Kupas Tuntas Mitos VS Fakta Seputar Vitamin C

Writer: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Derasnya hujan jangan bikin semangat apalagi stamina menurun. Salah satu cara jaga stamina, bisa dengan konsumsi vitamin atau suplemen. Ada banyak buah dan sayur yang mengandung vitamin-vitamin yang dibutuhkan tubuh kita. Salah satunya tentu saja Vitamin C yang akrab dengan musim hujan seperti ini.

Konon katanya… Vitamin C baik untuk mencegah maupun mengurangi berbagai macam gejala penyakit musim hujan yakni, flu maupun influenza. Tapi apakah info ini teruji betul? Yuk, kulik mitos vs fakta seputar vitamin C!

1. Vitamin C Dapat Menyembuhkan Flu

1. Mitos VS Fakta Vitamin C - Sembuhkan Flu
Mitos VS Fakta Vitamin C – Sembuhkan Flu

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen vitamin C secara teratur bisa mengurangi gejala flu ringan, namun tak menyembuhkan secara menyeluruh. Vitamin C lebih tepatnya hanya membantu menjaga kekebalan tubuh. Cara terbaik untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang kuat adalah dengan makan secara sehat, termasuk mengkonsumsi rutin produk yang kaya vitamin C. Faktanya, vitamin C sangat penting memainkan peran kunci dalam penyembuhan luka.

2. Minum Vitamin C Bikin Urin Berwarna Kuning

2. Mitos VS Fakta Vitamin C - Bikin Urin Berwarna Kuning
Mitos VS Fakta Vitamin C – Bikin Urin Berwarna Kuning

Fakta ketiga, mengkonsumsi vitamin C secara rutin terbukti dapat membuat urin jadi berwarna kuning. Tetapi, kondisi ini bukan efek samping dari vitamin tersebut dan bukan berarti kita menderita suatu penyakit tertentu.

Perlu diketahui, vitamin C memiliki sifat larut dalam air (water solublel). Jadi, ketika vitamin tersebut masuk ke dalam tubuh, sebagian akan diserap dan sisa- sisa yang tidak dibutuhkan akan dibuang melalui urin dan keringat. Dalam hal ini, yang paling terlihat adalah lewat urin.

Sebaiknya malah menjadi puas jika urin yang dikeluarkan tubuh berwarna kuning setelah mengonsumsi vitamin C dan B. Sebab, tandanya fungsi penyaring dalam ginjal berfungsi dengan baik. Tubuh memiliki intelenjensianya sendiri – yang akan mengeluarkan apa yang tidak dibutuhkan. Jadi, tidak perlu khawatir karena ini adalah kondisi yang normal terjadi.

3. Konsumsi Vitamin C Malah Bikin Gemuk

3. Mitos VS Fakta Vitamin C - Bikin Gemuk
Mitos VS Fakta Vitamin C – Bikin Gemuk

Mitos bilang, konsumsi vitamin C malah membuat selera makan bertambah dan menyebabkan tubuh gemuk. Bertambahnya berat badan itu berhubungan dengan kalori. Vitamin C sendiri tidak bisa menaikkan berat badan.

Kalau kondisi tubuh kita termasuk normal, mengonsumsi vitamin apapun, termasuk vitamin C, tidak akan mempengaruhi berat badan. Justru, tubuh akan jadi lebih sehat karena vitamin dapat mencukupi asupan nutrisi yang tidak bisa dipenuhi oleh makanan. Nah, jika berat badan naik karena nafsu makan yang meningkat, ini tandanya ada masalah dalam tubuh kita. Bisa jadi, tubuh selama ini kekurangan nutrisi. Saat mengonsumsi vitamin C, penyerapan tubuh belum maksimal. Saat proses, awalnya kita mungkin jadi makan lebih banyak dan sering merasa lapar. Hal ini karena tubuh berusaha memenuhi asupan nutrisi yang selama ini kurang dan juga karena vitamin C yang memperbaiki selera makan (appetite) kita.

Ketika konsumsi vitamin C sudah rutin, proses penyerapannya pun juga semakin optimal. Sel- sel tubuh akan mengalami regenerasi dan semakin aktif, lalu tubuh kita pun menyesuaikan diri. Yang awalnya makan banyak, jadi lebih sedikit karena cepat kenyang. Pada dasarnya, ketika nutrisi kita tercukupi, maka makan pun tidak akan berlebihan.

4. Kelebihan Vitamin C Menyebabkan Penyakit Batu Ginjal

4. Mitos VS Fakta Vitamin C - Sebabkan Penyakit Batu Ginjal
Mitos VS Fakta Vitamin C – Sebabkan Penyakit Batu Ginjal

Fakta dari seorang spesialis ahli gizi, Rachel Olsen: tubuh kita hanya mampu menyerap vitamin C sebesar 90 miligram. Ketika lebih dari 2.000 miligram, vitamin C yang masuk ke tubuh diproses sebagai kalsium oksalat, yang kalau digabung dengan mineral-mineral lain bisa menjadi kristal, dan berujung pada batu ginjal. Penyebabnya bisa dari konsumsi suplemen vitamin tambahan, padahal vitamin C bisa didapatkan dari makanan yang telah dikonsumsi, seperti buah-buahan dan sayuran.

5. Jeruk Sumber Terbaik Vitamin C

5. Mitos VS Fakta Vitamin C - Jeruk Sumber Terbaik
Mitos VS Fakta Vitamin C – Jeruk Sumber Terbaik

Faktanya adalah masih ada sumber makanan yang lebih baik daripada jeruk. Jeruk merupakan salah satu sumber vitamin C namun hanya menghasilkan 70 mg per buah. Sedangkan satu cangkir paprika merah dapat menghasilkan 200-300 mg vitamin C. Selain itu beberapa makanan yang lain yang memiliki kandungan vitamin C tinggi antara lain brokoli, kiwi, stroberi, pepaya, nanas, dan melon serta buah jeruk, baik itu jeruk biasa, jeruk keprok atau jenis jeruk lainnya.

Ketahui Kandungan Tinggi Vitamin C dari Macam-Macam Buah Berikut

1. Kiwi

6. Mitos VS Fakta Vitamin C - Kiwi
Mitos VS Fakta Vitamin C – Kiwi

Buah dengan daging berwarna hijau ini ternyata mengandung buah tinggi vitamin C lho. Bahkan, kandungan vitamin C pada kiwi lebih besar ketimbang jeruk. Sebagai informasi, satu buah jeruk mengandung 70 mg vitamin C, sedangkan kandungan vitamin pada buah kiwi mencapai 71 mg per buahnya.

Selain vitamin C, kiwi juga mengandung zat bergizi lainnya seperti vitamin A, vitamin E, dan Vitamin K. Mineral dan asam lemak omega-3 juga tidak luput dari kandungan buah kiwi, yang mana kedua zat tersebut penting sekali untuk menurunkan risiko penyakit stroke.

Baca artikel serupa:
[Kiwi, Si Hijau Kecil Banyak Manfaat]

2. Jeruk

7. Mitos VS Fakta Vitamin C - Jeruk
Mitos VS Fakta Vitamin C – Jeruk

Buah ini terkenal akan rasa asam kecut dan kandungan vitamin C-nya. Buah berwarna oranye ini mengandung vitamin C sekitar 70mg. Walaupun demikian buah ini selalu menjadi favorit untuk penuhi vitamin C dikala stamina mulai turun. Mau dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi juice atau smoothies tetap nikmat.

3. Lemon

8. Mitos VS Fakta Vitamin C - Lemon
Mitos VS Fakta Vitamin C – Lemon

Tak diragukan lagi buah super asam ini biasa digunakan dalam boga maupun dikonsumsi sebagai minuman. Kelompok buah sitrun ini memiliki kandungan antioksidan yang baik bagi kecantikan maupun kesehatan tubuh. Selain tinggi vitamin C hingga 83mg, buah ini juga mengandung asam sitrat, zat polifenol, dan potasium.

4. Pepaya

9. Mitos VS Fakta Vitamin C - Pepaya
Mitos VS Fakta Vitamin C – Pepaya

Pepaya juga memiliki kandungan vitamin C yang tinggi, yakni 87 mg per buahnya. Sebagai buah yang mengandung vitamin C dengan kadar tinggi, manfaat pepaya bagi kesehatan tubuh sangat banyak, seperti memperkuat tulang dan merawat kulit. Buah pepaya juga memiliki kandungan nutrisi lainnya, seperti vitamin A, vitamin B kompleks, kalsium, dan kalium yang bermanfaat untuk melancarkan pencernaan hingga mengendalikan tekanan darah.

5. Stroberi

10. Mitos VS Fakta Vitamin C - Stroberi
Mitos VS Fakta Vitamin C – Stroberi

Buah dengan rasa manis asam ini memiliki kandungan 89 mg vitamin C per 125 ml-nya. Menurut sejumlah penelitian, buah stroberi memiliki manfaat untuk mencegah penuaan, gangguan syaraf, peradangan, hingga kanker sekalipun. Ini karena selain vitamin C, stroberi juga mengandung antioksidan, vitamin B kompleks, vitamin A, vitamin E, kalium, zat besi, fluor, dan iodium.

Sekarang sudah tahu kan buah apa yang paling tinggi mengandung vitamin C? Jadi pilihlah buah yang sesuai dengan kebutuhan vitamin C kalian ya! Selain buah yang mengandung vitamin C, yuk lengkapi asupan vitamin lain dari aneka ragam buah yang ada.

[KLIK DI SINI: BELI BUAH DI KULINA]

11. Mitos VS Fakta Vitamin C - Menu Buah Kulina
Menu Buah Kulina

SUMBER:
http://www.cni.co.id/index.php/corporate-info/news/info-cni/2563-fakta-dan-mitos-unik-tentang-vitamin-c
https://www.enervon.co.id/article/342/mitos-fakta-seputar-vitamin-c/ https://doktersehat.com/buah-yang-mengandung-vitamin-c/



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *