Saat Kalian Merasa Lapar, Ini yang Terjadi pada Tubuhmu

Writer: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Menunda atau melewatkan waktu makan mungkin menjadi hal yang wajar dialami saat mengejar tenggat waktu pekerjaan. Namun, perilaku ini bisa jadi mempunyai efek tertentu bagi tubuhmu. Rasa lapar berkepanjangan dapat memberikan pengaruh pada psikis. Terutama pada pria, rasa lapar dapat membuat orang menarik diri dan apatis. Sebelum semakin berlarut-larut bahkan sampai jadi kebiasaan buruk, yuk cari tahu apa yang terjadi pada tubuhmu ketika rasa lapar melanda.

Otak Mengatur Strategi

C:\Users\Owner\Downloads\hypothalamus.jpg

Saat manusia merasa lapar, organ utama yang menjadi pusat rasa lapar adalah hypotalamus. Metabolisme otak menjadi aktif setelah kadar gula dalam darah menurun. Bagian tersebut berfungsi mengaktifkan produksi hormon stress adrenalin yang nantinya akan memberikan sinyal ke manusia untuk mencari makanan. Saat kelaparan, setiap organ tubuh akan menurun hingga 50% dari berat sebelumnya. Berbeda halnya dengan otak. Organ tubuh ini hanya akan menurun 2-4% saja.

Enam jam pertama tanpa makanan, tubuh akan memecah glikogen menjadi glukosa sebagai bahan bakar energi untuk otak, jaringan otot dan aliran darah.Setelah enam jam berlalu, glikogen akan mulai habis. Hal ini menyebabkan energi habis dan otak sulit membuat keputusan. Kesulitan ini kemudian membuat kadar emosi meningkat.

Tubuh Menghemat Energi

C:\Users\Owner\Downloads\all_tiredness_shutterstock_302075804.jpg

Bila kelaparan terjadi 3 hingga 10 hari akan membuat metabolisme tubuh menurun. Demikian juga dengan frekuensi kerja jantung dan suhu tubuh menurun disebut penghematan energi. Selain itu, ketiadaan glukosa dalam darah akan membuat tubuh mengambil simpanan lemak sebagai sumber energi utama. Secara otomatis tubuh akan membangun asam lemak yang nantinya akan menjadi keton atau senyawa lemak tubuh. Keton merupakan senyawa terpenting terakhir saat orang kelaparan tetap bertahan hidup. Sebab, keton menjadi satu-satunya unsur yang bisa dikonsumsi otak selain glukosa.

Dampak yang mungkin dapat muncul dari kelaparan berkepanjangan ini adalah dengan berubahnya suasana hati, tubuh lemas karena berkurangnya massa otot, fungsi penahan kulit melemah, sistem kekebalan tubuh menurun, dan makin mudah terserang penyakit. Yang paling buruk selain gejala yang telah disebutkan diatas adalah otot-otot jantung kemudian perlahan menjadi makanan bagi otak. Hal ini juga akan terjadi pada organ tubuh lainnya, mengingat organ tubuh sebagian besar tebuat dari protein.

Perubahan Metabolisme Tubuh

C:\Users\Owner\Downloads\comb-with-hair-loss-problem_36743-135.jpg

Jika tubuh menyesuaikan program metabolisme demikian, tubuh manusia hanya dapat bertahan maksimal 3 bulan. Kurangnya nutrisi ini akan diawali dengan munlainya ada kerusakan gigi, tulang mulai melemah dan munculnya rambut rontok. 

Dampak selanjutnya, dalam waktu singkat tubuh akan mengkonsumsi seluruh protein dari organ-organ. Seluruh protein ini kemudian akan dipakai otak sebagai sumber energi, demi pemenuhan kebutuhan energi otak. Jika sudah demikian, kurangnya nutrisi akan mematikan fungsi jantung.

Menunda atau melewatkan waktu makan demi pekerjaan atau malah niatan mengurangi berat badan mungkin sulit dihindari. Tapi kalau dapat mengelolanya sesuai dengan kapasitas tubuh, malah akan memberikan dampak positif. Sama halnya ketika berpuasa seharian penuh. Sejauh apa kemampuan kalian mengenali tubuh, hanya kalian sendiri yang dapat mengukurnya. 

Tetap sayangi tubuhmu ya guys!

SUMBER:
https://www.dw.com/id/reaksi-tubuh-bila-kelaparan/a-15565152
https://www.idntimes.com/science/discovery/viktor-yudha/reaksi-tubuh-saat-berhenti-makan/full


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *