3 Cara Sikat Gigi yang Benar Selama Puasa

3 Tips Sikat Gigi Selama Puasa

Sikat gigi adalah salah satu ritual jaga kebersihan diri yang harus kita lakukan setiap hari. American Dental Association menyarankan setiap individu untuk sikat gigi 2 kali sehari dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Biasanya kita sikat gigi sekalian saat mandi. Namun selama puasa, kamu perlu mengubah kebiasaan sikat gigi itu.

Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga saja, melainkan ada pula hal lain yang bisa membatalkan puasa seperti memasukkan suatu benda ke dalam rongga tubuh dengan sengaja. Saat sikat gigi, tentu saja kita memasukkan sikat dan pasta gigi ke dalam rongga mulut. Maka dari itu, ada beberapa tips sikat gigi untuk tetap jaga kebersihan selama puasa.

Baca artikel serupa:
[5 Jenis dan Tips Olah Raga yang Aman Saat Puasa]

1. Tetap Sikat Gigi Dua Kali Sehari

1. Tetap sikat gigi dua kali sehari selama puasa setelah sahur dan sebelum tidur
Tetap sikat gigi dua kali sehari selama puasa setelah sahur dan sebelum tidur

Sikat gigi merupakan upaya menghilangkan sisa makanan, plak, dan aroma tak sedap pada mulut. Jika kamu tidak sikat gigi, maka sisa makanan akan menghasilkan bakteri yang merusak enamel gigi dan membuat lubang kecil tak terlihat pada gigi. Jika dibiarkan terus menerus, lubang ini akan semakin besar dan merusak gigi. Tentu rasanya sakit sekali. Sisa makanan juga bisa mengendap menjadi plak dan karang gigi yang lebih sulit lagi untuk dibersihkan.

Sikat gigilah dengan benar, raih semua sela gigi, rongga mulut, dan lidah dengan sikat dan pasta gigi. Setelah sikat gigi, tunggu 3-5 menit agar fluoride bekerja maksimal melindungi gigi. Baru berkumur. Lakukan sikat gigi setiap setelah makan sahur dan sebelum tidur.

2. Gunakan Benang Gigi (Dental Floss)

2. Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan yang tidak terjangkau sikat gigi
Gunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan yang tidak terjangkau sikat gigi

Benang gigi berguna untuk mengambil dan membersihkan sisa makanan dalam mulut kita, pada area yang tidak bisa dijangkau sikat gigi. Benang gigi sangat tipis dan bisa diantur panjangnya sesuai kebutuhan kita sehingga area pembersihannya bisa lebih detail dan dalam.

Pemakaian benang gigi bermanfaat untuk mengurangi resiko infeksi gigi, bau mulut, bahkan menghilangkan plak yang terbentuk di sepanjang garis gusi. Gunakan benang gigi dengan gerakan naik-turun di masing-masing sela gigi.

3. Tutup dengan Obat Kumur

3. Terakhir pakai obat kumur untuk menambah perlindungan gigi dan kesegaran mulut
Terakhir pakai obat kumur untuk menambah perlindungan gigi dan kesegaran mulut

Setelah menyikat dan membersihkan gigi selesai, tutup ritual jaga kebersihan mulut dengan obat kumur. Pilih obat kumur yang tidak mengandung alkohol. Obat kumur yang mengandung fluoride sekali lagi melindungi gigi dan mencegah kerusakan gigi.

Gunakan obat kumur cukup 1 kali sehari setelah sikat gigi sehabis sahur. Obat kumur biasanya mengandung rasa atau aroma tertentu yang menyegarkan. Hal ini tentu memberikan aroma wangi dan segar yang lebih tahan lama untuk mulut selama kamu puasa.

Sekarang sudah tahu kan tips sikat gigi untuk jaga kebersihan mulut selama puasa? Sudah gak ada lagi tuh istilah “bau naga”.

Mulut tetap bersih, ibadah pun jalan tanpa hambatan…

Pastikan juga, makanan untuk sahur dan buka telah penuhi kebutuhan gizi harianmu ya. Kalau malas masak sendiri, pesan makan sahur dan buka di Kulina aja!

[CEK MENU KULINA]

Yuk, beli lauk untuk sahur dan buka di Kulina!
Yuk, beli lauk untuk sahur dan buka di Kulina!

SUMBER:
https://hellosehat.com/hari-raya/ramadan/sikat-gigi-saat-puasa/
https://www.tanyapepsodent.com/artikel/diet-gaya-hidup/perawatan-gigi-dan-mulut-saat-puasa-ramadan.html
https://tirto.id/hukum-sikat-gigi-saat-berpuasa-di-bulan-ramadhan-apakah-boleh-fdS6

Kiwi, Si Hijau Kecil Banyak Manfaat

Writer: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Selain konsumsi sayuran berwarna hijau, perkaya nutrisimu dengan konsumsi buah berwarna hijau seperti buah Kiwi nih guys. Meskipun bentuknya relatif kecil tapi kandungan tinggi vitamin dan antioksidannya cukup bisa memenuhi nutrisi harianmu. Rasanya asam dan sedikit rasa manis digemari orang dewasa maupun anak-anak. Baik untuk tubuh, tentu banyak manfaat yang diberikan dari buah hijau kecil berbulu ini.

Apa aja sih manfaat kiwi yang bisa kalian dapat dari konsumsi buah berdaging buah hijau keemasan ini?

Manfaat Buah Kiwi

1. Menjaga Kesehatan Pencernaan

Studi menunjukkan salah satu manfaat buah kiwi yaitu, kiwi dapat bertindak sebagai prebiotik, yaitu dengan meningkatkan pertumbuhan bakteri baik di dalam usus (lactobacilli dan bifidobacteria). Kandungan serat dan prebiotik pada Kiwi ini baik untuk memelihara kesehatan sistem pencernaan, mencegah konstipasi dan irritable bowel syndrome (IBS). Namun, efektivitas prebiotik ini bergantung pada kondisi pencernaan setiap individu, serta hanya berlangsung selama 24 jam dan bertahan hanya selama mengonsumsi buah Kiwi.

2. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Sekitar 180 gram Kiwi telah mencukupi kebutuhan vitamin C dalam sehari. Vitamin C merupakan unsur penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan penyakit, salah satunya flu.

3. Menurunkan Tekanan Darah dan Resiko Penyakit

Kandungan dalam Kiwi dapat menurunkan tekanan darah. Ini artinya, Kiwi dapat membantu mencegah terkena risiko penyakit yang muncul akibat tekanan darah tinggi, seperti serangan jantung dan stroke. Selain itu, kandungan antioksidan yang tinggi dapat mencegah penyakit yang disebabkan kerusakan DNA, seperti penyakit jantung dan kanker.

4. Meningkatkan Kualitas Tidur

Selain mengandung antioksidan, Kiwi juga mengandung serotonin. Serotonin berperan dalam tidur nyenyak. Serotonin juga bemanfaat dalam meningkatkan daya ingat dan fungsi kardiovaskular. Kekurangan hormon ini dikaitkan dengan depresi dan gangguan mood.

5. Menjaga Kesehatan Mata

Manfaat Kiwi lainnya yaitu melindungi mata dan mencegah kebutaan. Hal ini berkat lutein dan zeaxanthin yang terkandung dalam Kiwi.

Memang lezat rasa buah Kiwi, namun perlu diwaspadai untuk beberapa orang dengan alergen buah ini, terutama pada anak-anak yang baru pertama kali mengkonsumsinya. Amati gejala alergi dengan tanda-tanda reaksi tubuh seperti bibir bengkak, gatal-gatal pada kulit dan tenggorokan, mual, serta muntah. Selain waspada gejala alergi terhadap buah Kiwi, perhatikan juga tipikal buah yang masih layak konsumsi lho guys.

1. Kiwi Banyak Manfaat - Cara Memilih Buah Kiwi
Kiwi Banyak Manfaat – Cara Memilih Buah Kiwi

Cara Memilih Buah Kiwi

Warna kulit buah berwarna coklat mungkin bisa jadi kendala dalam memilih buah Kiwi yang layak konsumsi. Namun dengan langkah-langkah berikut, dijamin gak akan salah pilih kok!

1. Warna dan Kondisi Kulit

Umumnya buah Kiwi yang mengalami proses pematangan akan berubah warna kulitnya, dari berwarna coklat kehijauan menjadi coklat muda. Perhatikan buah Kiwi dengan kondisi kulit tidak kisut dan elastisitas kulitnya halus tapi kuat.

2. Buah dalam Kondisi Segar

Buah Kiwi layak dimakan bila terlihat segar, tidak keriput, dan tidak terdapat noda, baik noda bekas gigitan serangga maupun noda getah.

3. Keras Tidaknya Daging Buah

Konsistensi daging buah dapat dirasakan melalui pijatan jari. Buah yang matang dan siap dikonsumsi relatif lebih lunak daripada buah yang masih mentah. Buah yang baik mempunyai kekerasan merata. Bila kekerasannya tidak merata, maka sebagian dari daging buahnya akan berbeda rasanya.

Hindari membeli buah Kiwi yang kelewat masak. Cara memilih Kiwi segar letakkan buah di antara jempol dan telunjuk lalu remas buahnya. Buah matang akan tetap lembut dan elastis. Di samping itu, Kiwi matang memiliki aroma tajam.

Cocok banget kan buat yang lagi program penurunan berat maupun sedang dalam masa detoxifikasi? Yuk, makin peduli sama tubuh dengan perhatiin asupan buahmu!

Dimana beli buah kiwinya? Ya di Kulina aja! Sekarang lagi ada promo diskon Rp 10.000/pax pakai kode KIWISEGAR – hanya untuk pemesanan sampai tanggal 29 Januari 2020 dan pengantaran 31 Januari 2020.

Ayo buruaaannn… [PESAN SEKARANG]

2. Kiwi Banyak Manfaat - Diskon Kode KIWISEGAR
Kiwi Banyak Manfaat – Diskon Kode KIWISEGAR

Mengenal Bacem, Teknik Pengawetan Makanan dari Jawa Tengah

Writer: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Bacem merupakan teknik pengawetan makanan dengan memasak bahan makanan dalam rendaman bumbu dengan waktu yang cukup lama. Bacem memiliki citarasa manis legit dan asin gurih khas daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Bacem muncul tepatnya di lingkungan masyarakat Mataraman atau bagian timur kota Yogyakarta. 

Asal Mula Bacem

1. Mengenal Bacem - Asal Mula Bacem
Mengenal Bacem – Asal Mula Bacem

Selera manis orang Yogyakarta tidak datang begitu saja. Bacem yang bisa kita nikmati sampai sekarang, memiliki sejarah panjang dari peristiwa sistem tanam paksa atau cultuurstelsel oleh pemerintah kolonial Belanda pertengahan abad ke-19. Masyarakat pada masa itu dipaksa menanam tebu diperbatasan timur Yogyakarta. Hasil panen yang begitu melimpah kemudian diolah menjadi gula. Melimpahnya produk ini membuat harga gula menjadi sangat murah. Tergerak karena gula melimpah dan murah, mereka mengolah beberapa bahan makanan menggunakan gula, sehingga citarasa manis menjadi khas masakan daerah tersebut.

Bahan Utama Bacem

Bermula dari peristiwa tanam paksa, kemudian terciptalah beragam macam lauk pauk dengan citarasa manis gurih untuk bacem. Beberapa bahan bacam antara lain seperti tahu, tempe, daging, atau telur biasa diolah dengan teknik bacem. Bumbu tambahan selain gula merah adalah ketumbar. Jenis rempah ini juga termasuk bahan yang sedang musim waktu itu.

Gula merah dan ketumbar kemudian diracik dengan bawang merah, bawang putih, ketumbar, kemiri, garam, salam, lengkuas dan tentunya irisan gula merah. Bahan dan bumbu kemudian direbus dalam air dengan tambahan asam jawa atau bisa juga diganti dengan air kelapa sampai airnya menyusut. Ketika air menyusut kandungan air akan menguap dan bumbu akan meresap ke dalam masakan. Bacem dapat dinikmati langsung atau dengan menggorengnya terlebih dahulu.

Tips Membuat Bacem

2. Mengenal Bacem - Tips Membuat Bacem
Mengenal Bacem – Tips Membuat Bacem

Memasak bacem memang cukup tricky. Pasalnya, bahan yang digunakan gampang hancur bila dimasak lama-lama. Agar tidak hancur ketika proses memasak, ikuti tips berikut:

1. Pastikan Pakai Api Kecil

Proses memasak baceman biasanya membutuhkan waktu lama, karena proses marinasi dibarengi dengan proses memasak. Untuk itu, gunakan api kecil agar mendukung proses peresapan bumbu yang sempurna ke dalam masakan. Jika api yang digunakan besar, kemungkinan prosesnya akan lebih cepat tapi bumbu tidak meresap sempurna. Selain itu masakan akan kelewat matang dan menjadi mudah hancur saat diangkat.

2. Aduk Sesekali

Memasak memang identik dengan mencampur maupun mengaduk bumbu agar tercampur rata. Namun untuk kasus khusus memasak bacem, baiknya mengaduk sesekali saja. Setelah memasukkan bumbu dan bahan, segera aduk sebentar, tutup, dan tunggu air menyusut dengan sendirinya. Semakin sering diaduk, spatula akan semakin sering beradu dengan bahan sehingga mudah hancur.

3. Gunakan Air Secukupnya

Saat memasak bacem, ada dua jenis cairan yang digunakan, air biasa atau air kelapa. Atau dapat pula mencampurkan keduanya agar rasanya lebih seimbang. Alih-alih merendam bahan dalam cairan tersebut, tuang air secukupnya atau sebatas susunan bahan tersebut. Makin nikmat, kalian bisa coba merendam bahan-bahan dengan cairan tersebut semalaman. Esok harinya baru mulai dimasak bersamaan dengan bahan yang hendak ditambahkan. Rendaman bumbu dalam cairan jauh lebih kaya rasa karena proses marinasi semalam suntuk.

Rahasia Awetnya Bacem

Proses memasak dalam waktu yang lama di dalam larutan gula menjadi salah satu teknik dalam mengawetkan makanan secara alami. Bahan baku pengawetan alami tersebut didukung pula dengan proses memasaknya yang cukup lama. Proses ini membuat bahan makanan benar-benar matang dan masak sempurna hingga ke dalam. Masakan akan cenderung tahan lebih lama bahkan sampai berhari-hari. Hal ini membuat mikroorganisme dalam makanan tak dapat bertahan hidup dalam waktu lama.

Menikmati baceman bisa dengan banyak cara. Bisa jadi lauk teman makan nasi maupun jadah atau uli – ketan yang dicampur kelapa dan dipadatkan selagi hangat. Kalau di Yogyakarta, tepatnya di Kaliurang, menikmati jadah biasa ditangkupkan dengan bacem. Makanya banyak orang menyebutkan makanan ini sebagai “burgernya orang Jawa”.

Sayur pendamping untuk baceman bisa juga dengan gudangan atau urap – sayur rebus dengan topping bumbu kelapa parut. Dominan rasa segar, manis, dan gurih cocok dihidangkan bersama tempe maupun tahu bacem. Makanan ini sesuai untuk kalian yang vegetarian, penggemar berat makan sayur, maupun kamu yang lagi dalam program menurunkan berat badan!

Jadi laper membayangkan semua kelezatan itu ada di hadapanmu? Pesan aja sekarang! Nasi Segara, porsi priyayi dengan citarasa Jawa di Kulina~

3. Mengenal Bacem - Pesan Aja di Kulina
Mengenal Bacem – Pesan Aja di Kulina

Dan kalau kamu pelanggan baru, ada diskon 30% khusus buat kamu!

[PESAN KULINA SEKARANG]

4. Mengenal Bacem - Diskon 30% Khusus Pelanggan Baru
Diskon 30% Khusus Pelanggan Baru



Ragam Jenis Gula dan Manfaatnya

Writer: Dinanda Nisita
Editor: Nona Ica

Pada dasarnya gula dihasilkan dari sumber yang sama, yakni tanaman tebu. Melalui cara mengekstrasi sari gula tebu tersebut, kemudian akan diolah menjadi berbagai jenis gula. Beragam gula ini dapat dibedakan menjadi bermacam-macam varietas, yakni dengan melalui teknik pemrosesan tertentu, misalkan dalam proses pembersihannya, mengkristalkannya, mengeringkannya maupun dalam variasi tingkat molasenya. 

Banyak macam jenis gula, banyak pula wujud gula dalam hidangan sehari-hari. Hal ini dapat menyebabkan konsumsi gula dalam satu hari jadi tidak terukur. Padahal idealnya setiap orang hanya boleh konsumsi per hari 50 gram gula atau setara dengan 5-9 sendok teh.

Gula sendiri berperan penting bagi tubuh, baik dalam membantu metabolisme tubuh karena menjadi salah satu sumber karbohidrat sehingga memaksimalkan fungsi kerja tubuh dan otak. Maupun dapat merugikan bila dikonsumsi berlebihan sehingga banyak kasus menyebabkan obesitas. 

Kalau sudah begini, boleh lebih selektif dalam memilih dan memilah menu tiap harinya. Agar dapat menjaga konsumsi gula harian, mari cari tahu tentang macam-macam jenis gula berikut.

1. Gula Pasir

C:\Users\Owner\Downloads\sugar.jpg

Penambah rasa manis ini cukup populer di banyak dapur dari dapur rumahan sampai dapr profesional. Pasalnya gula ini cukup multifungsi sehingga sering digunakan sebagai pemanis minuman, kue, menambah rasa umami dalam masakan, atau bahan dasar pembuat karamel.

Teksturnya yang kasar dihasilkan dari air tebu yang direbus hingga kental, lalu di haluskan menjadi butiran kristal. Gula pasir sendiri mengandung glukosa, zat ini akan menjadi pengganti karbohidrat tubuh bila dikonsumsi secukupnya. Mengkonsumsi gula pasir berlebih akan menyebabkan kadar gula darah meningkat, sehingga dapat menyebabkan penyakit seperti obesitas maupun diabetes.

2. Gula Merah

C:\Users\Owner\Downloads\Bisnis-Gula-Merah.jpg

Berbeda bahan utamanya dari gula pasir, gula merah dibuat dari nira. Berbentuk cairan merupakan hasil dari bunga pohon keluarga palma seperti, kelapa, aren dan siwalan. Proses pengolahannya pun cukup berbeda, dengan merebus air nira atau air buah aren hingga serupa karamel kecoklatan. Dikemas dalam bentuk silinder maupun setengah lingkaran serupa setengah batok kelapa. Teksturnya keras, namun akan mudah meleleh bila dipanaskan atau terkena air.

Gula ini banyak ditemui di pulau Jawa, sehingga tak jarang disebut sebagai Gula Jawa. Oleh sebab itu, banyak masakan Jawa terutama Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang memakai gula merah. Salah satu masakan khas daerah tersebut yang menggunakan gula merah adalah Gudeg.

3. Gula Bubuk

C:\Users\Owner\Downloads\czwrtjiuykjqobzduly8.png

Sebenarnya gula bubuk ini terbuat dari gula pasir yang dihaluskan. Yang membedakan disini adalah finishing-nya, jika gula pasir bertekstur kasar seperti kristal, gula bubuk memiliki tekstur serupa tepung. Karena berupa bertekstur terlalu lembut, biasanya rasa manisnya akan terlalu kentara, sehingga perlu dicampur dengan tepung jagung. Hal ini juga mengantisipasi agar gula bubuk tidak cepat menggumpal bila dipanaskan. 

Penambahan tepung jagung dalam gula tersebut membuat gula ini lebih cocok untuk dijadikan garnish atau hiasan pemanis diatas kue ataupun makanan penutup dengan citarasa manis.

Baca serba gula, bikin pingin habiskan sore selepas kantor sembari santap kue-kue manis ditemani secangkir teh manis gak sih? Atau es kopi manis? Hmm apapun itu, asal mengkonsumsi dengan lebih bijak, dijamin gak akan terserang jahatnya kadar tinggi gula darah deh! Yuk, perhatikan tiap kandungan gulamu mulai dari menu sarapan pagi ini ya Kulinas!

SUMBER:
https://id.wikipedia.org/wiki/Gula
https://kumparan.com/@kumparanfood/mengenal-7-jenis-gula-dan-kegunaannya