7 Makanan Ikonik yang Ada di Dalam Film

Menonton film sudah menjadi salah satu kegiatan wajib bagi masyarakat modern. Kegiatan ini baik untuk mengisi waktu luang atau common escape dari penatnya rutinitas.  Berbagai macam genre seperti film horor, roman, sci-fi, hingga film action, hingga genre kuliner – memiliki penggemar yang mayoritasnya anak muda.

Khusus untuk film-film bertema kuliner, beberapa film maupun bagian adegan dalam film acap kali membuat lapar, tak hanya lapar mata, namun juga lapar perut. Bahkan tak jarang makanan tersebut menjadi menu utama dalam film. Misalkan film animasi “Cloudy With a Change of Meatballs” lengkap dengan visual food galore dengan ukuran raksasa atau film “Charlie and the Chocolate Factory” kisah perjalanan Charlie di pabrik coklat ajaib milik Willy Wonka. Populernya film-film yang mengangkat makanan tertentu sering kali diadaptasi dan dalam sekejap menjadi tren.

Selain kedua judul film di atas, ternyata masih banyak lagi film yang mengangkat makanan dari suatu daerah tertentu yang menjadi menu utamanya lho! Mengobati rasa penasaran, berikut beberapa makanan ikonik dalam film yang cukup populer pada jamannya.

1. Ikan Kuah Kuning & Gulai Kepala Ikan – Tabula Rasa

Tabula Rasa, film garapan sutradara Adriyanto Dewo dan penulis Tumpal Tampubolon. Film ini disebut-sebut sebagai film kuliner pertama di Indonesia. Pasalnya film ini menceritakan relasi dua budaya melalui kekayaan kuliner Indonesia sebagai cerita utama.

Kisahnya menyoroti budaya dan kuliner di Papua serta Sumatera Barat. Kemiripan gulai kepala ikan di Minang dan kepala ikan kuah kuning di Serui, Papua diambil sebagai latar belakang cerita. Sekilas kedua makanan ini terlihat sama, tetapi sebenarnya memiliki cita rasa yang berbeda.

2. Lorjuk – Aruna dan Lidahnya

Film ini merupakan film layar lebar pertama dari Edwin. Diangkat dari novel karya Laksmi Pamuntjak, film ini bercerita tentang Aruna, seorang penyandang titel ahli wabah dan seorang pemuja kuliner. Aruna termasuk penganut paham:

Hidup untuk makan

Dimana makan adalah kegiatan paling menyenangkan baginya. Sampai suatu hari dia ditugaskan turun ke lapangan, untuk meneliti isu wabah flu burung di beberapa kota di Indonesia. Perjalanan Aruna menyambangi empat kota yaitu Surabaya, Pamekasan (Madura), Pontianak, dan Singkawang. Menu makanan ditiap kota memang memiliki ciri khas masing-masing, salah satu yang cukup menarik adalah Lorjuk.
Lorjuk sendiri merupakan jenis kerang bambu atau dalam bahasa Inggris disebut jack knife. Habitat pesisir pantai yang berlumpur merupakan tempat hidup Lorjuk. Tak semua pantai menjadi habitat lorjuk, kerang ini hanya dapat ditemukan di sepanjang perairan pantai yang datar dan landai seperti di Pamekasan, Madura. Makanan yang rendah kalori ini memiliki kandungan protein, omega 3, serta mineral berupa yodium dan zat besi.

3. Niffler Bread – Fantatic Beast and Where To Find Them

Fantastic Beast and Where To Find Them merupakan prekuel film Harry Potter. Film ini dirilis tahun 2016 lalu, menjadi semakin populer karena menyelipkan adegan-adegan menarik yang mendukung jalan cerita film. Salah satunya pada adegan terakhir, di mana tokoh Jacob Kowalski membangun toko roti dengan aneka kue berbentuk hewan-hewan ajaib peliharaan Newt Scamander. Salah satu kuenya adalah Niffler.

Saking menggemaskannya kue berbentuk Niffler ini, banyak orang membuat resep-resep kue berbentuk hewan ajaib ini. Tujuannya agar dapat dipraktekkan oleh penggemar film ini di rumah.

4. Bacon and Eggs – Howl Moving Castle

Hayao Miyazaki adalah seorang sutradara legendaris dengan salah satu karya animasinya, Howl Moving Castel. Howl Moving Castel bercerita tentang Sophie, seorang pengerajin topi yang disihir menjadi tua, memaksa dia untuk mencari Howl sang penyihir untuk mematahkan sihir tersebut. Perjalanannya dikejutkan dengan bertemu kastil yang dapat berjalan dan setan api, Calcifier. Dimana Calcifier menyimpan rahasia hati dari Howl. Dan api ini harus terus menyala, agar kehidupan kastil terus berjalan. Sophie pun berinisiatif untuk memasak menu American Breakfast, dua telur mata sapi dan daging bacon.

Bahan yang sederhana dan cukup praktis membuat makanan ini menjadi pilihan untuk sarapan. Biasanya dilengkapi dengan selembar roti panggang yang dioles selai buah, pancake dengan sirop, sereal, kopi atau teh dan jus jeruk.

5. Spaghetti and Meatballs – Lady and the Tramp

Bagi penggemar film animasi klasik berjudul Lady and the Tramp, pasti sudah familiar dengan salah satu adegan ikonik saat sepasang anjing bernama Lady dan Tramp sedang makan spaghetti, sepiring berdua. Aihhh, anjing saja bisa romantis ya.

Kamu sendiri apa kabar, Kulinas? Haha.

Sajian ini berupa pasta spaghetti bersama siraman saus tomat dengan tambahan bola-bola dari daging sapi berbumbu. Agar lebih segar bisa disajikan bersama taburan keju parmesan dan cacahan parsley.

6. Ratatouille – Ratatouille

Bercerita tentang seekor tikus bernama Remy yang bercita-cita menjadi seorang koki profesional di sebuah restoran mewah di Paris. Sesuai dengan judulnya, film ini mengangkat makanan khas Prancis bernama Ratatoille. Film ini diproduksi oleh Pixar pada 2007 lalu.

Ratatoille sendiri adalah makanan yang terbuat dari aneka sayuran seperti zucchini, terong, paprika, tomat, dan bawang yang dipanggang. Berkat kepopuleran film animasi dengan tokoh utama tikus ini, kini kita mengenal Ratattoille sebagai makanan buatan Remy yang berhasil meluluhkan hati kritikus makanan bernama Anton Ego.

7. Grilled Cheese – Chef

Film ini disutradarai dan dibintangi oleh Jon Favreau. Berawal sebagai chef profesional yang keluar dari pekerjaannya di sebuah restoran ternama di Los Angeles, Carl Casper kembali ke rumahnya di Miami untuk menyelesaikan projek food truck. Dia menjalin hubungan kembali dengan mantan istrinya dan mengundang anak laki-lakinya untuk bergabung dengannya untuk mengendarai truk itu ke L.A. sambil menjual makanan Cuban di beberapa kota yang mereka lewati. Momen Carl Casper membuatkan sepotong grilled cheese menjadi ikon yang terus dibicarakan setelah menonton film ini.

Grilled cheese atau roti lapis keju panggang dibuat dengan memasukkan keju yang disusun atau dijepit oleh dua potong roti, yang kemudian dipanaskan sampai pinggiran roti sedikit kering dan renyah serta keju mencair.

Waktu adegan makan roti lapis keju panggang di film ini ya, ya ampuuunnn… Gigitan pertama, kresss. Lalu saat hendak ditarik, keju yang meleleh langsung membanjiri mulut, belum lagi tambahan jenis keju mozarella yang membuat keju melar panjang dan tidak putus-putus. Ugh. Kebayang banget nikmatnya roti lapis keju di film Chef.

Apakah kalian sudah pernah menonton film-film di atas? Dan dibuat lapar setelah menonton film-film tersebut?

Kalau iya, kita sama! Besok cobain bikin salah satu menu di atas aaahhh~

Sumber:
https://kumparan.com/@kumparanfood/7-makanan-ikonik-yang-diadaptasi-dari-film-terkenal-di-dunia
http://www2.jawapos.com/baca/artikel/5977/tabula-rasa-kisah-filosofi-makanan
http://www.cosmopolitan.co.id/article/read/9/2018/14716/film-review-petualangan-rasa-di-aruna-lidahnya


Couscous, Si Bulat Lucu Makan Malam ala Timur Tengah

Setelah lelah seharian bekerja dan beraktifitas, makan malam bisa jadi mood booster paling ampuh. Untuk bisa recover energy, apalagi kalau bukan makan makanan berat yang mengenyangkan. Terkadang sampai suka kehabisan ide mau makan malam apa ya? Belum lagi milih makan apa nih selain makan nasi? Daripada bingung-bingung, nih ada alternatif carbo complex dari Kulina khas masakan ala Timur Tengah.

COUSCOUS

Couscous merupakan makanan whole grain dari Afrika Utara, namun cukup populer pada masakan Timur Tengah Seperti Libya, Maroko, Mesir, Lebanon, Tunisia, dan Arab.

Elemen utama dari pembuatan Couscous adalah gandum mentah yang dipecahkan, sehingga mirip dengan semolina. Bahan pangan ini dibuat dengan cara mengambil semolina, yaitu zat tepung dan biji gandum. Bentuknya butiran kecil dengan ukuran 1 mm, hampir menyerupai beras, tapi bentuknya lebih pendek dan membulat. 

Kandungan Nutrisi Couscous

D:\KULINA\pict kulina\couscous\couscous-727492_1920.jpg

Couscous baik untuk makan malam karena memberikan sumber protein ramping. Satu porsi Couscous hanya memiliki kurang dari 0. 5 gram lemak. Selain itu, terdapat 2 gram serat makanan. Meskipun serat adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna, ia memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Serat juga memiliki banyak manfaat bagi manajemen berat badan. Karena menyerap air dan akan mengembang ketika sampai di saluran pencernaan, sehingga sangat membantu merasa cepat kenyang, tanpa perlu banyak makan.

Couscous memiliki bermacam-macam nutrisi seperti thiamin, niacin, riboflavin, B6, folat dan asam pantotenat. Nutrisi ini membantu metabolisme energi, menjaga sel darah merah dan menjaga kulit, darah, otak, sistem saraf, jantung dan sistem kekebalan tubuh.

Bahan pangan ini highly recommended untuk dikonsumsi oleh penderita diabetes, kolesterol, dan jantung. Maupun bagi kalian yang butuh makanan penyeimbang yang tinggi serat, protein, dan zat besi. Couscous bisa dihidangkan sebagai lauk, salad, sebagai makanan penutup atau pengganti nasi dan quinoa. Di dunia kuliner, Couscous juga diolah menjadi nasi kebuli, isian sup, atau sebagai campuran olahan daging.

Menu Makan Malam Couscous dari Kulina Dinner

Mengkombinasikan Couscous dengan masakan dari berbagai daerah juga patut untuk dicoba lho, Kulinas. Fusion Couscous bisa dengan ikan Dory dengan crèmed spinach dan parmesan sauce ala Prancis, sate ayam bumbu Teriyaki ala Jepang, ataupun kombinasi ayam berbumbu rempah serai dan urap sayur khas Indonesia. Semua makanan fusion dengan bahan Couscous ini bisa kalian pesan cuma di Kulina Dinner.

Paket-paket diatas tersedia di segmen Sehathat by Mangia.

Kalori ramping dengan bermacam complement dalam satu paket, cukup seharga Rp 47.500 saja lho.

Penyajian yang rapih dalam bento box, pastinya anti tumpah atau acak-acakan. Dijamin makan malam anti mainstream dan sehat ya cuma bareng Kulina Dinner.

Goodbye boring dinner!

Sumber:
https://www.viva.co.id/arsip/285556-couscous-makanan-penuh-nutrisi
https://id.healthycareinfo.com/what-are-health-benefits-of-couscous-42628
https://www.kulina.id/menu/couscous-with-lime-leaves-and-lemongrass-chicken-skewers

Sayur Asem, Kekayaan Sajian Nusantara dengan Filosofi Unik di Dalamnya

Tidak bisa dipungkiri, sayur dengan cita rasa asin dan asem satu ini sangat terasa sekali ke-Indonesiaannya.

Sayur Asem Kekayaan Sajian Nusantara

Sayur ini lahir di tanah Indonesia dan tidak mengalami akulturasi budaya dari manapun. Walaupun sekilas, rasa kuah sayur asem mirip dengan tomyam dari Thailand — tapi tomyam diisi dengan seafood, sedangkan sayur asem diisi dengan beragam jenis sayuran. Secara bumbu maupun cara memasak pun sama sekali berbeda.

Karena terlalu “Indonesia”, sayur asem bisa ditemui hampir di setiap daerah sepanjang Nusantara dengan berbagai variasi sesuai daerahnya. Masing-masing sayur asem di daerah memiliki bahan atau cara penyajian tertentu yang berbeda-beda.

Misalnya di Aceh, sayur satu ini dikenal dengan nama Sayur Asam Sunti. Sayur Asam Sunti menggunakan blimbing wuluh dan daun ubi jalar. Lalu di Sumatra, sayur asem di sana memiliki kuah yang lebih keruh, merah, dan agak berminyak.

Sayur Asem, Kekayaan Sajian Nusantara

Lanjut ke Pulau Jawa. Sayur asem Betawi memiliki kuah bening dengan isian kacang tanah yang masih terbungkus kulitnya. Bergeser ke Jawa Barat, masyarakat Sunda menyajikan sayur asem dengan isian yang lebih sedikit dan kacang tanah yang sudah terkelupas dari kulitnya. Sedangkan di Jawa Timur, sayur asem biasanya lebih pedas dan disajikan menjadi satu dengan nasinya. Bahkan hingga Kalimantan pun, ada sayur asem. Sayur asem di sini menggunakan terung asam (asam rimbang), kunyit, dan kepala ikan patin.

Huaduh… banyak sekali ya varian sayur asam. Ini rasanya langsung ngiler ini bayanging perpaduan asam, gurih, dan sedikit pedas dari sayur asem. Beuh… cocok banget dimakan siang-siang waktu panas 😎

Eh, tapi bagaimana asal mula sayur asem ya?

Sejarah Sayur Asem

Pada zaman dahulu kala (eeetdah 😆) saat kondisi Indonesia masih serba terbatas inilah sayur asam tercipta. Sayur asem hanya menggunakan bumbu seadanya yaitu, cabai dan asam. Isi sayurnya pun bebas menggunakan sayur apa saja yang mudah ditemukan di halaman rumah atau tanah sekitar.

Sayur asem dari Betawi dan Jawa Barat, sejak dulu menggunakan buah asam muda. Sedangkan di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah menggunakan asam fermentasi. Buah asam muda mudah ditemukan di sekitar tempat tinggal penduduk, sedangkan asam fermentasi harus dibuat di pabrik. Sebab inilah, para pakar kuliner Indonesia berasumsi bahwa sayur asem pertama kali dibuat di daerah Jawa Barat dan sekitarnya.

Sayur Asem Kekayaan Sajian Nusantara

Filosofi Sayur Asem

Coba kita lihat lagi ada apa saja di dalam sayur asem. Sangat beragam! Mulai dari daun bayam, terong, kacang melinjo atau kacang tanah, kacang panjang, hingga jagung. Itulah inti dari sayur asem, keberagaman — meski berbeda-beda tapi tetap bisa bersama hingga menampilkan rasa yang luar biasa. Memang asem, tapi juga segar.

Tidak hanya itu, saat makan sayur asem kita harus pelan-pelan dan bersabar. Mulai dari mengupas kacang melinjo atau kacang tanah, hingga memipil jagungnya demi mencicipi setiap sayur yang ada di dalamnya dan merasakan paduan cita rasa dari gabungan mereka semua.

Jadi sayur asem mengajarkan kita bahwa,

Hidup adalah perkara bagaimana kita menikmatinya.

Tsailaaahhh… Tsedap! 💃

Sumber:
https://beritagar.id/artikel/gaya-hidup/filosofi-semangkuk-sayur-asam
https://lifestyle.okezone.com/read/2017/08/22/298/1760761/food-story-sayur-asem-betawi-lahir-sejak-zaman-penjajahan-belanda-di-batavia

Nasi Ulam Betawi, Panganan Khas yang Mulai Hilang di Jakarta

Salah satu nasi khas Betawi yang kian sulit ditemukan ialah nasi ulam. Nasi dengan beragam lauk sebagai pelengkap ini telah lama menjadi identitas kuliner Betawi.

Nasi ulam adalah hidangan nasi yang dicampur berbagai bumbu dan rempah, khususnya daun pegagan (Centella asiatica) atau kadang diganti daun kemangi, sayuran, dan berbagai bumbu, serta ditemani beberapa macam lauk-pauk. Hidangan ini berasal dari khazanah hidangan Melayu, dan terdapat banyak resep dan variasi yang ditemukan baik di Indonesia maupun Malaysia.

Di Indonesia, nasi ulam dapat ditemukan dalam seni kuliner suku Betawi, ataupun suku Melayu di Sumatra, serta ditemukan juga di Bali. Nasi ulam Betawi terdapat dua jenis yaitu, nasi ulam berkuah (basah) yang berasal dari Jakarta Utara dan Pusat, serta nasi ulam kering (tidak berkuah) yang ditemukan di Jakarta Selatan. Di Indonesia nasi ulam biasanya dicampur daun kemangi dan ditaburi kacang tanah tumbuk, kerisik, atau serundeng (kelapa parut sangrai). Di atas nasi ulam biasanya ditambahkan berbagai macam lauk-pauk teman nasi, seperti dendeng, telur dadar, perkedel, tahu goreng, tempe, dan kerupuk.

Urutan penyajian nasi ulam yaitu, nasi putih, yang ditaburi bubuk kacang tanah, lalu bihun, kerupuk dan emping. Di bagian atasnya diberi irisan daun kemangi, timun, dan terakhir diguyur kuah semur berbumbu. Kuah semurnya bisa diberikan sesuai selera. Ada yang “banjir” atau hanya “basah”, bahkan kering alias dipisah kuahnya.

Bubuk kacang tanahnya sangat khas, membuat nasi ulam ini memiliki rasa gurih yang berbeda dari nasi tradisional lain. Sedangkan kuah semurnya terasa gurih dan sedikit manis dari penggunaan kecap. Selain itu, sayuran seperti daun kemangi dan timun menambah segar cita rasa nasi yang kian langka ini.

Nah, kamu sendiri Kulinas, yang kebanyakan tinggal di Jakarta — udah pernah cobain nasi ulam Betawi belum? Kalau belum, kuy cobain makanan tradisional satu ini (sebelum menghilang dari peredaran) lewat menu Kulina Deluxe Lunch minggu depan!

Pilihan tepat untuk kamu yang menginginkan variasi karbohidrat selain nasi dan porsi lauk utama yang lebih besar.

Sumber:
https://food.detik.com/info-kuliner/d-3277371/perpaduan-kultur-dalam-seporsi-nasi-ulam-betawi
http://wisataseru.com/2010/06/nasi-ulam-nasi-srundeng-khas-betawi-yang-gurih/

Yuk, Jalan-Jalan ke Szechuan saat Jam Makan Siang dengan Kulina!

Eh gimana maksudnya? Ya jadi kalau mau jalan-jalan beneran ke sana kan jauh dan butuh ongkos yang banyak, makanya Kulina tawarkan alternatif lain untuk jalan-jalan ke Szechuan dengan kekayaan kuliner mereka.

Szechuan adalah sebuah provinsi yang terdapat di Negara Republik Rakyat Cina sebelah barat laut. Szechuan berarti Empat Rangkaian Sungai. Ibu kotanya terletak di Chengdu — sebuah kota pusat ekonomi penting di Cina tau Tiongkok. Selain kulinernya yang mendunia, Provinsi Szechuan juga memiliki banyak peninggalan sejarah berharga.

Kembali ke kuliner Szechuan, masakan khas Szechuan terkenal dengan kombinasi rasa pedas, asam, asin, dan manis. Bumbu penting dari masakan Szechuan adalah cabai merah. Jadi buat kamu yang doyan pedas, sajian hidangan Szechuan pasti cocok buat kamu!

Awalnya, masyarakat Szechuan tidak langsung mengenal dan menggunakan cabai merah dalam resep masakan mereka. Dahulu mereka menggunakan bumbu-bumbu seperti jahe, mustar, bawang, dan kucai — yang berhasil memunculkan aroma dan rasa yang kuat.

Baru sejak abad ke-17 ketika Amerika datang ke daratan Tiongkok dan membawa rempah-rempah, masyarakat Szechuan mulai berkenalan dengan cabai merah. Mereka kemudian menggunakan cabai merah ke dalam hampir setiap masakan mereka. Cabai merah yang memberi rasa pedas mampu memberikan perasaan hangat di dalam tubuh setelah memakannya. Hal ini cocok dengan kondisi geografis Szechuan yang diapit oleh daratan tinggi yang bersuhu dingin.

Berbagai Masakan Khas Szechuan yang Mendunia

1. Ayam Hainan

Ayam dimasak menggunakan jahe dengan cara tradisional: utuh bersama tulang. Ayam direbus hingga mengeluarkan kaldu kental. Setelah ayam empuk, baru ditiriskan, lalu dipotong-potong. Kuah kaldu kental tadi kemudian digunakan sebagai bahan memasak sup untuk sayur pelengkapnya. Sedangkan berasnya dimasak menggunakan santan kelapa, supaya nasi lebih liat dan gurih.

2. Ayam Cabai Kering

Sajian pedas satu ini, selain menggunakan cabai merah sebagai bahan utama, juga menggunakan lada Szechuan untuk meningkatkan cita rasa pedas yang ditimbulkan. Lada Szechuan adalah salah satu bumbu khas Szechuan. Lada Szechuan di Indonesia lebih terkenal disebut sebagai Andaliman. Rasa dari lada Szechuan sendiri adalah pedas dan getir, sehingga mampu membuat lidah dan bibir kamu terasa tebal. Ciri khas lain dari sajian Ayam Cabai Kering adalah penggunaan kacang mete di dalam masakannya.

3. Sapi Tumis Daun Bawang

Provinsi Szechuan yang wilayah memang terletak di antar daratan-daratan tinggi, jarang menggunakan ikan sebagai bahan utama masakan mereka. Masayarakt Szechuan lebih banyak menggunakan ayam, bebek, sapi, atau ikan air tawar. Salah satunya adalah Sapi Tumis Daun Bawang. Sapi Tumis Daun Bawang juga dimasak bersama bawang bombay, jahe, ketumbar, merica, cabai, serta saus tiram. Terlihat kan dari bumbu-bumbunya, rasa sapi tumis daun bawang pastilah pedas?

4. Angsio Tahu

Angsio berarti masakan yang dimasak menggunakan saus tertentu untuk memuncul warna merah atau kemerahaan, seperti dimasak menggunakan cabai, kecap, atau saus tiram. Maka Angsio Tahu berarti masakan tahu yang diolah dengan bumbu khusus berwarna merah. Meski warna kuah Angsio Tahu berwarna merah, namun masakan khas Szechuan satu ini tidak terlalu pedas. Angsio Tahu juga menggunakan jahe sebagai bumbu utama. Selain itu, Angsio Tahu menggunakan jamur dan kaldu jamur saat proses memasaknya.

Penasaran dengan menu-menu lezat di atas?

Cobain sekarang, langganan paket makan siang baru dari Kulina: CITY LUNCH! Jadi di paket ini, Kulina akan memilih beragam kota terkenal di dunia, lalu mengulik kuliner khas mereka dan menyajikannya ke meja kerja kamu saat makan siang tiba 😄

Sekarang giliran Szechuan dari China. Besok bisa ada lagi dari kota dan negara yang berbeda. Udahlah dijamin kamu gak akan bosan, Kulinas.

Mantul?
Mantap betuuulll 👍

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Sichuan
https://id.wikipedia.org/wiki/Hidangan_Sichuan
http://tawanrestaurant.com/index.php/detail-menu/81/angsio-tahu