11 Makanan yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Tokyo

Haram hukumnya, kalau liburan tanpa menyantap makanan khas dari daerah tersebut. Apalagi kalau liburannya ke Jepang, tepatnya di Tokyo. Bruh~ Dimana makanan Jepang dikenal memiliki cukup protein, rendah lemak dan kalori, tapi mengandung gizi tinggi. Secara yaaa… sumber makanan utamanya dari seafood.

Oke langsung aja deh!

Berikut 11 rekomendasi makanan khas dari Tokyo, Jepang.

1. Sushi

D:\KULINA\pict kulina\japan\asian-chopsticks-cooking-697058.jpg

Makanan yang melegenda sejak zaman Edo ini sempat dijajakan di food stalls. Beda dari sushi di Indonesia yang mana di jual dalam resto, sushi di Jepang cenderung berbentuk kedai sederhana dengan service lebih casual. Selain itu, kustomer dapat berinteraksi langsung dengan sushi chef, sehingga menjadi daya tarik tersendiri. Umumnya sushi adalah masakan yang menggabungkan cuka beras dengan seafood. Jenis sushi sendiri ada beragam, ada sushi yang melalui proses fermentasi, dan ada signature sushi yaitu nigirizushi dan temakizushi.

Buat kalian yang tidak suka makanan mentah, ada pilihan topping lainnya seperti udang rebus dan belut panggang. Kedai sushi bisa kalian temui di seluruh penjuru Jepang. Tetapi ada beberapa rekomendasi yang layak kalian sambangi karena sudah teruji kelezatannya, seperti di daerah Ginza, Tokyo dan daerah pelabuhan perikanan. Kalau ada kesempatan, boleh mampir ke Sukiyabashi Jiro sushi bar. Dimana kedai sushi ini sudah mendapatkan predikat Michellin berbintang 3 dan termasuk kedai sushi terbaik di dunia.

2. Sashimi

D:\KULINA\pict kulina\japan\blur-caviar-close-up-1683545.jpg

Selain sushi yang bisa disajikan secara ‘segar’, ada pula sashimi. Irisan ikan segar yang disandingkan dengan saus kedelai, wasabi, dan acar jahe. Tak perlu meragukan kesegaran ikan, karena banyak pilihan kedai telah menyediakan ikan dengan tingkatan kesegaran yang beragam. Kedai sashimi yang cukup terjangkau juga banyak ditawarkan di Jepang, terutama di daerah restoran dekat pelabuhan nelayan.

3. Ramen

D:\KULINA\pict kulina\japan\proxy.png

Ramen merupakan masakan berbasis sup yang cukup kompleks dengan beragam topping seperti daging, telur, sayuran, nori, dan tentunya mie. Setiap kedai pasti memiliki resep masing-masing, terutama pada supnya. Sup atau kuah ramen sendiri awalnya dari rebusan tulang ayam, tapi semakin berkembang dengan macam-macam bahan, misal daging babi, daging, sapi, bahkan seafood digunakan dalam pembuatan kuah. Tak jarang, saat menikmati kuah ramen tak hanya terasa asin ataupun gurih, tapi ada lapisan rasa yang tak terdefinisikan. Kuliner ramen belum sah kalau belum nyobain sampai ke Tokyo, salah satu kedai recommended ada di Mutekiya Ramen, Ikebukuro, Tokyo.

4. Curry Rice

D:\KULINA\pict kulina\japan\bowl-chicken-close-up-674574.jpg

Banyak orang tahunya kari adalah makanan yang berasal dari India, ternyata Jepang juga punya loh! Kari yang berasal dari Jepang sangat unik, dibuat dari daging dan sayuran (wortel, kentang, bawang, dan lain-lain) dibumbui dengan bubuk kari, direbus, dan disajikan dengan nasi. Untuk mendapatkan satu porsi kari, bisa kalian temui di banyak lokasi di Jepang, Curry House Coco Ichibanya.

5. Gyoza

Gyoza sendiri mirip dengan kuotie atau kalau dalam bahasa Inggris makanan seperti ini sering disebut potsticker. Bedanya dengan Chinese kuotie, gyoza ukurannya lebih kecil dan kulitnya lebih tipis, tapi fokus pada isian yang juga dibuat lebih halus. Juga ada banyak pilihan isian mulai dari pork, udang, kari, jamur, dll. Buat cari gyoza di Tokyo sebenernya gak perlu jauh-jauh, hampir di semua resto Ramen pasti menyajikan gyoza. Karena gyoza sendiri sebenarnya bukan makanan utama, tapi seperti snack atau makanan pendamping.

6. Soba

D:\KULINA\pict kulina\japan\soba_1.jpg

Soba dalam bahasa Jepang artinya tepung, tapi maksudnya disini adalah mie. Kalau Ramen memakai tepung gandum sebagai bahan utama mie. Berbeda dengan bahan dalam pembuatan soba. Bentuk soba mirip dengan ramen tapi bahannya beda karena terbuat dari kombinasi buckwheat dan tepung gandum. Biasanya warnanya agak gelap dan bentuk penampangnya kotak kecil (sisinya tajam, bukan bulat) karena dipotong memakai pisau. Soba biasa disajikan dengan kuah panas ataupun dingin. Kalau panas disajikan seperti mi kuah, kalau dingin kuahnya disajikan terpisah dan dimakan dengan cara dicelup sebelum disuap ke dalam mulut. Di area Asakuasa ada sebuah kedai spesialis soba yang sangat populer, Namiki Yabusoba. Pengunjung sudah mulai antri bahkan sebelum kedai buka. Kebanyakan staff-nya orang tua dan servisnya sangat menyenangkan. Pengalaman makan soba di sini sangat otentik.

7. Monjayaki

Kalau okonomiyaki merupakan masakan khas Jepang bagian barat, monjayaki ini masakan khas Jepang bagian timur (Tokyo dan sekitarnya). Monjayaki terbuat dari adonan tepung dan air yang dicampur bahan makanan yang telah dipotong kecil-kecil. Sekilas terdengar mirip dengan okonomiyaki, kan? Namun, tidak seperti okonomiyaki yang bisa dipotong-potong, bagian dalam monjayaki tetap encer seolah meleleh saat dimakan. Selain itu, alat makannya pun berbeda. Meskipun bentuk sendok datarnya mirip, hagashi (sendok datar untuk monjayaki) berukuran jauh lebih kecil. Ukuran hagashi ini mungkin setara dengan sendok kopi.

8. Okonomiyaki

D:\KULINA\pict kulina\japan\maxresdefault.jpg

Kalau jajanan malam di Indonesia ada martabak telur, kalau di Jepang ada Okonomiyaki. Okonomiyaki ini irisan sayur campur telur yang dimasak di atas besi panas seperti membuat martabak telur, tapi di okonomiyaki ini sebagian besar sayurnya adalah kol. Okonomiyaki ini lebih seperti jajanan, banyak dijual di night market.

9. Yakitori

D:\KULINA\pict kulina\japan\Fotolia_134177068_Subscription_Monthly_M.jpg

Seperti sate dalam salah satu kuliner Indonesia, Yakitori merupakan sajian ayam yang dibumbui dengan garama manis atau kecap, ditusukkan ke skewer kemudian dibakar. Yakitori bisa kalian temui di bar atau restoran yang biasa disebut Izakaya. Tapi kalau sudah jauh-jauh sampai ke Jepang, sebaiknya kalian langsung makan di restoran spesialis yakitori. Kalian bisa menikmati bermacam-macam bagian ayam dengan harga yang masuk akal.

10. Takoyaki

D:\KULINA\pict kulina\japan\Cheeseburger-Takoyaki-Web-1-of-1.jpg

Udah gak asing sama salah satu jajanan khas Jepang ini, Takoyaki. Bentuk dan cara buatnya seperti poffertjes tapi rasanya cenderung gurih. Adonan tepung diisi dengan potongan gurita, dimasak dalam alat panggangan setengah bulat, kemudian sesudah matang diberi taburan bonita flakes. Takoyaki sendiri banyak dijajakan di night market.

11. Es Krim Matcha 7 Level

D:\KULINA\pict kulina\japan\Suzukien-Asakusa-Matcha.jpg

Setelah puas ber-kuliner-ria, makan makanan berat maupun jajanan ringan, tetap selalu ada tempat untuk dessert! Kalau penasaran gimana rasanya matcha kualitas premium, cobain deh Matcha Ice Cream Level 7 yang ada di Suzukien, gerai ice cream yang menawarkan 7 level ice cream matcha. Matcha di Jepang biasanya lebih intense dan sedikit pahit. Dari warnanya aja udah keliatan banget komposisi matcha-nya mulai dari yang ringan sampai yang intense.


Dan masih banyaaaaakk… lagi kuliner Jepang yang masih belum dibahas. Lain waktu Kulina bakal ulik dan ulas artikel makanan dari Tokyo, Jepang yang pastinya wajib banget kalian cicipi!

Sumber:
https://www.fun-japan.jp/id/articles/3138
https://www.yuktravel.com/trip-ideas-di-japan/20-makanan-yang-wajib-dicoba-saat-berlibur-di-jepang?id=1006772
https://www.pergidulu.com/kuliner-lokal-jepang/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *