Mitos Seputar Gizi Harian yang Perlu Diluruskan

Kulina - Mitos VS Fakta Gizi

Panduan kesehatan 4 sehat 5 sempurna yang kita ketahui sejak kecil, kini telah disempurnakan menjadi Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Penyebutan Pedoman Gizi Seimbang sendiri sepertinya belum banyak diketahui masyarakat.

Padahal penyempurnaan menjadi Pedoman Gizi Seimbang tentu telah diteliti dan diputuskan secara matang karena alasan penting, antara lain: bukan jenis makanan saja yang harus diperhatikan, melainkan kandungan gizi di setiap makanan juga penting untuk dipastikan.

Setiap makanan memiliki kandungan gizi yang berbeda-beda. Hal ini membuat masyarakat awam punya banyak pendapat untuk masing-masing makanan. Pendapat masyarakat ada yang mitos, ada pula yang fakta.

Apa saja mitos dan fakta seputar gizi? Yuk, kita bahas satu-satu!

1. Mitos:

“Makan karbohidrat itu buruk, bikin gendut.”

Fakta:

Tidak makan karbohidrat diyakini banyak orang bisa cepat menurunkan berat badan. Sebab beberapa orang diet karbohidrat memang berhasil menurunkan berat badan.

Padahal tak sepenuhnya benar, sebab tubuh tetap perlu konsumsi karbohidrat sebagai sumber energi. Hal yang perlu diperhatikan di sini adalah porsi karbohidrat yang disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan aktivitas harian masing-masing orang agak tidak berlebihan.

Jika berlebihan, karbohidrat akan berubah menjadi kalori. Kalori inilah yang sebenarnya menaikkan berat badan. Jika kamu ingin menurunkan berat badan, cobalah mengurangi porsi karbohidrat dan menggantinya dengan protein dan lemak agar tubuh tetap punya sumber energi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik.

2. Mitos:

“Lemak bisa menaikkan berat badan.”

Fakta:

Sama halnya seperti karbohidrat, lemak sering kali dikambinghitamkan dalam hal kenaikan berat badan. Padahal badan manusia membutuhkan zat gizi makro yang terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak untuk menjaga kesehatannya.

Lemak yang kerap kali dicap menaikkan berat badan adalah jenis lemak jenuh, seperti: minyak dan daging merah. Saat kamu ingin menyantap daging merah, kamu bisa meminimalisir penggunaan minyak dengan mengganti cara masak daging merah menjadi panggang atau rebus.

Selain lemak jenuh, ada juga lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan dan menyediakan gizi seimbang yang diperlukan tubuh. Lemak tak jenuh bisa kamu dapat dari beberapa buah seperti alpukat. Lemak tak jenuh juga bisa kamu dapatkan dari minyak ikan yang mengandung omega-3.

Baca Artikel Serupa: Diet? Langganan Menu Sehat Kulina Aja!

3. Mitos:

“Buah cukup untuk sarapan.”

Fakta:

Buah memang punya banyak manfaat baik bagi kesehatan kita. Meski begitu, hanya menyantap buah saja untuk menu sarapan merupakan mitos sebab fakta mengatakan buah masih kurang untuk memenuhi gizi yang diperlukan.

Buah biasanya hanya mengandung serat, air, dan vitamin. Buah masih kekurangan kandungan karbohidrat, protein, atau pun lemak. Hal ini bukan berarti kalian gak boleh makan buah buat sarapan ya… Melainkan, kalian boleh menambah menu lain untuk mendampingi dan melengkapi gizi yang diperlukan di pagi hari.

Kalian bisa mencoba sarapan dengan oat yang mengandung karbohidrat dan serat, lalu ditaburi buah segar untuk menambah cita rasa sekaligus memberikan suplai vitamin.

4. Mitos:

“Nasi sebagai menu sarapan agar kenyang lebih lama.”

Fakta:

Nasi memang terasa lebih berat ketimbang semangkuk oat. “Terasa” di sini, sebenarnya mungkin karena kita sudah kebiasaan saja.

Makanan yang bisa membuat kenyang lebih lama harus mengandung karbohidrat kompleks dan serat tinggi. Kenyataannya, nasi memiliki serat yang rendah sehingga lebih cepat dicerna dan membuat perut lebih cepat lapar.

Jika kamu ingin sarapan nasi, coba tambahkan sayuran seperti: wortel, jagung, dan kacang polong untuk membuat nasi goreng sehingga kebutuhan karbohidrat, serta tinggi, dan protein terpenuhi dan kita tidak mudah lapar lagi.

5. Mitos:

“Makan malam tidak dianjurkan bagi yang ingin mengurangi berat badan.”

Fakta:

Makan tiga kali sehari sebagai anjuran para ahli gizi memang sudah sering kita dengar. Makan tiga kali sehari tentu sesuai dengan kebutuhan tubuh manusia. Namun jika kamu merasa jumlah itu masih terlalu banyak dan takut berat badak ikut naik, kamu bisa menyesuaikan porsinya.

Kebutuhan porsi setiap orang bisa berbeda-beda tergantung faktor usia, kondisi kesehatan, dan juga aktivitas harian yang biasa dilakukan. Faktor ini penting untuk menghitung kalori yang dibutuhkan tubuh sehingga apa yang kita makan cukup untuk memenuhi kebutuhan itu, tanpa kekurangan atau pun kelebihan.

Jika kamu sudah tidak punya banyak aktivitas di malam hari, kamu bisa menghindari makanan berkalori tinggi karena bisa menyebabkan masalah pencernaan. Sebagai gantinya, kamu bisa memilih makanan tinggi protein dan serat sebagai menu makan malam.

6. Mitos:

“Minum kafein bikin dehidrasi.”

Fakta:

Kafein biasanya bisa kita dapatkan dari minum kopi atau teh. Minum kopi atau teh memang bisa membuat kita sering buang air kecil, sehingga masyarakat mengira kandungan air dalam tubuh berkurang banyak dan menyebabkan dehidrasi. Sebenarnya, kafein tidak akan membuat kita dehidrasi asal masih dalam taraf konsumsi yang baik.

Sebuah studi dari Mayo Clinic menyatakan bahwa kafein masih aman dikonsumsi oleh orang dewasa sebanyak dua cangkir per hari atau setara 200 miligram per hari.

Jumlah ini tentu tepat bagi orang-orang yang memang sudah terbiasa minum kopi dan teh, serta tidak punya masalah kesehatan. Namun jika kamu punya masalah kesehatan seperti sakit lambung, sebaiknya kurangi jumlah yang disebutkan di atas.

Kafein dari kopi dan teh juga tidak menyebabkan dehidrasi sebab saat membuat minuman tersebut kita menggunakan air yang mengisi kebutuhan air di dalam tubuh.

Semoga mitos yang sudah diluruskan dengan fakta di atas bisa membantumu membuat keputusan yang lebih bijak dalam hal konsumsi makanan atau minuman untuk memenuhi gizi seimbang!

6 Indikasi Karyawan Happy, HRD Wajib Catat Ini!

Writer: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Karyawan adalah aset utama perusahaan. Perusahaan wajib memastikan adanya sarana dan prasarana penunjang kinerja mereka, tentunya demi kemajuan perusahaan juga. Apakah saran dan prasarana penunjang sudah sesuai kebutuhan mereka? Hal ini bisa dilihat dari bagaimana mereka ketika bekerja. Apakah mereka bahagia? Kenali indikasi karyawan happy saat bekerja di tempatmu!

Mungkin ada beberapa karyawan yang datang ke kantor dengan membawa aura positif dan seakan terlihat happy saat bekerja. Tampilan luar memang kadang mengecoh, seolah hal ini jadi indikasi keadaan sebenarnya. Namun, situasi seperti ini belum tentu sesuai dengan suasana hati yang sesungguhnya.

Buat kalian para HRD akan baik jika bisa memperhatikan lebih mendalam karyawan di perusahaan kalian nih. It is that the real happy face or they just fake it? 

Mengenali beragam karakter karyawan akan membangun rasa toleransi satu dengan lainnya. Dalam lingkup lebih luas, nantinya akan membangun budaya kerja sehat. Suasana hati yang menyenangkan, akan meningkatkan produktivitas ataupun kinerja selama bekerja. 

Tak kenal maka tak sayang, terutama buat para HRD wajib catat tanda-tanda karyawan bahagia berikut ini!

1. Selalu Terlihat Tersenyum dan Ramah

1. Kulina Indikasi Karyawan Happy - Tersenyum dan ramah
1. Indikasi Karyawan Happy – Tersenyum dan ramah

Mempuanyai sikap positif dalam laku senyum maupun bersikap ramah jadi tanda-tanda awal mereka bahagia. Bentuk senyuman yang dimaksud tentunya senyum lepas tanpa terlihat terpaksa yaa… Biasanya senyum yang dimaksud tak hanya mencakup bibir yang tersungging seperti mestinya.

Tetapi, dapat diperhatikan lewat binar matanya, apakah benar-benar ikut tersenyum, tak hanya dibuat-buat seolah tersenyum. Bila memenuhi poin tersebut, bisa dipastikan mereka benar bahagia. Sebab, dengan senyum tulus akan membentuk vibe positif orang-orang disekitarnya.

Coba perhatikan juga, sikap ramah tersebut apakah terlihat saat dia berinteraksi dengan rekan-rekan kerjanya maupun terhadap atasannya. First impression-nya, cara mereka menyapa, juga berinteraksi langsung dapat Anda amati secara langsung. Berdasarkan peristiwa tersebut, Anda dapat menyimpulkan senyum tulus atau hanya semacam senyum sambil lalu saja.

Simpulkan menurut pandangan Anda. Jika dirasakan senyumnya penuh rasa terpaksa, bisa jadi dia sedang kurang bahagia. Bila dibutuhkan, luangkan waktu dan buka obrolan dengan dia secara personal, sehingga akan membangun rasa kepercayaan satu sama lain.

2. Selalu Memberikan Ide dan Solusi yang Kreatif

2. Kulina Indikasi Karyawan Happy - Memberikan ide dan solusi kreatif
2. Indikasi Karyawan Happy – Memberikan ide dan solusi kreatif

Memiliki spirit dan rasa bahagia akan meningkatkan kinerjanya juga. Secara langsung akan meningkatkan rasa peduli terhadap kemajuan perusahaan tersebut. Akan banyak ide dan solusi kreatif yang dilontarkan dalam setiap persoalan yang dihadapi. Mungkin saja ide-ide tersebut di luar dari perkiraan rekan-rekan lainnya. Potensi-potensi seperti ini layak dijaga.

Kontribusi nyata dari seorang karyawan yang sedang dalam kondisi bahagia, bisa saja memberikan jalan keluar dari sepinya penjualan perusahaan. Jika mereka berhasil mencapai target atau membantu menuntaskan masalah perusahaan, mereka berhak mendapat reward atau bonus dari perusahaan.

3. Tercapainya Karir yang Diinginkan

3. Kulina Indikasi Karyawan Happy - Mencapai karir yang diinginkan
3. Indikasi Karyawan Happy – Mencapai karir yang diinginkan

Rasa bahagia karyawan akan menularkan sikap-sikap optimis dalam menghadapi segala persoalan, sehingga akan menyebarkan motivasi baik bagi karyawan maupun perusahaan itu sendiri.

Mempertahankan sikap demikian memang butuh komitmen dan konsisten. Tidak dapat dipungkiri, karyawan yang senantiasa konsisten dengan sikap tersebut bisa mencapai jenjang karir atau jabatan yang diimpikan.

Peningkatan jenjang karir otomatis akan memberikan kepuasan dan rasa bangga yang akan memberikan semangat positif. Bekerja sama dengan spirit baik seperti ini, nantinya akan membawa suasana kerja lebih menyenangkan dan produktif.

Indikasi tersebut sebaiknya Anda catat, sebagai salah satu bentuk evaluasi demi membuka kesempatan jenjang karir secara berkala. Dengan demikian, karyawan akan merasa jerih payahnya dihargai perusahaan. Karyawan tak hanya merasa lebih berharga tetapi menjadi rekan kerja dengan loyalitas yang tak perlu diragukan lagi.

4. Membangun Hubungan yang Baik dengan Rekan Kerja Lainnya

4. Kulina Indikasi Karyawan Happy - Membangun hubungan baik dengan rekan kerja
4. Indikasi Karyawan Happy – Membangun hubungan baik dengan rekan kerja

Seorang karyawan yang senang dapat menjalin hubungan sehat dengan rekan kerja lainnya. Kenapa bisa demikian? Sebab ada niat baik untuk dapat bekerjasama membangun karir dalam perusahaan tersebut. Tanpa melihat beberapa kelompok divisinya, semua melebur demi tujuan memajukan karirnya maupun perusahaan.

Memelihara hubungan sehat dengan divisi lainnya, tak berarti bermaksud manipulatif. Jangan diartikan hanya demi kepentingan karir pribadi saja. Lebih tepatnya, melihat sisi positif loyality karyawan yang ingin mengondisikan suasana nyaman demi suasana kerja menyenangkan. Terlebih lagi demi membangun budaya kerja perusahaan yang sehat.

Inisiatif seperti ini patut untuk diapresiasi. Sebab, rasa simpati maupun empati yang diusahakan akan menjadi investasi masa depan.

5. Ikut Berpartisipasi dalam Kegiatan di Luar Kantor

5. Kulina Indikasi Karyawan Happy - Berpartisipasi dalam kegiatan di luar kantor
5. Indikasi Karyawan Happy – Berpartisipasi dalam kegiatan di luar kantor

Ketika perusahaan membuat kegiatan di luar jam kerja entah itu kegiatan outting ataupun casual gathering, maka hal tersebut menjadi kesempatan Anda mengamati karyawan yang loyal dan juga bahagia.

Dari kegiatan tersebut pasti akan ada karyawan yang datang atau tidak. Memang hal tersebut tidak bisa dijadikan patokan utama, tetapi pasti Anda akan bisa menilainya ketika diadakan kegiatan beberapa kali.

Coba lihat karyawan mana saja yang selalu hadir ataupun sukarela untuk ikut di kegiatan tersebut. Boleh jadi, mereka yang selalu hadir tersebut memang merasa bahagia berada di lingkungan tersebut sehingga rela menyisihkan waktunya di luar jam kantor.

6. Mudahnya Memperoleh Makanan

6. Kulina Indikasi Karyawan Happy - Mudahnya memperoleh makanan di sekitar kantor
6. Indikasi Karyawan Happy – Mudahnya memperoleh makanan di sekitar kantor

Kelihatannya soal sepele. Padahal saat bekerja dan dilanda rasa lapar selalu berhasil membuat sulit berkonsentrasi kan?

Beruntung jika di sekitar kantor dekat dengan pusat penjaja makanan yang worth it. Kalau enggak? Asupan gizi tak terjaga, nutrisi tubuh tak terpenuhi maksimal. Sumber energi dan kebahagiaan kurang bagi karyawan.

Demi peningkatan kualitas produktivitas, perusahaan juga turut andil dalam memperhatikan setiap asupan juga akses makanan karyawannya. Bila perlu Anda dapat mengambil inisitatif kepada perusahaan untuk menyediakan akses atau asupan bagi karyawan.

Misalkan dengan memberikan fasilitas kantin bersama atau bekerjasama dengan vendor katering maupun rumah makan. Solusi kedua ini bisa lebih praktis karena tidak perlu mempersiapkan tempat fisik. Maksimalkan kerjasama perusahaan anda dengan katering di sekitar lokasi perusahaan Anda.

Bagi perusahaan yang baru berkembang, katering bersama merupakan solusi tepat. Lebih mudah, karena kini ada Kulina! 

Semua pilihan menu sudah terintegrasi sekali klik!

Karena Kulina bekerjasama dengan 80 vendor katering lokal, meliputi 1000 menu dapat dipesan langsung. Cara pemesanan flesibel karena dapat menyesuaikan selera tiap karyawan. Jadi, jelas ekonomis dan fleksibel kan?

Selain praktis dan mudah, berita baiknya juga, Kulina dapat ikut menunjang perusahaan Anda bertumbuh bersama. Yuk, mulai pastikan ketersediaan akses makanan dan asupan gizi karyawanmu, bersama Kulina!

[KENALI KULINA]

SUMBER
https://www.finansialku.com/tanda-karyawan-bahagia/