Ragam Jenis Gula dan Manfaatnya

Writer: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Pada dasarnya gula dihasilkan dari sumber yang sama, yakni tanaman tebu. Melalui cara mengekstrasi sari gula tebu tersebut, kemudian akan diolah menjadi berbagai jenis gula. Beragam gula ini dapat dibedakan menjadi bermacam-macam varietas, yakni dengan melalui teknik pemrosesan tertentu, misalkan dalam proses pembersihannya, mengkristalkannya, mengeringkannya maupun dalam variasi tingkat molasenya. 

Banyak macam jenis gula, banyak pula wujud gula dalam hidangan sehari-hari. Hal ini dapat menyebabkan konsumsi gula dalam satu hari jadi tidak terukur. Padahal idealnya setiap orang hanya boleh konsumsi per hari 50 gram gula atau setara dengan 5-9 sendok teh.

Gula sendiri berperan penting bagi tubuh, baik dalam membantu metabolisme tubuh karena menjadi salah satu sumber karbohidrat sehingga memaksimalkan fungsi kerja tubuh dan otak. Maupun dapat merugikan bila dikonsumsi berlebihan sehingga banyak kasus menyebabkan obesitas. 

Kalau sudah begini, boleh lebih selektif dalam memilih dan memilah menu tiap harinya. Agar dapat menjaga konsumsi gula harian, mari cari tahu tentang macam-macam jenis gula berikut.

1. Gula Pasir

C:\Users\Owner\Downloads\sugar.jpg

Penambah rasa manis ini cukup populer di banyak dapur dari dapur rumahan sampai dapr profesional. Pasalnya gula ini cukup multifungsi sehingga sering digunakan sebagai pemanis minuman, kue, menambah rasa umami dalam masakan, atau bahan dasar pembuat karamel.

Teksturnya yang kasar dihasilkan dari air tebu yang direbus hingga kental, lalu di haluskan menjadi butiran kristal. Gula pasir sendiri mengandung glukosa, zat ini akan menjadi pengganti karbohidrat tubuh bila dikonsumsi secukupnya. Mengkonsumsi gula pasir berlebih akan menyebabkan kadar gula darah meningkat, sehingga dapat menyebabkan penyakit seperti obesitas maupun diabetes.

2. Gula Merah

C:\Users\Owner\Downloads\Bisnis-Gula-Merah.jpg

Berbeda bahan utamanya dari gula pasir, gula merah dibuat dari nira. Berbentuk cairan merupakan hasil dari bunga pohon keluarga palma seperti, kelapa, aren dan siwalan. Proses pengolahannya pun cukup berbeda, dengan merebus air nira atau air buah aren hingga serupa karamel kecoklatan. Dikemas dalam bentuk silinder maupun setengah lingkaran serupa setengah batok kelapa. Teksturnya keras, namun akan mudah meleleh bila dipanaskan atau terkena air.

Gula ini banyak ditemui di pulau Jawa, sehingga tak jarang disebut sebagai Gula Jawa. Oleh sebab itu, banyak masakan Jawa terutama Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang memakai gula merah. Salah satu masakan khas daerah tersebut yang menggunakan gula merah adalah Gudeg.

3. Gula Bubuk

C:\Users\Owner\Downloads\czwrtjiuykjqobzduly8.png

Sebenarnya gula bubuk ini terbuat dari gula pasir yang dihaluskan. Yang membedakan disini adalah finishing-nya, jika gula pasir bertekstur kasar seperti kristal, gula bubuk memiliki tekstur serupa tepung. Karena berupa bertekstur terlalu lembut, biasanya rasa manisnya akan terlalu kentara, sehingga perlu dicampur dengan tepung jagung. Hal ini juga mengantisipasi agar gula bubuk tidak cepat menggumpal bila dipanaskan. 

Penambahan tepung jagung dalam gula tersebut membuat gula ini lebih cocok untuk dijadikan garnish atau hiasan pemanis diatas kue ataupun makanan penutup dengan citarasa manis.

Baca serba gula, bikin pingin habiskan sore selepas kantor sembari santap kue-kue manis ditemani secangkir teh manis gak sih? Atau es kopi manis? Hmm apapun itu, asal mengkonsumsi dengan lebih bijak, dijamin gak akan terserang jahatnya kadar tinggi gula darah deh! Yuk, perhatikan tiap kandungan gulamu mulai dari menu sarapan pagi ini ya Kulinas!

SUMBER:
https://id.wikipedia.org/wiki/Gula
https://kumparan.com/@kumparanfood/mengenal-7-jenis-gula-dan-kegunaannya




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *