ditiap tahunnya patut untuk dijajal lho. Coba tengok, bisa jadi kalian mulai terjebak pola yang sama, seperti menu lebaran melulu itu-itu aja. Selain Opor Ayam dan sederet menu makanan khas dari Jawa, ada lho sajian khas daerah lain setia jadi sajian saat berlebaran.  Untuk resep berlebaran lebih meriah, yuk mari kita intip menu-menu makanan khas lebaran dari berbagai daerah di Indonesia.

1. Bebek Gulai Kurma

D:\KULINA\MEI\pict\New folder\bebek gulai masak kurma (1).JPG

Berlebaran di Aceh tak lengkap tanpa Bebek Gulai Kurma. Kuliner khas Aceh ini sarat akan potongan bebek yang diolah bersama daun temurui, daun pandan, serai, dan santan kelapa. Tak hanya bahan dasarnya yang pastinya udah menggoda iman eh selera, aroma yang berasal dari penambahan rempah dan bumbu seperti cengkeh, kayu manis, biji pala, dan kapulaga berhasil membuat citarasa hidangan ini naik kelas.

Bila mendapati satu porsi Bebek Gulai Kurma tanpa ada penambahan buah kurma, disinilah letak keunikan kuliner khas Aceh ini. Walaupun ada penggunaan kata ‘kurma’ di nama masakannya, Bebek Gulai Kurma tidak menggunakan bahan dasar kurma sama sekali.

2. Gulai Nangka

D:\KULINA\MEI\pict\New folder\Resep-Olahan-Gulai-Nangka-Untuk-Menu-Hari-Ini.jpg

Masakan khas Sumatera Utara tak akan jauh dari yang namanya santan. Ketika masa lebaran tiba, Gulai Nangka menjadi makanan wajib di Medan. Khas dari makanan ini adalah dengan menambahkan iga sapi dan kacang panjang sebagai penyeimbang. Sedangkan bumbu yang digunakan masih sama dengan bumbu gulai pada umumnya, seperti penggunaan cabai merah, bawang merah dan putih, ketumbar, kunyit, jahe, serta lengkuas.

3. Kella Pate

Turut memeriahkan lebaran di Madura, hidangan dengan berbahan dasar ikan yakni Kella Pate selalu menjadi kuliner paling ditunggu. Kella Pate sendiri merupakan hidangan berupa potongan ikan tenggiri yang digoreng kemudian dimasak dengan kuah santan. Dengan penambahan bumbu aromatik yang telah dihaluskan tediri dari jintan, kencur, dan terasi membuat Kella Pate punya rasa yang khas. Kompleksitas rasa dalam hidangan ini juga didukung dengan penambahan irisan cabai dan belimbing wuluh.

4. Ayam Gagape

D:\KULINA\MEI\pict\New folder\32091_ayam-gagape.jpg

Sekilas hidangan ini mirip dengan Opor Ayam, namun penggunaan bumbu dan jenis ayam membuat Ayam Gagape memiliki pamornya sendiri. Resep utama menu ini adalah dengan menggunakan ayam kampung jantan. Jenis ayam ini biasanya memiliki tekstur dan serat daging lebih kenyal dari ayam negeri. Selain itu, penambahan terakhir pada hidangan dengan kelapa parut yang telah disangrai memberikan sensasi yang berbeda dari Opor Ayam.

5. Uvempoi

D:\KULINA\MEI\pict\New folder\uvempoi2.jpg

Usut-punya-usut ketika zaman Presiden Soeharto, beberapa mentri yang dinas ke Palu tak akan melewatkan makanan ini. Termasuk mentri Harmoko yang memberikan bintang 5/5 pada kuliner satu ini. Hadir sebagai kuliner khas daerah Palu, ternyata makanan ini juga menjadi salah satu hidangan wajib saat lebaran. Berbahan dasar dari tulang rusuk atau iga sapi yang dimasak menjadi sup dengan bumbu khas Palu. Terasa gurih dan berwarna cokelat karena kuahnya menggunakan bahan dan teknik memasak yang unik. Bumbu asam jawa dalam kuah sup yang dimasak diatas kayu bakar dan tempurung kelapa berhasil menjadikan kuah lebih aromatik.

Wih, ternyata banyak juga ya kuliner-kuliner daerah selain Jawa yang boleh kita cari resepnya dan coba bikin. Jelajah rasa di lebaran yang penuh kehangatan yuk guys!

SUMBER:
https://travel.tribunnews.com/2019/05/28/7-sajian-kuliner-khas-lebaran-dari-berbagai-daerah-di-indonesia?page=all
https://www.idntimes.com/food/dining-guide/prila-arofani/kuliner-khas-lebaran-dari-berbagai-daerah-di-indonesia/full
https://www.liputan6.com/lifestyle/read/2454249/uvempoi-sop-daging-kesukaan-para-menteri-era-presiden-soeharto

3 RESEP MENU LEBARAN KHAS INDONESIA

Tinggal menghitung hari menuju momen hari raya lebaran. Kembali ke kampung halaman, berkumpul dan silaturahmi dengan sanak saudara menjadi hal paling ditunggu-tunggu. Namun dalam kebersamaan menikmati momen, kurang lengkap jika tidak menyediakan makanan khas lebaran.

Selain kue-kue kering dan beragam kudapan ringan, ada makanan-makanan yang menjadi syarat utama selama lebaran. Menu klasik nan wajib berikut ini selain enak pastinya mudah untuk diolah sendiri di rumah. Siapa tahu lebaran kali ini jadi momen pertama mu masakin buat sekeluarga lho~

Yuk, Kulina temani masak makanan khas Lebaranmu dengan panduan di bawah ini.

  1. Ketupat

Bahan

  • 1 liter beras
  • 10 bungkus ketupat
  • Garam secukupnya

Cara Membuat

  1. Cuci beras hingga bersih kemudian direndam selama 2 sampai 3 jam dengan sedikit garam. Setelah itu tiriskan.
  2. Jika beras sudah selesai direndam dan bungkus ketupat sudah siap, masukkan beras ke dalam bungkus ketupat sampai sepertiga bagian atau setengah penuh.
  3. Masak air dalam panci besar lalu masukkan ketupat.
  4. Masak selama 4 sampai 5 jam.

Tips

  • Pilihlah daun ketupat yang bagus dan jangan lupa cuci hingga bersih.
  • Saat merendam beras untuk dibuat ketupat bisa ditambah sedikit air kapur sirih. Air kapur sirih akan membuat ketupat lebih kenyal dan awet.
  • Pada waktu merebus, sebaiknya ketupat harus selalu dalam keadaan terendam air.
  • Setelah ketupat matang, langsung siram dengan air dingin dan gantung di tempat yang terkena angin agar kandungan airnya berkurang sehingga tidak cepat basi.

2. Sambal Goreng Ati Ampela

Bahan

  • 300 gram kentang, potong dadu
  • 3 pasang hati dan ampela ayam
  • Asam jawa secukupnya
  • Minyak untuk menggoreng, secukupnya
  • 1 lembar daun salam
  • 2 cm / ruas jari lengkuas, memarkan
  • 2 lembar daun jeruk purut, sobek buang tulang daun
  • 1 batang serai, memarkan
  • 3 buah cabai merah besar, buang biji nya, iris halus
  • 1 papan petai, iris-iris
  • 100 ml santan

Bumbu Halus

  • 7 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 6 buah cabai merah keriting
  • 1/2 butir tomat
  • 1/2 sendok teh terasi matang
  • 1 1/2 sendok teh garam
  • 1 sdt gula pasir

Cara Membuat

  1. Rebus hati ampela ayam, tambahkan sedikit asam jawa. Setelah matang angkat, tiriskan, potong dadu.
  2. Goreng kentang yang sudah dipotong dadu sampai matang dan kuning kecoklatan. Angkat, lalu tiriskan. 
  3. Goreng hati dan ampela rebus sampai kecoklatan. Sisihkan.
  4. Panaskan minyak, kemudian tumis bumbu halus sampai wangi.
  5. Masukkan daun salam , lengkuas, daun jeruk, dan irisan cabai merah sampai harum dan layu. 
  6. Tambahkan irisan petai dan ati ampela ayam, sambil diaduk-aduk.
  7. Tuang santan, tunggu sampai mendidih. Lalu masukkan kentang goreng dan aduk sampai rata.
  8. Masak sebentar sampai bumbu benar-benar meresap, angkat lalu sajikan.

3. Opor Ayam

Bahan

  • 500 gram daging ayam
  • 1 buah jeruk nipis
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang serai digeprek
  • 700 ml santan
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt gula pasir
  • 1/2 sdt kaldu bubuk
  • 5 sdm minyak sayur

Bumbu Halus

  • 4 butir kemiri
  • 6 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sdm ketumbar
  • 1/2 sdt jinten
  • 20 cm kunyit/ kunir
  • 4 cm lengkuas
  • Haluskan menjadi satu

Cara Membuat

  1. Potong-potong daging ayam dan cuci bersih kemudian lumuri dengan air jeruk nipis selama 15 menit.
  2. Panaskan minyak lalu tumis bumbu halus, daun salam dan serai hingga harum. Masukkan daging ayam, aduk-aduk lalu masak hingga berubah warna.
  3. Tuang santan, aduk-aduk serta beri garam, merica, kaldu bubuk dan gula pasir kemudian masak sampai daging ayam empuk sambil sesekali diaduk.
  4. Setelah matang, angkat dan tuang dalam mangkuk dengan taburan bawang goreng di atasnya lalu siap untuk dihidangkan.

Tuh kan, gampang banget bikinnya! Sesederhana berbagi masakan khas buah tangan kalian sendiri, bikin momen lebaran bersama keluarga tercinta makin hangat dan berkesan. Yuk, bikin dan masak sendiri di lebaran nanti!

SUMBER:
https://www.idntimes.com/food/recipe/anggun-mayasari/5-resep-menu-masakan-klasik-dan-favorit-saat-lebaran-c1c2/full


Sayur Asem, Kekayaan Sajian Nusantara dengan Filosofi Unik di Dalamnya

Tidak bisa dipungkiri, sayur dengan cita rasa asin dan asem satu ini sangat terasa sekali ke-Indonesiaannya.

Sayur Asem Kekayaan Sajian Nusantara

Sayur ini lahir di tanah Indonesia dan tidak mengalami akulturasi budaya dari manapun. Walaupun sekilas, rasa kuah sayur asem mirip dengan tomyam dari Thailand — tapi tomyam diisi dengan seafood, sedangkan sayur asem diisi dengan beragam jenis sayuran. Secara bumbu maupun cara memasak pun sama sekali berbeda.

Karena terlalu “Indonesia”, sayur asem bisa ditemui hampir di setiap daerah sepanjang Nusantara dengan berbagai variasi sesuai daerahnya. Masing-masing sayur asem di daerah memiliki bahan atau cara penyajian tertentu yang berbeda-beda.

Misalnya di Aceh, sayur satu ini dikenal dengan nama Sayur Asam Sunti. Sayur Asam Sunti menggunakan blimbing wuluh dan daun ubi jalar. Lalu di Sumatra, sayur asem di sana memiliki kuah yang lebih keruh, merah, dan agak berminyak.

Sayur Asem, Kekayaan Sajian Nusantara

Lanjut ke Pulau Jawa. Sayur asem Betawi memiliki kuah bening dengan isian kacang tanah yang masih terbungkus kulitnya. Bergeser ke Jawa Barat, masyarakat Sunda menyajikan sayur asem dengan isian yang lebih sedikit dan kacang tanah yang sudah terkelupas dari kulitnya. Sedangkan di Jawa Timur, sayur asem biasanya lebih pedas dan disajikan menjadi satu dengan nasinya. Bahkan hingga Kalimantan pun, ada sayur asem. Sayur asem di sini menggunakan terung asam (asam rimbang), kunyit, dan kepala ikan patin.

Huaduh… banyak sekali ya varian sayur asam. Ini rasanya langsung ngiler ini bayanging perpaduan asam, gurih, dan sedikit pedas dari sayur asem. Beuh… cocok banget dimakan siang-siang waktu panas 😎

Eh, tapi bagaimana asal mula sayur asem ya?

Sejarah Sayur Asem

Pada zaman dahulu kala (eeetdah 😆) saat kondisi Indonesia masih serba terbatas inilah sayur asam tercipta. Sayur asem hanya menggunakan bumbu seadanya yaitu, cabai dan asam. Isi sayurnya pun bebas menggunakan sayur apa saja yang mudah ditemukan di halaman rumah atau tanah sekitar.

Sayur asem dari Betawi dan Jawa Barat, sejak dulu menggunakan buah asam muda. Sedangkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah menggunakan asam fermentasi. Buah asam muda mudah ditemukan di sekitar tempat tinggal penduduk, sedangkan asam fermentasi harus dibuat di pabrik. Sebab inilah, para pakar kuliner Indonesia berasumsi bahwa sayur asem pertama kali dibuat di daerah Jawa Barat dan sekitarnya.

Sayur Asem Kekayaan Sajian Nusantara

Filosofi Sayur Asem

Coba kita lihat lagi ada apa saja di dalam sayur asem. Sangat beragam! Mulai dari daun bayam, terong, kacang melinjo atau kacang tanah, kacang panjang, hingga jagung. Itulah inti dari sayur asem, keberagaman — meski berbeda-beda tapi tetap bisa bersama hingga menampilkan rasa yang luar biasa. Memang asem, tapi juga segar.

Tidak hanya itu, saat makan sayur asem kita harus pelan-pelan dan bersabar. Mulai dari mengupas kacang melinjo atau kacang tanah, hingga memipil jagungnya demi mencicipi setiap sayur yang ada di dalamnya dan merasakan paduan cita rasa dari gabungan mereka semua.

Jadi sayur asem mengajarkan kita bahwa,

Hidup adalah perkara bagaimana kita menikmatinya.

Tsailaaahhh… Tsedap! 💃

Sumber:
https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/filosofi-semangkuk-sayur-asam
https://lifestyle.okezone.com/read/2017/08/22/298/1760761/food-story-sayur-asem-betawi-lahir-sejak-zaman-penjajahan-belanda-di-batavia

Nasi Ulam Betawi, Panganan Khas yang Mulai Hilang di Jakarta

Salah satu nasi khas Betawi yang kian sulit ditemukan ialah nasi ulam. Nasi dengan beragam lauk sebagai pelengkap ini telah lama menjadi identitas kuliner Betawi.

Nasi ulam adalah hidangan nasi yang dicampur berbagai bumbu dan rempah, khususnya daun pegagan (Centella asiatica) atau kadang diganti daun kemangi, sayuran, dan berbagai bumbu, serta ditemani beberapa macam lauk-pauk. Hidangan ini berasal dari khazanah hidangan Melayu, dan terdapat banyak resep dan variasi yang ditemukan baik di Indonesia maupun Malaysia.

Di Indonesia, nasi ulam dapat ditemukan dalam seni kuliner suku Betawi, ataupun suku Melayu di Sumatra, serta ditemukan juga di Bali. Nasi ulam Betawi terdapat dua jenis yaitu, nasi ulam berkuah (basah) yang berasal dari Jakarta Utara dan Pusat, serta nasi ulam kering (tidak berkuah) yang ditemukan di Jakarta Selatan. Di Indonesia nasi ulam biasanya dicampur daun kemangi dan ditaburi kacang tanah tumbuk, kerisik, atau serundeng (kelapa parut sangrai). Di atas nasi ulam biasanya ditambahkan berbagai macam lauk-pauk teman nasi, seperti dendeng, telur dadar, perkedel, tahu goreng, tempe, dan kerupuk.

Urutan penyajian nasi ulam yaitu, nasi putih, yang ditaburi bubuk kacang tanah, lalu bihun, kerupuk dan emping. Di bagian atasnya diberi irisan daun kemangi, timun, dan terakhir diguyur kuah semur berbumbu. Kuah semurnya bisa diberikan sesuai selera. Ada yang “banjir” atau hanya “basah”, bahkan kering alias dipisah kuahnya.

Bubuk kacang tanahnya sangat khas, membuat nasi ulam ini memiliki rasa gurih yang berbeda dari nasi tradisional lain. Sedangkan kuah semurnya terasa gurih dan sedikit manis dari penggunaan kecap. Selain itu, sayuran seperti daun kemangi dan timun menambah segar cita rasa nasi yang kian langka ini.

Nah, kamu sendiri Kulinas, yang kebanyakan tinggal di Jakarta — udah pernah cobain nasi ulam Betawi belum? Kalau belum, kuy cobain makanan tradisional satu ini (sebelum menghilang dari peredaran) lewat menu Kulina Deluxe Lunch minggu depan!

Pilihan tepat untuk kamu yang menginginkan variasi karbohidrat selain nasi dan porsi lauk utama yang lebih besar.

Sumber:
https://food.detik.com/info-kuliner/d-3277371/perpaduan-kultur-dalam-seporsi-nasi-ulam-betawi
http://wisataseru.com/2010/06/nasi-ulam-nasi-srundeng-khas-betawi-yang-gurih/